"Karena yang terpenting bukan apa yang kita dapat dari dunia, tapi apa yang bisa kita beri pada dunia"

Bagaimana cara Menggunakan Protaktor ?

Dalam bahasa inggris Protaktor disebut juga Protractor. Entah mau menyebutnya dengan Protaktor atau Protractor sebenarnya fungsinya juga sama saja. Sebelum saya terangkan fungsi dari Protaktor sebaiknya anda baca dulu tentang dasar dasar membaca Koordinat yang sudah saya tulisakan pada postingan ini. Dasar dasar tersebut harus anda pahami lebih dahulu sebelum mulai menggunakan Protaktor. 

1. Apa fungsi utama dari Protaktor
Fungsi utama dari Protaktor adalah untuk "Membantu membaca Koordinat Peta". Jika anda menjelaskan bahwa fungsi Protaktor adalah untuk membaca koordinat peta, bahkan saya tidak butuh protaktor untuk membaca koordinat peta.

2. Kenapa harus menggunakan Protaktor 
Kita bisa membaca koordinat peta secara langsung tanpa protaktor. Tapi terbatas pada titik yang kebetulan berada di perlintasan garis lintang dan bujur peta. Seperti titik Biru, merah dan hitam pada gambar dibawah ini. Untuk membaca titik yang tidak terletak pada perlintasan garis lintang dan bujur yang disajikan pada peta maka kita butuh protaktor.

Jika anda mengikuti tulisan saya sebelumnya tentu mudah untuk membaca Koordinat titik lingkaran  yang berwarna merah, biru dan hitam. Tapi untuk membaca titik persegi yang berwarna merah, biru dan hitam kita butuh alat bantu yang disebut "Protaktor"

3. Menggunakan Protaktor yang mana ?
Memang ada banyak jenis protaktor yang beredar diluar sana. Jika anda mempelajari "Protaktor" nya maka suatu saat anda akan bingung jika disuruh menggunakan protaktor jenis yang lain. Wanadri bahkan membuat Protaktor sendiri untuk lingkungan terbatas. Ketika saya sudah paham dengan konsep Protaktor WANADRI suatu ketika saya disuruh mengisi materi di Sebuah SISPALA yang mana menggunakan protaktor yang baru detik itu saya temui, dengan konsep yang jauh berbeda tentunya. Tapi karena yang saya pahami adalah konsepnya maka saya tidak perlu bingung untuk menggunakan barang baru tersebut. Dalam tulisan kali ini saya menekankan bahwa anda harus mempelajari "Konsep Protaktor" bukan protaktornya 

4. Cara menggunakan Protaktor ?
Sebelum menggunakan protaktor anda harus memperhatikan "Skala Protaktor". Berbeda skala Peta maka tentu berbeda pula jenis protaktor yang digunakan. Biasanya pada 1 Protaktor sudah mencakup beberapa jenis Skala peta sekaligus, 


Perhatikan contoh protaktor diatas, ada bidang yang dikhususkan untuk peta skala 1 : 25.000 dan ada bidang yang dikhususkan untuk peta skala 1 : 50.000. Saya tidak tahu protaktor itu merknya apa dan beli dimana, tapi saya akan menggunakan protaktor yang saya buat sendiri. Perhatikan potongan peta berikut ini !

Pada peta diatas saya menggunakan protaktor merk "Argopura.blogspot.com" dengan skala 1:10.000. Titik yang akan diukur koordinatnya adalah titik A. Langkah langkahnya adalah sebagai berikut :
  1. Letakkan titik pusat Protaktor pada titik yang akan dicari koordinatnya, yaitu titik A
  2. Cari koordinat titik Biru (Koordinat Acuan) yaitu : 1° 1240,0” LS ; 110° 29 40,0” BT
  3. Perhatikan garis lintang dan bujur yang dilewati oleh garis biru pada Protaktor. Cari nilai persimpanganya. Pada garis Vertikal/Y protaktor didapatkan angka "7,5" sedangkan Pada garis Horisontal/X  protaktor didapatkan angka "3,5"
  4. Mencari interval garis Lintang  (1240,0” - 1250,0” =  10,0” )
  5. Mencari interval garis Bujur  (1240,0” - 1250,0” =  10,0” )
  6. Perhitungan 
Saya sengaja membuat rumus sederhana untuk mempermudah proses perhitungan
Rumusnya adalah :

Nilai Koordinat = Koordinat Acuan + ((Nilai Protaktor ukuran/nilai Protaktor Total) X Interval Garis Lintang/Bujur)

Lintang :  1° 1240,0” + (7,5/10 X 10") 
              :  1° 1240,0” + 7,5"
              :  1° 1247,5” LS

Bujur    :  110° 29 40,0 + (3,5/10 X 10") 
              :  110° 29 40,0 + 3,5"
              :  110° 29 43,5 BT

 Hasilnya cukup teliti untuk ukuran perhitungan manual.

Perhatikan baik baik rumus yang saya buat, pahami Konsepnya !
Karena diluar sana bisa saja Interval Garis lintang/Bujur berbeda (Ada yang 10", 5" atau bahkan 1"). Bisa saja nilai ukuran pada protaktornya berbeda (Ada yg 10 angka (seperti Protaktor diatas), 9 angka atau 3 angka). Bisa juga skala petanya berbeda (Ada yang 1 : 10.000, 1 : 25.000 atau 1 : 50.000)
Oleh karena itu saya lebih suka menggunakan penggaris untuk membantu menentukan koordinat  daripada protaktor, memangnya bisa ?

Tentu bisa. Bahkan memiliki beberapa keutungan daripada Protaktor. Akan saya jelaskan pada tulisan yang lain, tetap di "Catatan Pendaki Gunung"

Jika masih bingung datang saja pada Kopdar KPG Regional Jabodetabek. Bawa Protaktor atau peta apapun yang anda miliki,

Semoga bermanfaat

Ditulis oleh : Andriyana L, ST  (Admin Komunitas Pendaki Gunung, Pendiri Sherpa Geodesi UNDIP, Surveyor Pemetaan Badan Informasi Geospasial)

Salam Lestari

1 komentar:

yoiyok mengatakan...

Cara buat protaktor sendiri bagaimana?
Apa protaktor argopuro di atas panjang skala 1-10 sama seperti 1 kotak petanya?

Krn intervalnya 10 dan kebetulan protaktor di buat dg ukuran 10 angka, maka 1 ukuran di protaktor sama dengan 1 kotak (grid) dibagi 10 ?

Posting Komentar