"Karena yang terpenting bukan apa yang kita dapat dari dunia, tapi apa yang bisa kita beri pada dunia"

Yang Lebih Berharga Dari Puncak


Kalimati
02.00 WIB

Petang itu hujan deras mengguyur Kalimati, salah satu pos pendakian Gunung Semeru. Sementara itu puncak Mahameru masih berada jauh di ujung sana, menanti jejak langkah kami. Dari Kalimati setidaknya butuh waktu sekitar 4-5 jam untuk sampai di puncak mahameru, itupun jika kondisi cuaca mendukung. Sementara itu para pendaki tidak boleh berada di puncak mahameru lebih dari jam 9 pagi. Pada siang hari letusan kawah jonggring saloka akan mengarah ke puncak dan hal itu sangat berisiko bagi keselamatan para pendaki.

Hujan deras masih setia menemani kami, seakan tak mau melepaskan pelukanya. Keadaan ini kembali menggiringku ke alam bawah sadar, kembali terlelap dalam dekapan hangat sleeping bag. Tenda ini cukup tangguh untuk menjauhkanku dari dingin. Hal itu semakin membuatku sulit untuk terbangun.

Satu jam kemudian aku kembali bangun dari tidurku, berharap hujan telah reda. Tapi sang hujan tak juga pergi dari tempat ini, membuatku semakin kebingungan dalam gelap. Sementara itu personil lain masih terlelap dalam malam, bersama dengan harapan yang semakin memudar. Para personil lain belum pernah sekalipun menginjakkan kakinya ke puncak mahameru sehingga ambisi mereka meluap luap untuk mencapainya. 

Aku yang sudah pernah menginjakkan kaki di puncak tetap berusaha sebisa mungkin untuk mewujudkan mimpi mereka. Tapi keadaan ini begitu tidak bersahabat bagi team kami yang rata rata terdiri dari pendaki gunung yang belum berpengalaman. Hingga jam 4 pagi pun hujan belum juga reda, sepertinya tidak ada waktu lagi untuk memulai perjalanan ini. Pada jam 6 pagi gerimis masih mengguyur, bersamaan dengan kabut yang semakin tebal. Kabut melayang di sela sela pepohonan, menutupi puncak mahameru yang begitu agung.

Kali ini aku tidak begitu nekad untuk mencoba menjejakkan kaki di puncak, walau sebenarnya hal itu bisa saja terwujud. Pun jika aku melakukanya hal itu akan sangat berisiko bagi personil lainya. Pagi itu kami memasak beberapa gelas teh dan kopi. Menikmati kekecewaan yang tak bisa lagi disembunyikan. Kami menghabiskan waktu untuk bersosialisasi dengan banyak pendaki lain yang juga gagal ke puncak semeru. Kami saling berkenalan satu sama lain sambil menikmati rintik rintik hujan. Disini kami mendapatkan teman teman baru yang akan menambah warna dalam hidup kita.

Beberapa pendaki memilih untuk tetap bertahan di kalimati sambil menunggu cuaca membaik. Sementara itu kami memutuskan untuk segera turun karena keterbatasan waktu dan bekal pendakian. Langkah langkah penuh kekecewaan berjalan pulang menyusuri rimba, keindahan ranukumbolo pun tak mampu untuk mengobatinya.

Langkah demi langkah berlalu, Kini kita mulai saling mengenal satu sama lain. Aku mengenal mereka beberapa hari yang lalu karena sebelumnya kita semua hanyalah teman Facebook. Perjalanan ini membuat kita saling memahami satu sama lain, seakan kita sudah lama saling kenal.

Kawan .......

Sebenarnya kita telah mendapatkan sesuatu yang lebih berharga dari puncak !

Hanya saya kita tidak menyadarinya

Yaitu teman teman baru

Percayalah kelak orang orang tersebut akan mengantarkanmu pada puncak puncak lain yang lebih tinggi dari ini. Dan jika kau sudah berdiri di puncak yang lebih tinggi dari ini jangan pernah lupakan orang orang tersebut

Sampaikan salamku pada puncak puncak itu, karena kini kau telah berdiri disana

SALAM LESTARI


9 komentar:

ricky andrian mengatakan...

Salam lestari gan, ane ricky neh gan mw minta masukan'a kalo boleh, ane kan ada rencana skitar bulan februari 2014 mw ke semeru, emang sih msh lama, soal'a bentrok sm kerjaan, nah mw minta info, kira" bulan februari udah di buka blm pendakian semeru? Mksh gan, salam lestari

santri dan alam mengatakan...

Mending gagal ke puncak saat itu, tapi suatu saat bisa mencoba lagi, daripada tidak bisa mencoba lagi tuk slama-lamanya.

Fahmy Ramdani mengatakan...

mencapai puncak gunung semeru memang menjadi impian bagi semua pendaki gunung, waw banget deh, mudah-mudahan aku bisa menginjakkan kakiku di gunung semeru yang sangatt indah

Ilham Nur Gumilang mengatakan...

puncak bukan segalanya kawan.......

Ananto Aryo Nugroho mengatakan...

Yang kita jumpai di atas sana hanyalah sebuah tiang bendera merah-putih dan hamparan bebatuan dan itu bukan tujuan kita mendaki Semeru. Tapi tujuan kita sebenarnya adalah "rumah", tempat di mana kita bisa bercerita, tempat di mana kita bisa membagi pengalaman kita, tempat di mana kita bisa merenungi betapa besarnya ciptan Tuhan. Itulah secuil dari makna mendaki gunung.:-)
Salam lestari!!!

Adriyano Louizzao mengatakan...

@Ricky : Untuk info jelasnya langsung aja hubungi kantor Taman Nasional Gunung Semeru
- 0341491828
- 0341787972
Semoga membantu, sukses buat pendakianya

Adriyano Louizzao mengatakan...

@Santri dan Alam : Setuju, bebeapa tahun lagi gunungnya juga masih disitu

Adriyano Louizzao mengatakan...

@Fahmy Ramdani : Selamat Bejuang gan !

Adriyano Louizzao mengatakan...

@Ananto Aryo Nugroho : Salam lestari

Posting Komentar