"Karena yang terpenting bukan apa yang kita dapat dari dunia, tapi apa yang bisa kita beri pada dunia"

Apa yang diperlukan untuk meraih mimpi


Setiap orang pasti mempunyai mimpi, tapi tidak setiap orang berjalan di jalan yang benar untuk meraih mimpinya, bahkan ada beberapa orang yang tidak tahu sama sekali tentang jalan yang harus mereka lewati. Beberapa orang yang sedang berlari mengejar mimpi terkadang justru tersesat di jalan yang telah mereka pilih. Mereka hanya beputar putar di suatu tempat atau hanya sekedar maju dan mundur tiada henti.

Kesalahan paling fatal ketika bermimpi adalah "Hanya Bermimpi". Tidak akan ada yang mengantarkan kita pada mimpi mimpi itu. Untuk mewujudkanya kita butuh perjuangan keras tiada henti, sebuah perjuangan tiada akhir. Untuk mewujudkan mimpi tersebut kita membutuhkan 3 hal, yaitu Batas, Ambisi dan Arah

Batas
Kebanyakan orang tidak menaruh batas pada mimpinya. Mereka tidak menentukan kapan dan bagaimana mimpinya harus terwujud. Mereka seperti manusia yang tidak mempunyai jam. Jika sedang ingin berjuang ya berjuang, jika sedang malas ya sudahlah. Siapa juga yang tahu kapan mimpi itu akan terwujud, kelak juga akan terwujud dengan sendirinya. Mereka tidak tahu seberapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya. 

Ibarat mendaki gunung. Jika mereka tidak tahu berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk sampai di puncak, bagaimana mereka bisa memperkirakan perlengkapan apa saja yang harus mereka bawa. Dan jika mereka tidak tahu tentang perlengkapan yang harus mereka bawa, seseungguhnya mereka akan gagal di tengah jalan

Setiap mimpi harus mempunyai batas yang jelas. Kapan harus terwujud dan bagaimana harus terwujud. Batas tersebut akan mendorong pemikiran kita untuk menyusun setiap rencana dengan lebih matang. Batas tersebut akan selalu mengingatkan kita pada mimpi mimpi yang belum terwujud. Ketika kita semakin dekat dengan batas tersebut kita akan dihantui oleh kegagalan. Tapi sesungguhnya rasa takut akan kegagalan itulah yang membuat kita terpacu untuk berlari lebih kencang.

Ambisi
Bekal yang paling dibutuhkan untuk menggapai mimpi adalah ambisi. Ambisi adalah kemauan kita untuk mengejar sesuatu. Orang yang mempunyai ambisi tinggi biasanya akan melakkukan apapun untuk memenuhi ambisinya. Mereka akan berjuang lebih keras daripada kebanyakan manusia lainya. Semangat mereka akan terbakar ketika batas tersebut semakin dekat. Bagi orang orang yang mempunyai ambisi, batas tersebut adalah sesuatu yang harus dilewati, tanpa alasan apapun, dengan cara apapun.

Ibarat balapan motor. Ambisi adalah bensin yang digunakan untuk menjalankan motor. Ambisi akan menentukan seberapa cepat kita sampai di tujuan, ambisi akan menemukan jalan yang paling tepat untuk sampai di tujuan

Arah
Seseorang yang sedang berambisi tinggi mengejar batas yang telah mereka ciptakan seperti kuda pacuan yang berlari kencang tanpa penunggangnya. Inilah yang sering terjadi pada orang orang besar di Indonesia. Para pejabat politik yang berambisi tinggi melampaui batas batasnya hingga menghalalkan segala cara. Mereka melewati jalan manapun, ke arah manapun, tak peduli dengan kepentingan orang lain, tak peduli tentang norma dan aturan.

Kita butuh iman sebagai petunjuk arah. Iman akan selalu mengembalikan kita ke arah yang benar ketika langkah kita mulai  salah. Iman akan selalu mengarahkan kekuatan ambisi kita menuju batas yang telah kita tentukan.

Dengan memadukan batas, ambisi dan arah maka kita akan sampai pada mimpi mimpi besar kita. Ambil sebuah kertas, tulis mimpi mimpimu, tentukan batasnya, tempel di dinding. Ketika kau melihatnya maka otakmu akan selalu memikirkan cara cara yang harus ditempuh untuk mewujudkanya. Ketika jalanmu menemui banyak hambatan maka berdoalah pada tuhanmu, tuhan akan selalu memberikan arahan pada umatnya.

Mimpi = Batas+Ambisi+Arah 

Mungkin cerita ini bisa menjadi motivasi bagi anda
Cerita tentang seorang anak muda yang berusaha meraih mimpi
Cerita tentang seorang anak muda yang ingin menjadi legenda

Ditulis oleh : Adriyano Louizzao

SALAM LESTARI

 

2 komentar:

Jejak Rover mengatakan...

mantab bung

Lukman Hidayat mengatakan...

mantap

Posting Komentar