Indonesia, siapa yang masih peduli ?
Di tengah hiruk pikuk kendaraan yang berlalu lalang di jalanan ada banyak manusia yang mengaku warga indonesia. Terkadang sulit untuk kita percaya bahwa para pengamen bertato yang berkelana dari satu angkot ke angkot lain masih peduli untuk bangsa ini. "Peduli" adalah kata yang sangat mudah diucapkan tapi sangat sulit untuk dilakukan. Bahkan tidak sedikit orang yang tidak tahu bagaimana cara mereka mewujudkan kepedulian untuk bangsa ini. Apalagi perduli terhadap bangsa, sebagaian besar dari kita lebih peduli kepada isi perut masing masing.
Sulit untuk kita percaya bahwa semua tukang ojek, tukang bajaj, sopir taxi dan sopir angkot masih peduli kepada bangsa ini, setidaknya mereka lebih peduli berapa orang yang mampu mereka antar setiap harinya. Bahkan beberapa dari mereka dengan sadarnya melanggar arus lalu lintas, membuat Indonesia semakin macet. Ketika seseorang ikut berpartisipasi dalam membuat kemacetan, masih layakkah disebut peduli ?
Sulit untuk kita percaya bahwa para pedagang yang berjualan di pinggir jalan masih peduli kepada bangsa ini, setidaknya mereka lebih peduli berapa banyak barang yang mampu mereka jual setiap hari. Bahkan beberapa dari mereka berjualan di tempat yang tidak seharusnya, membuat bangsa ini semakin macet, macet dan macet. Apa jadinya jika kepentingan pribadi malah merugikan orang lain ?, masih layakkah disebut peduli ?
Sulit untuk kita percaya bahwa para artis masih peduli pada bangsa ini. Setidaknya mereka masih peduli pada rumah mewah dan mobil mewah untuk mereka dipamerkan. Dari mana mereka mendapatkanya ? dari film film yang meracuni moral anak bangsa ini. Siapa juga yang peduli pada indonesia, lebih baik jalan jalan keluar negeri dengan uang sekian miliar, tampak lebih "wah", lebih "glamour" dan lebih membanggakan. masih layakkah disebut peduli ?
Sebenarnya siapa yang masih peduli pada bangsa ini ?
Anggota DPR yang selalu mengedepankan kepentingan partai ?
PNS yang menjadi pelaku pemborosan uang rakyat ?
Mahasiswa yang ketika lulus memilih bekerja di perusahaan asing ?
Artis yang selalu tampil glamour di televisi ?
Para petani, nelayan dan buruh ?
Atau siapa ?
"Peduli" memang mudah diucapkan, tapi sulit diwujudkan. Peduli tak sebatas semboyan palsu yang selalu kita teriak teriakkan, tapi "nol" aksi untuk negeri. Jangan jangan memang tidak ada lagi yang peduli, semua hanya peduli pada isi perut masing masing. Pernahkah kita menghitung berapa jam waktu yang telah kita korbankan untuk peduli bangsa ini ?
Saya memimpikan bahwa semua rakyat Indonesia benar benar peduli pada bangsanya. Karena pada dasarnya setiap orang dengan latar belakang yang berbeda memiliki cara masing masing untuk mewujudkan kepdulian terhadap bangsa. Kepedulian dapat diwujudkan dari hal hal kecil yang sering kita tidak pedulikan. Kepedulian dapat kita mulai dengan membuang sampah pada tempatnya, tidak menyebabkan kemacetan, tidak menonton film yang tidak bermanfaat (agar ratingnya turun dan gulung tikar), tergabung dalam komunitas sosial, komunitas budaya, komunitas seni dan lain sebagainya.
Para penulis membuktikan kepedulianya untuk bangsa lewat tulisanya, lewat ajakan ajakan konstruktif, lewat kritikan kritikan tajam. Para pendaki gunung mewujudkan kepedulianya untuk bangsa dengan gerakan bersih bersih kota atau kegiatan sosial lainya. Para mahasiswa mewujudkan kepedulianya dengan berprestasi di tingkat nasional atau internasional. Para atlet membuktikan kepedulianya dengan mendali, dan lain sebagainya
Banyak jalan untuk membuktikan pedulian kita, atau pada dasarnya kita memang tak pernah mencari, atau bahkan tidak peduli ?
"Peduli Indonesia"
Kefamenanu, NTT