"Karena yang terpenting bukan apa yang kita dapat dari dunia, tapi apa yang bisa kita beri pada dunia"

Menurut Ms. Exel


Ms. Exel adalah software yang tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Ms. Exel digunakan dalam perhitungan angka yang rumit dengan jumlah yang begitu banyak. Ms. Exel sering digunakan sebagai software pembantu dalam mengelola keuangan. Perusahanaan besar sering menggunakan ms. Exel untuk mengelola keuangan perusahaan. Beberapa orang juga menggunakan ms. Exel untuk mengelola keuangan rumah tangga. Dengan ms. Exel kita bisa memperkirakan berapa uang yang akan kita habiskan dalam waktu seminggu, sebulan atau bahkan setahun. Dengan ms. Exel juga kita bisa memperkirakan berapa uang yang akan kita dapatkan dalam waktu seminggu, sebulan atau bahkan setahun kemudian.

Saya sering menggunakan ms. Exel untuk merencanakan berbagai macam kegiatan. Pertama kali menggunakan ms. Exel dalam perhitungan uang yang “sebenarnya” adalah pada waktu kuliah. Pada waktu itu saya cukup berani mengambil resiko dalam proyek pemetaan yang sebenarnya. Sebelumnya saya hanya menggunakan ms. Exel untuk menghitung keuangan yang tidak nyata. Dengan ms. Exel saya bisa merencanakan berapa keuntungan yang harus saya dapatkan. Saya bisa menentukan berapa gaji masing masing personil yang saya pekerjakan. Tentu nominal nominal tersebut didapatkan dari berbagai parameter yang sudah diperkirakan sebelumnya seperti tiket, penginapan, sewa kendaraan dan lain sebagainya. Dengan ms. Exel kita seolah olah “tahu” apa yang akan terjadi.

Ms. Exel juga bisa digunakan dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Kita bisa memprediksi tahun kapan kita akan mampu membeli rumah. Tahun kapan kita akan mampu membeli mobil dan lain sebagainya. Dengan ms. Exel seolah olah kita bisa melihat masa depan dengan sangat jelas. Dengan melihat ms. Exel yang ada di layar laptop seolah olah ada segepok uang yang siap dikeluarkan dari layar. Menurut ms. Exel kaya itu mudah. Kita tinggal merencanakan takdir dengan nominal nominal yang kita susun sendiri.

Dalam penggunaan ms. Exel tentu kita sudah melibatkan unsur “factor-X” dalam merencanakan keuangan. Misalnya ketika kita membuka usaha perikanan, factor X adalah berbagai resiko yang bisa membuat usaha kita terpuruk seperti kematian ikan massal, harga ikan di pasaran menurun, harga pakan ikan melonjak tajam dan lain sebagainya. Faktor X tersebut bisa membuat kita rugi bahkan memaksa kita gulung tikar. Pada umumnya resiko resiko seperti ini sudah diperkirakan dan disiapkan jalan keluarnya. Misalnya, untuk mencegah kematian massal ikan maka ikan diberikan vaksin, ketika harga ikan di pasar menurun maka pertumbuhan ikan diperlambat dengan memberikan pakan minim protein, ketika harga pakan melonjak tajam maka kita bisa mencari berbagai jenis pakan alternative. Tapi sering kali ada Faktor tertentu yang membuat usaha kita tetap merugi.

Faktor yang tidak bisa diprediksi misalnya seperti hujan lebat yang membuat kolam bajir, ikan diracun tetangga, banyak ular yang memangsa ikan dan lain sebagainya. Faktor factor tersebut yang membuat output pada ms. Exel tidak sesuai dengan kenyataanya. Ujung ujungnya hitungan rinci yang sudah disusun sedemikian rupa tidak bisa lagi diterapkan. Hal tersebut memberitahu kita bahwa ms. Exel tidak bisa digunakan untuk meramalkan takdir. Diluar sana segala sesuatu masih mungkin terjadi, kita harus siap untuk apapun.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah dalam merencanakan segala sesuatu dibutuhkan pengalaman yang matang, tidak sekedar teori yang dipaparkan dengan perhitungan angka. Dengan pengalaman kita mampu melihat lebih nyata dengan bantuan ms. Exel. Output yang terdapat pada ms. Exel bukanlah kenyataan yang sudah terjadi melainkan sebuah harapan yang belum terwujud. Dan ketika sesuatu datang menghancurkan usaha kita maka setidaknya kita tidak usah terlalu kaget, apalagi stress. Kita hanya perlu ikhlas agar hati tidak terbebani. Bersyukur karena telah diberikan pengalaman berharga. Bangkit untuk kembali berkarya, sebagaimana apa yang telah kita mimpikan.

Kalau menurut “Wong Jowo” usaha itu yang penting berkah. Tidak merugikan orang lain, bermanfaat bagi orang lain, tidak melakukan kecurangan dan tetap rendah hati, insyallah takdir akan berpihak kepada kita. Terkadang memang takdir tidak sesuai dengan ms. Exel. Ya karena memang ms. Exel buka software peramal takdir. Kalo saya lebih suka menuangkan kenyataan dalam ms. Exel, kemudian merencanakan masa depan. Bukan menuangkan teori dalam ms. Exel, kemudian merencanakan kenyataan.


Salam Sukses


Metode Pencarian Korban Tanah Longsor

Bencana longsor di Banjarnegara menginspirasi saya untuk menulis tulisan ini. Meskipun saya tidak langsung turun ke lokasi bencana setidaknya saya sudah membantu dengan cara yang lain. Bencana tanah longsor di Bajarnegara menumbuhkan kembali kepedulian terhadap sesama. Menurut laporan tim Komunitas Pendaki Gunung Regional Semarang yang berangkat ke lokasi bersama dengan Komunitas Pendaki Gunung Regional Pati, ternyata sumbangan berupa logistik sudah sangat banyak. Hal itu menandakan bahwa solidaritas orang Indonesia pada umumnya masih bisa dibilang baik.

Para relawan datang dari berbagai daerah, menyumbangkan tenaga untuk menemukan korban yang belum ditemukan. Mereka menggali dan mencari korban yang masih terkubur di dalam tanah sisa longsoran. Dari sinilah saya mencoba menuliskan sebuah metode yang entah sudah dilakukan atau belum pada kenyataanya. Jika kita mencoba menggali secara membabi buta mungkin akan terlalu banyak tenaga yang dihabiskan. Padahal tenaga yang disumbangkan oleh relawan juga ada batasnya. 

Metode lain sepertinya sudah dilakukan oleh para relawan, termasuk dengan menggunakan air untuk melunakkan tanah. Bahkan mereka bekerja sama dengan dinas Pekerjaan Umum untuk membuat saluran air sehinga bisa mengurangi ketebalan tanah. Alat berat juga sudah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban tanah longsor. 

Dari sini saya mencoba menganalisis jika suatu saat nanti terjadi bencana tanah longsor yang sangat besar di sebuah desa terpencil, kemudian alat alat berat tidak dapat menjangkau tempat tersebut. Sedangkan para korban harus segera diselematkan. Maka kita tidak mungkin menggali seluruh tanah yang ada disana. Perlu ada sebuah analisis bagian tanah mana yang harusnya digali dan bagian tanah mana yang tidak perlu digali.

Kita sebut saja "Metode Mapping Analisis"

Kita bisa menggunakan Ilmu mapping untuk mengatasi masalah ini, kita akan menggunakan bantuan citra satelit untuk melakukan proses evakuasi. Tahapanya dijelaskan sebagai berikut :

1. Dapatkan infromasi tentang jam bencana tanah longsor ini terjadi. Jika terjadinya pada waktu malam hari maka metode ini akan sangat membantu. Jika terjadi bencana pada waktu malam hari kemungkinan besar semua penduduk sedang berada di dalam rumah sehingga akan lebih mudah diprediksi

2. Melakukan survey cepat dengan datang ke lokasi bencana dengan membawa GPS. Ambil koordinat titik titik tertentu sebagai bahan analisis, misalnya titik bagian pinggir pinggir lokasi dan titik tengah lokasi jika memungkinkan.

3. Kemudian kita input koordinat yang telah diambil dan kita lakukan analisis dengan menggunakan citra satelit. Perhatikan gambar berikut !


Titik bulat berwarna kuning adalah koordinat yang kita dapatkan di lapangan, hanya berfungsi untuk mencari tahu lokasi bencana di citra satelit. Kemudian mulai dilakukan analisis singkat persebaran korban. Kita tidak akan mencari korban di titik A dan titik B karena lokasi tersebut adalah tanah kosong. Kita akan mencari korban di sekitar titik D, titik C dan titik E karena lokasi tersebut adalah perumahan padat yang memungkinkan terdapat banyak orang disana. Dengan pergerakan longsoran tanah yang sangat cepat kemungkinan besar korban tidak bergerak dari rumah terlalu jauh.

4. Kita lacak koordinat titik lokasi yang akan kita gali menggunakan software, kemudian kita input ke dalam GPS. Tidak lupa kita cetak citra satelit tersebut untuk mempermudah pencarian. Selanjutnya adalah melakukan pencarian menggunakan GPS dan peta Citra tersebut. Dengan ketelitian GPS navigasi yang mencapai 5-10 meter saya rasa sudah cukup untuk digunakan dalam situasi mendesak seperti ini.

Asalkan ada sebuah laptop dengan sambungan internet yang bagus. Analisis ini bisa diselesaikan tidak lebih dari 1 jam, sudah termasuk input data GPS, menentukan lokasi pencarian hingga input data koordinat pada GPS. Kita bisa memanfaatkan Citra satelit yang disediakan di secara gratis di Internet. Dengan cara seperti ini kita bisa mencari korban dengan lebih efisien. Jika pada lokasi yang kita perkirakan korban tidak ditemukan baru dilakukan pencarian di lokasi yang lain.

Pengembangan :
Bisa juga kita lakukan metode pelacakan "per rumah". Kita cari satu persatu Koordinat rumahnya kemudian kita gali lokasi perkiraan tersebut. Hal ini dilakukan jika bencana terjadi di pemukiman jarang penduduk yang mungkin jarak antar satu rumah dengan rumah lain berjauhan

Catatan : Metode ini hanya berlaku jika lokasi tersebut tertimbun oleh tanah yang longsor dari tempat lain, seperti bukit, gunung dan tebing di sekitarnya dan tidak berlaku jika lokasi tersebut menjadi objek longsoran sehingga lokasi tersebut hanyut dan berpindah menuju tempat lain

Mari kita sama sama berdoa untuk korban bencana tanah longsor di Banjarnegara, semoga amal ibadahnya diterima oleh tuhan YME dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menjalani kehidupan. Amien  

Sekian dan Terimakasih, semoga bermanfaat

Mapping For SAR 

Ditulis oleh : Andriyana L - Bakosurtanal, Komunitas Pendaki Gunung, Sherpa Geodesi Undip

Salam Lestari, 

Pemimpin : Teknik Mengambil Keputusan

Gn. Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, 2011
Tidak setiap orang berani mengambil keputusan. Tidak setiap orang mampu mengambil keputusan. Tapi seorang pemimpin harus mampu mengambil keputusan, seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan. Hal itulah yang membuatnya berbeda dengan kebanyakan, sehingga layak untuk disebut pemimpin.

Mengambil keputusan tidak boleh sembarangan. Kita harus tahu dulu batasan batasan permasalahan yang menjadi wewenang kita. Jangan sampai kita memutuskan sesuatu yang tidak menjadi wewenang kita. Hal itu bisa merusak struktur kepengurusan sebuah organisasi, komunitas atau instansi. 

Sebelum memutuskan sesuatu kita harus melakukan identifikasi permasalahan. Jangan sampai memutuskan sesuatu yang kita tidak tahu akar persoalnya. Untuk permasalahan yang harus diputuskan saat itu juga kita bisa menggunakan pertimbangan logika. Pertimbangkan segala resiko atas segala keputusan yang akan diambil.

Teknik pengambilan keputusan terbagi menjadi 4 ;

1. Absolut
Yaitu keputusan yang diambil secara sepihak. Biasanya keputusan ini diambil ketika situasi sudah sangat genting dan harus diputuskan saat itu juga. Pengambilan keputusan secara absolut membutuhkan keberanian yang tinggi. Karena jika keputusan itu salah maka kita adalah satu satunya orang yang harus bertanggung jawab.

Keberanian untuk mengambil keputusan secara absolut harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin pasti akan menemukan sebuah permasalahan yang membuatnya mengambil keputusan secara absolut. Permasalahan tersebut akan semakin membesar jika tidak diputuskan saat itu juga. Permasalahan tersebut akan menimbulkan permasalahan yang lain sehingga tampak seperti virus yang menular dengan cepat.

Status pelaksanaan : Sangat mendesak
Resiko : Bertanggung jawab seorang diri
Hambatan : Tidak berani, ragu, pesimis
Dibutuhkan : Ketenangan, kematangan, optimis
Kerugian : Keputusan yang diambil biasanya kurang matang
Keuntungan : Permasalahan selesai dengan cepat

2. Konsultasi
Yaitu keputusan yang diambil setelah melakukan konsultasi kepada beberapa orang yang dipercaya. Seorang pemimpin tetap butuh masukan dari orang orang terdekatnya sebagai pertimbangan untuk memutuskan sesuatu. Masukan tersebut akan membuat pemimpin merasa yakin untuk mengambil sebuah keputusan.

Status pelaksanaan : Semi mendesak
Resiko : Pihak yang idenya tidak dipakai/pihak yang tidak diajak konsultasi merasa kecewa
Hambatan : Koordinasi, perbedaan pendapat, butuh waktu
Dibutuhkan : Ketenangan, kematangan, koordinasi, kepercayaan
Kerugian : Butuh waktu agak lama untuk memutuskan sesuatu
Keuntungan : Keputusan yang dihasilkan lebih matang

3. Forum
Yaitu keputusan yang dihasilkan dari sebuah forum. Perbedaanya dengan Teknik konsultasi adalah pada jumlah orang yang hadir. Jika pada teknik konsultasi hanya melibatkan beberapa orang yang dipercaya, maka pada teknik pengambilan keputusan berdasarkan forum melibatkan seluruh orang yang ada dalam lingkungan kita. Jika menggunakan teknik ini maka seorang pemimpin haus siap untuk tidak diterima pemikiranya. Karena pada forum seperti ini suara kebanyakan lebih berharga dari suara seorang pemimpin sekalipun.

Status pelaksanaan : Tidak mendesak
Resiko : Terjadi perbedaan pendapat, sulit menemukan kesepakatan
Hambatan : Sulit menghadirkan banyak orang dengan cepat
Dibutuhkan : Ketenangan, kematangan, koordinasi, kesabaran,
Kerugian : Butuh waktu lama untuk memutuskan sesuatu
Keuntungan : Keputusan yang dihasilkan mendapat dukungan banyak pihak

4. Delegasi 
Yaitu pengambilan keputusan yang diwakilkan. Hal ini kadang dilakukan seorang pemimpin ketika sesuatu yang diputuskan tidak begitu penting. Pemimpin memang harus menyimpan tenaganya untuk menghadapi permasalahan lain sehingga permasalahan yang tidak begitu penting tidak harus dia pikirkan. Hal ini berkaitan dengan efektifitas kepemimpinan. Jangan sampai seorang pemimpin tumbang karena terlalu banyak memikirkan persoalan yang harusnya tidak dia pikirkan. Pemimpin bisa mendelegasikan kepada orang orang yang dipercaya untuk mengambil sebuah keputusan atau membentuk sebuah forum untuk mengambil keputusan tanpa kehadirnya.

Status pelaksanaan : Sangat tidak mendesak
Resiko : Keputusan tidak sesuai dengan harapan pemimpin
Hambatan : Sulit percaya kepada orang lain
Dibutuhkan : Ketenangan, kematangan, koordinasi, kepercayaan
Kerugian : Pemimpin tidak mempunyai ruang untuk menyampaikan pemikiranya
Keuntungan : Pemimpin tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk berfikir

Yang menjadi permasalahan berikutnya adalah bagaimana kita membaca keadaan, kemudian memutuskan untuk menggunakan teknik yang mana ?

Hal itu membutuhkan identifikasi yang tepat dari seorang pemimpin

Pemimpin harus berani memutuskan sesuatu, membuat keputusan yang tepat dan bertanggung jawab atas segala keputusan. Untuk itulah pemimpin diciptakan.
Jatuh masih lebih baik daripada diam ditempat, setidaknya kita tahu apa yang membuat kita terjatuh, sehingga membuat kita sulit untuk terjatuh lagi - Catatan Pendaki Gunung
Ditulis oleh : Andriyana L
Salam Lestari


Kepemimpinan : Leader VS Manager

Ada perbedaan yang sangat mendasar antara Leader dan Manager. Tapi tidak banyak orang bisa membedakanya, bahkan kebanyakan orang cenderung menganggapnya sama. Perbedaan antara keduanya akan membantu kita memahami jiwa kepemimpinan yang sedang kita pelajari. Jangan sampai kita mendapatkan definisi kepemimpinan yang ambigu.

Leader
Leader atau pemimpin adalah orang yang mempunyai pemikiran berani, optimis, pantang menyerah dan tegas. Leader mempunyai daya tarik yang membuat orang orang bersedia mendukung pemikiranya. Leader tidak butuh jabatan untuk mempengaruhi banyak orang. Dia memiliki kharisma tersendiri untuk membuat orang percaya pada pemikiranya. Bahkan tidak jarang mereka mampu membuat pendukungnya menjadi pengikut yang sangat loyal.

Leader mampu memberikan inspirasi kepada orang lain. Inspirasi yang membuatnya bekerja baru berbicara, bukan berbicara baru bekerja. Dia mampu membuat orang orang segan. Dia mampu membuat orang begitu takut untuk membuatnya kecewa. Dia mampu memberikan alasan kenapa seseorang harus mendukung pemikiranya. Dia mampu membakar semangat ketika pendukungnya sudah mulai tumbang, meyakinkan bahwa semua akan terselesaikan dengan baik. 

Manager
Manager adalah orang yang selalu menyelesaikan sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya. Dia terbiasa membuat rencana yang kompleks sebelum melakukan sesuatu. Dia tahu berapa jumlah orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah projek. Dia mampu membagi seluruh personil sesuai dengan peran dan kemampuan masing masing. Dia mampu memberikan solusi atas segala permasalahan yang ada.

Manager identik dengan sifat tepat, cepat, sistematis, terstruktur dan rapi. Dia membuat orang orang percaya dengan kualitas yang dia miliki. Manager biasanya pintar dalam membuat inovasi dan lebih dinamis dalam berfikir. Apa yang direncanakanya jarang meleset, pun jika meleset dia sudah siap dengan rencana cadangan yang dipersiapkan sebelumnya.

Masih belum ketemu perbedaan mendasar antara Leader dan Manager ?

Saya berikan perbedaan dengan sebuah contoh, 

Contoh ketika seorang Manager memimpin forum,

Selamat pagi,
Hari ini kita berkumpul untuk merencanakan sebuah kegiatan. Pembagian peran dan tugas dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan ini. Setidaknya kita membutuhkan pelaksana kegiatan yang bertugas menjadi koordinator kegiatan ini, Sekretaris yang akan mengurusi semua persoalan administrasi dan bendahara yang akan mengurus persoalan dana. Jika memungkinkan nanti kita akan membentuk seksi humas untuk mempublikasikan kegiatan ini secara lebih terstruktur.

Diharapkan kita mampu berkerja sesuai dengan rencana yang telah kita buat. Jika nanti terdapat masalah maka saya akan langsung membentuk sebuah forum untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Untuk Sekeretaris sebaiknya segera bergerak karena biasanya proses administrasi selalu dilakukan di awal. Sementara itu Bendahara harap segera membuat rencana anggaran untuk kegiatan ini. Mungkin itu dulu arahan dari saya, sekian dan terimakasih

Contoh ketika seorang Leader memimpin forum,

Selamat pagi, 
Mungkin ini kegiatan yang pertama bagi kita, tapi saya yakin kita mampu untuk menyelesaikanya. Kita punya banyak orang orang hebat, kita hanya harus percaya pada kemampuan yang kita miliki. Tidak sembarangan orang bisa berada disini, teman teman adalah yang terbaik dari kebanyakan orang yang ada di luar sana. Ini bukan mimpi yang terlalu tinggi, ini sebuah target nyata yang ada di depan kita. Mari kita sama sama bekerja, mari kita bekerja sama sama.

Saya berharap kepanitiaan yang telah dibentuk mampu berkerja dengan baik. Kita harus ingat bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk kepentingan saya atau anda. Kita harus yakin bahwa apa yang kita kerjakan akan bermanfaat bagi orang lain. Kita harus berfikir lebih keras, berkeringat lebih deras. Suatu saat kita akan bangga pada apa yang telah kita kerjakan, tersenyum menatap kebanggaan yang mampu kita bawa pulang. Mungkin sekian arahan dari saya, selamat berjuang !

Masih belum ketemu perbedaan mendasar antara Leader dan Manager ?
Manager adalah orang yang memberitahu anda cara untuk menyelesaikan sesuatu, sedangkan leader adalah orang yang memberi anda alasan kenapa anda harus menyelesaikanya - Catatan Pendaki Gunung
Intinya Leader dan Manager adalah sebuah sifat yang berebeda. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Dalam sebuah organisasi sangat ideal apabila ketuanya adalah seorang leader dan wakilnya adalah seorang manager, karena sangat jarang orang yang mempunyai 2 karakter tersebut dalam satu raga.

Ditulis oleh : Andriyana L, ST  (Admin Komunitas Pendaki Gunung, Pendiri Sherpa Geodesi UNDIP, anggota SWAPALA KALIJAGA, Surveyor Pemetaan Badan Informasi Geospasial)

Salam Lestari,   

Pentinganya Manajemen Perjalanan



Manajemen perjalanan adalah hal penting yang harus dipelajari. Kesalahan dalam manajemen perjalanan membuat tujuan yang telah ditetapkan menjadi berantakan. Hal itu disebabkan karena ketidaksiapan kita dalam segala hal. Berikut adalah beberapa akibat yang ditimbulkan karena kesalahan manajemen perjalanan :
- (Kesalahan Waktu) 
Waktu yang disiapkan untuk menggapai puncak tertentu ternyata kurang sehingga memaksa kita untuk mendaki dengan kebut kebutan sehingga berisiko pada kesehatan fisik. Jika tetap memaksakan mendaki dengan “santai” paling juga tidak sampai di puncak karena waktunya habis. 
(Studi kasus : Gunung Argopuro)
- (Kesalahan Perijinan)
Data seperti KTP atau surat keterangan dokter ketinggalan sehingga tidak mendapatkan surat ijin untuk mendaki, akibatnya harus menghabiskan waktu untuk ke Klinik demi memperoleh surat Keterangan Sehat. Karena tim berjumlah 50 orang, maka terpaksa harus antri sebanyak 50 orang karena jumlah klinik di daerah pedalaman tidak banyak. 
(Studi kasus : Gunung Semeru),
- (Kesalahan Transportasi)
Kurangnya informasi, sehingga membuat kita datang di Kecamatan Baraka pada hari Jumat, padahal Truck ke basecamp Gunung Latimojong hanya ada pada hari Senin dan Kamis. Akibatnya Berjalan kaki lebih dari 20 Km untuk sampai di basecamp atau Tidur di masjid selama 3 hari sambil menunggu truck lewat. 
(Studi kasus : Gunung Latimojong)
- (Kesalahan Budaya)
Karena tidak mempelajari budaya Lokal maka sampai di basecamp gunung Agung bali pada hari yang disucikan oleh warga setempat sehingga tidak memperoleh ijin naik gunung. 
(Studi kasus : Gunung Agung)
- (Kesalahan Perbekalan)
Pada saat camp di Kalimati (Gunung Semeru) dan hendak pergi ke puncak ternyata hujan deras tanpa henti seharian. Akibatnya mengungsi berhari hari di Kalimati tanpa perbekalan makanan yang cukup sambil menunggu cuaca membaik untuk pergi ke puncak. 
(Studi Kasus : Gunung Semeru)
- (Kesalahan Perlengkapan)
Karena tidak tahu bahwa medan pendakian gunung Salak adalah lumpur maka naik gunung Salak memakai sandal. Setelah sampai di medan yang berlumpur sandal tenggelam di kedalaman lumpur 30 Cm, dan ketika di tarik “putus”. Akibatnya nyeker hingga basecamp karena ternyata juga tidak membawa jarum dan tali untuk memperbaikinya 
(Studi Kasus : Gunung Salak)

Dengan pemaparan menganai akibat akibat yang ditimbulkan karena salahnya manajemen perjalanan maka anda akan mengert betapa pentingnya manajemen perjalanan

Semoga bermanfaat
Ditulis oleh : Andriyana L

Sekian terimakasih

Navigasi Darat, menggunakan peta apa ?


Jenis Peta yang ada di Indonesia sangat banyak. Instansi yang bisa membuat Peta juga sangat banyak. Bahkan saya juga bisa membuat berbagai jenis peta. Contoh peta buatan saya bisa dilihat disini. Kemudian yang menjadi pertanyaan kita adalah,

"Peta mana yang akan kita gunakan dalam kehidupan sehari hari, termasuk untuk keperluan Navigasi darat ?"

"Peta yang dibuat oleh Instansi mana yang harus kita gunakan ?"



Pertanyaan tersebut harus terjawab sebelum kita mulai belajar tentang Navigasi darat. Pengetahuan dasar tentang refrensi peta biasanya menjadi hal dasar yang membuat para Navigator salah kaprah dalam memulai proses belajar Navigasi darat. 

Saya akan menjawab pertanyaan pertama, bahwa Peta yang sebaiknya kita gunakan dalam Navigasi darat adalah peta RBI (Rupa Bumi Indonesia). Peta Rupabumi Indonesia (RBI) adalah peta topografi yang menampilkan sebagian unsur-unsur alam dan buatan manusia di wilayah NKRI. Unsur-unsur kenampakan rupabumi dapat dikelompokkan menjadi 7 tema, yaitu:

    Tema 1 : Penutup lahan : area tutupan lahan seperti hutan, sawah, pemukiman dan sebagainya
    Tema 2 : Hidrografi : meliputi unsur perairan seperti sungai, danau, garis pantai dan sebagainya
    Tema 3 : Hipsografi : data ketinggian seperti titik tinggi dan kontur
    Tema 4 : Bangunan : gedung, rumah dan bangunan perkantoran dan budaya lainnya
    Tema 5 : Transportasi dan Utilitas : jaringan jalan, kereta api, kabel transmisi dan jembatan
    Tema 6 : Batas administrasi : batas negara provinsi, kota/kabupaten, kecamatan dan desa
    Tema 7: Toponim : nama-nama geografi seperti nama pulau, nama selat, nama gunung dll
  
Unsur "Topografi" yang sangat diperlukan dalam Navigasi darat di Alam bebas juga sudah terdapat pada peta RBI. Dukungan Unsur yang lain akan membuat Navigasi Darat lebih mudah untuk dilakukan oleh siapapun. 
Peta RBI Skala 1 : 10.000
Saya akan menjawab pertanyaan kedua, bahwa Instansi yang mengeluarkan Peta RBI (Rupa Bumi Indonesia) adalah "Badan Informasi Geosapasial" atau yang dulu disebut dengan "Bakosurtanal", sebagaimana dijelaskan oleh Undang Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang "Informasi Geospasial". Badan Informasi Geosapasial adalah lembaga setingkat Kementrian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Kepala BIG setingkat dengan Menteri 

Peta RBI adalah "Dasar" dari peta peta lain yang ada di Indonesia. Selain peta RBI ada juga peta "Tematik". Peta tematik adalah peta dengan tema tertentu, bisa mengandung lebih banyak Tema dari Peta RBI juga bisa mengandandung lebih sedikit tema daripada Peta RBI. Untuk kehidupan sehari hari sebaiknya kita mempelajari peta RBI. Bahkan Organisasi besar seperti WANADRI pun menjadi Konsumen peta RBI.

Tentu ada beberapa perbedaan antara peta satu dengan yang lain, terutama dalam unsur unsur utama peta seperti Legenda, sistem koordinat, skala hingga Kartografi. Untuk pemula sebaiknya pelajari dulu satu jenis peta, yaitu peta RBI. Setelah mahir maka bisa menggunakan peta peta jenis lain karena pada dasarnya konsepnya adalah sama. 

Peta RBI sendiri terdiri dari beberapa Skala, mulai dari skala 1 : 250.000 hingga skala 1 : 10.000. Peta RBI dengan skala Standar yang paling sering digunakan di Indonesia adalah skala 1 : 25.000. Semakin besar skalanya tentu semakin teliti, maka jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal lebih baik menggunakan RBI skala 1 : 10.000. 

"Bagaimana cara mendapatkan peta RBI ? "

Bisa didapatkan di Cabang cabang penjualan Badan Informasi Geospasial di seluruh penjuru Nusantara 

Untuk pelayanan informasi dan produk Geospasial, pengguna dapat dapat menghubungi  Sentra Peta Badan Informasi Geospasial seperti tercantum di bawah ini :

Provinsi Sumatera Utara
Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan (Unimed)
Jl. Willem Iskandar Pasar V Kotak Pos No. 590 Medan

Provinsi Sumatera Barat
Bappeda Provinsi Sumatera Barat
Jl. Khatib Sulaiman No. 1 Padang
T : 0751-7054555; F : 0751-7055676
Provinsi Riau
Bappeda Provinsi Riau
Jl. Gajah Mada No.200 Pekanbaru
T : 0761-36031; F : 0761-36035
Provinsi Sumatera Selatan
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA
Kampus Universitas Sriwijaya Inderalaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km.35 Inderalaya 30662
T : 0711-581118
Provinsi DKI Jakarta
Mega Glodok Kemayoran
Ground Floor, Blok D 06 No. 05, 06 dan D 05 No. 03
Jl. Angkasa Kav. B-6, Kota Baru, Bandar Kemayoran
Jakarta Pusat
T : 021-26647344
Provinsi Jawa Barat
BAKOSURTANAL Gedung C
Pusat Pelayanan Jasa dan Informasi
Jl Raya Jakarta Bogor Km. 46 Cibinong 16911
T : 021-8753155 F : 021-87916647
Departemen Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga
T : 0251-422325, 629358; F : 0251-629358
Departemen Geografi-FMIPA Universitas Indonesia
Kampus UI Depok
T : 021-7270030, 77210658; F : 021-77210659, 78886680, 7270012
Koperasi Wanadri
Jl Aceh No. 155, Bandung
T : 022-4206440
Provinsi Jawa Tengah
Bappeda Provinsi Jawa Tengah
Jl. Pemuda No. 127-133 Semarang
T : 024-3515591 psw. 312; F : 024-3546802
Universitas Negeri Semarang
Gedung C-5, Lantai 3, Laboratorium Geografi-Fakultas Ilmu Sosial
Kampus Sekaran Gunung Pati Semarang
T : 024-8508011, 91264140
Toko Buku Jendela
Jl. Pemuda Utara No. 94, Klaten
T : 0272-329294
Universitas Sebelas Maret
Program Studi Pendidikan Geografi
Jurusan Pendidikan IPS-FKIP
Jl. Ir. Sutami No. 36 A
Surakarta 57126
T : 0271-646994 psw 379; F : 0271-648939
Provinsi DI Yogyakarta
Pusat Pelayanan Informasi Kebumian (PPIK) UGM
Ruko UGM No. 2, Jl.Agro Bulaksumur Yogyakarta
T :0274-557732; F : 0274-589595
UPN “Veteran” Yogyakarta (UPT Perpustakaan)
SWK (Lingkar Utara) No.104 Condong Catur Yogyakarta
T : 0274-486733 ext.364, 486402; F : 0274-486400
Provinsi Jawa Timur
Perpustakaan Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional
Jl. Bendungan Sigura-gura No. 2 Malang
T : 0341-551431 pes. 233; F : 0341-553015, 417634
Program Studi Teknik Geomatika FTSP - ITS
Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111
T : 031-5929487
Provinsi Bali
Jurusan Tanah Fak. Pertanian Universitas Udayana
Kampus Udayana Jl. P.B Sudirman, Denpasar
T : 0361-265327
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Bappeda Provinsi NTB
Jl. Flamboyan No.2, Mataram
T : 0370-623437, F:0370-622779
Provinsi Kalimantan Barat
Bappeda Prov. Kalimantan Barat - Unit Data Perencanaan Pembangunan
Jl. Ahmad Yani (Komplek Gubernur) Pontianak
T : 0561-736013/738784; F : 0561-731217
Provinsi Kalimantan Selatan
Jurusan Tanah Fak. Pertanian Universitas Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani - Banjarbaru Kalimantan Selatan
T : 0511-4777540, 4772254; F : 0511-4777540, 4772254
Provinsi Kalimantan Timur
Bappeda Prov. Kalimantan Timur
Jl. Kusuma Bangsa No. 2
Samarinda
T : 0541-741044
Provinsi Sulawesi Tenggara
Bappeda Prov. Sulawesi Tenggara
Jl. Mayjen S. Parman Kendari
T : 0401-3128740
Prodi. Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo
Jl. Malaka Kampus Bumi Tridharma Anduonohu Kendari
T : 0401-391692
Provinsi Sulawesi Selatan
Jurusan Ilmu Tanah-Fak. Pertanian dan Kehutanan UNHAS
Kampus UNHAS Tamalanrea Jl Perintis Kemerdekaan Km.11 Makassar
T : 0411-587076; F:0411-587076
Bappeda Sulawesi Selatan
Jl. Urip. Sumoharjo Km. 5 No. 269 Makassar
Telepon/Fax : 0411-453486 Ext 122
Provinsi Sulawesi Utara
Jurusan Ilmu Tanah-Fak. Pertanian Universitas Sam Ratulangi
Kampus Universitas Sam Ratulangi Bahu Manado 95115
T : 0431-862786; F:0431-846540
Provinsi Gorontalo
Fakultas Pertanian, Universitas Gorontalo
Jl. Jend. Sudirman No 247 Limboto, Gorontalo

Sekian dan Terimakasih 

Ditulis oleh : Andriyana L, ST  (Admin Komunitas Pendaki Gunung, Pendiri Sherpa Geodesi UNDIP, anggota SWAPALA KALIJAGA, Surveyor Pemetaan Badan Informasi Geospasial)

Kebebasan Sejati

Aku berkelana mencari kebebasan sejati. Aku pergi ke tempat yang sepi, jauh dari keramaian, dimana peraturan pemerintah tidak bisa menyentuhku, atau bahkan menghukumku. Aku menemukan kebebasan di puncak puncak gunung. Dimana angin bertiup dengan merdu, menepa daun daun yang jatuh diantara ilalang. Sementara itu langit tambak biru, memayungi bumi dengan keagunganya.  

Aku menikmati setiap kebebasan yang ku hirup. Di tempat ini kita benar benar bebas, menikmati setiap kedamaian yang alam sajikan. Bahkan aku selalu kembali ke tempat ini, kerinduan akan kebebasan selalu memaksaku kembali ke puncak puncak itu. 

Waktu berlalu begitu cepat, hari demi hari berganti, malam demi malam terlewat. Kini tuhan menempatkanku sebagai salah satu orang yang berjasa mendirikan MAPALA. Posisi sebagai Ketua MAPALA angkatan pertama membuatku terikat dalam strktural organisasi. Bahkan bertanggung jawab atas segala pergerakan organisasi ini. Aku terikat dengan mimpi mimpiku. Mimpi untuk membesarkan organisasi ini. 

Setelah bekerja sangat keras akhirnya tiba saatnya untuk melepaskan posisi ketua angkatan pertama. Angkatan kedua mulai bekerja melanjutkan apa yang telah dimulai. Namun nyatanya nuraniku terus memanggil untuk bekerja pada organisasi ini. Jiwaku belum mampu untuk melepaskan organisasi ini sepenuhnya. Organisasi ini mengikatku teramat kuat. 

Takdir membawaku ke tempat lain. Entah apa yang terlukis di garis tanganku. Tapi waktu memposisikanku sebagai orang yang mendirikan sebuah Komunitas dunia maya dengan member terbanyak se Indonesia. Dan ketika proses transformasi ke dunia nyata dimulai, aku sudah terikat sangat kuat pada proses tersebut. 

Tak henti sampai disitu, Ternyata Negara memanggilku untuk bekerja. Posisi di salah satu Instansi pemerintah setingkat kementrian membuat apa yang kukerjakan menjadi sesuatu yang sangat penting. Karyaku menjadi konsumsi para pejabat sekelas Bupati, Gubernur bahkan Menteri. 

Kini aku terjerat. Aku terikat dengan banyak lambang. Tanggung jawab membuatku selalu ada untuk melestarikan ikatan ikatan tersebut. Perjalanku yang bermula untuk mencari kebebesan membuatku tersangkut dalam sebuah jaring yang teramat rumit. Tapi setidaknya situasi ini memberikan sebuah pelajaran penting bagiku 

Tentu kita tidak bisa mendirikan dan membesarkan organisasi jika kita tidak tergabung dalam organisasi manapun, tentu kita tidak bisa bekerja pada Negara jika kita tidak tergabung ke bagian dari Negara itu sendiri, tentu kita tidak bisa membesarkan sebuah komunitas yang bahkan kita tidak memiliki ikatan tanggung jawab pada proses tersebut.

Kenapa presiden Soekarno menjadi legenda ?
Karena dia terikat tanggung jawab untuk mendirikan bangsa Indonesia

Kenapa Hitler menjadi legenda ?
Karena dia mengikatkkan nyawanya untuk perjuangan bangsa Jerman

Kenapa Soe Hok Gie menjadi legenda ?
Karena dia terikat dengan mimpi besarnya untuk mendirikan MAPALA

“Langkah awal untuk mengubah sesuatu adalah dengan mengikatkan pemikiran kita pada sesuatu yang ingin kita ubah, dan kebebasan sejati hanya bisa dimiliki ketika kita telah menyelesaikan perubahan itu” Catatan Pendaki Gunung

Datanglah pada bendera yang ingin kau besarkan, bukan malah lari seperti layaknya anak kambing yang dikejar singa !


Inspirasi :
  • Dari orang orang yang tidak mau bergabung dengan lambang apapun dengan alasan “Tidak ingin terikat
  • Dari orang orang yang memilih untuk bebas, “bebas dari tanggung jawab untuk mengubah sesuatu di dunia

Salam Lestari 

Pemimpin : Teknik Memberikan Pengaruh


Para pemimpin adalah orang orang yang mempunyai pengaruh kuat pada lingkungan sekitar. Setiap pemimpin mempunyai cara tersendiri untuk menciptakan pengaruhnya. Pemimpin harus mempunyai pengaruh yang kuat agar tujuan mulianya mendapatkan dukungan penuh oleh orang orang dekatnya. 

Tapi jika kita adalah seorang pemimpin dalam struktural pemerintahan maka kita hanya harus memberikan intruksi, kemudian seluruh bawahan mengikuti. Karena jika bawahan tidak mengikuti akan dikenakan hukuman. Tapi saya yakin jika konsep tersebut diterapkan di Organisasi atau Komunitas maka akan menjadi sebuah konsep yang buruk. Yang harus kita tahu adalah "memberikan pengaruh dengan ancaman hukuman" adalah cara terburuk dalam ilmu kepemimpinan. 

Banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk memberikan pengaruh pada orang orang sekitar tanpa ancaman hukuman, disinilah jiwa pemimpin yang sebenarnya diuji, Berikut cara yang biasa digunakan pemimpin untuk memperkuat pengaruhnya : 

1. Inpirasi 
Pemimpin harus menjadi inspirasi bagi orang orang terdekatnya. Pemimpin harus memberikan contoh sebelum dia menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu. Tunjukkan bagaimana anda melakukanya, maka mereka akan menaruh hormat pada apa yang anda lakukan. Kemudian mereka akan menjadikan anda sebagai inspirasi, mereka akan percaya bahwa anda tidak sekedar biacara, mereka akan percaya bahwa anda adalah seseorang yang harus menjadi panutan. Setelah itu terjadi maka mereka akan percaya bahwa apa yang anda coba lakukan adalah sesuatu yang akan membawa kita pada kebaikan. Dan orang orang terdekat anda akan terkena pengaruh dari apa yang ada ciptakan.

2. Motivasi
Motivasi adalah bagimana anda bertemu dengan seseorang, kemudian memberikan motivasi agar orang tersebut mau berjuang bersama anda. Teknik ini sangat sederhana, anda hanya harus memberikan alasan kenapa mereka harus ikut membantu perjuangan anda. Anda harus meyakinkan bahwa anda sedang memperjuangkan sesuatu yang benar, dan anda membutuhkan bantuan untuk mewujudkanya.

3. Konsultasi
Para pemimpin biasanya sengaja berkonsultasi pada beberapa orang walaupun sebenarnya dia sudah memahami akar permasalahnya. Bahkan dalam konsultasi tersebut dia cenderung “pura pura tidak memahami” agar orang orang yang diajaknya konsultasi bisa lebih pro aktif memberikan saran. Teknik ini bertujuan agar orang orang tersebut merasa dilibatkan dalam sesuatu yang penting. Hal ini juga secara tidak langsung akan mengikat orang orang yang diajak konsultasi untuk melakukan apa yang telah dibicarakan bersama karena merasa bertanggung jawab telah memberikan saran.

4. Mengambil Hati
Teknik ini biasanya digunakan secara personal. Berbicara singkat tentang hal yang berada di luar topik seperti misalnya kondisi keluarganya, kuliah, sekolah, Blog, Tulisan, Musik atau apa saja. Mereka akan merasa diperhatikan, kemudian mereka akan merasa bahwa anda adalah orang yang sangat peduli padanya. Mereka akan merasa bahwa anda sangat dekat dengan denganya. Para pemimpin harus selalu “merakyat”, bergaul dengan satu persatu rekanya, menciptakan hubungan yang lebih erat secara personal.

Bagaimanapun Indonesia masih membutuhkan para pemimpin, mereka yang bergerak untuk sebuah perubahan. Jadilah pemimpin yang disegani karena "kapasitas" bukan pemimpin yang disegani karena "jabatan" apalagi "umur" 

Semoga bermanfaat 

Ditulis : Andriyana L

Salam Lestari 




Fenomena Pendaki Cilik

Akhir akhir ini aksi para pendaki cilik berhasil mencuri perhatian pendaki tanah air. Para Balita atau pun Bayi tersebut bisa menapakkan kaki kakinya di puncak gunung tertinggi. Tentu mereka tidak berjalan sendiri, terkadang ada yang digendong oleh ayah ataupun ibunya. Para pendaki cilik tersebut mampu berada di puncak gunung, seperti yang kita tahu orang dewasa pun membutuhkan perjuangan luar biasa untuk sampai di puncak gunung.

Selalu ada banyak sudut pandang dalam memahami sebuah persoalan,

Gunung adalah tempat yang tidak ramah bagi siapapun. Tanjakan dan turunan membuat siapapun akan berkeringat untuk melewatinya. Udaranya yang dingin begitu tajam menusuk kulit. Jika siang, panasnya terik mampu menghanguskan kulit dengan mudah. Jumlah sumber air di gunung juga sangat terbatas begitu pula dengan jumlah makanan. Gunung tidak pernah ramah untuk para bayi. 

Jika kita melihat dari sudut pandang pertama maka akan terlihat betapa luar biasa bayi bayi yang telah berhasil sampai di puncak. Mereka telah melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh kebanyakan bayi lainya. Meskipun bayi tersebut bisa sampai di puncak karena bantuan orang tuanya, harus kita acungi jempol karena bayi tersebut juga harus menghadapi dinginya udara dan panasnya terik.

Dari sudut pandang kedua terlihat bahwa orang tersebut terlalu memaksakan kehendaknya kepada anaknya. Jika alasan adalah "mengenalkan alam sejak dini" tentu hal itu sangat tidak masuk akal. Coba anda ingat ingat apa saja yang pernah anda lakukan pada umur 1-4 tahun ? tentu kita sudah lupa. Kesimpulanya adalah bayi tidak bisa mengingat dengan jelas tentang kejadian yang dialaminya sejak kecil. Jika mengingat saja belum bisa apalagi memahaminya.

Ketika si bayi sampai di puncak gunung tentu orang tuanya akan kebanjiran pujian. Tapi saya rasa hal itu tidak setimpal dengan apa yang dialami oleh sang bayi. Sang bayi belum bisa berteriak kelaparan, kehausan, kedinginan dll. Sang bayi belum bisa mengatakan apa yang dia rasakan, tapi kita seolah olah tau apa yang dia rasakan.

Jika saya punya anak kecil maka tidak akan pernah saya ajak untuk naik gunung. Daripada saya menggendongnya ke puncak puncak gunung, saya lebih bangga ketika kelak dia mampu berada disana dengan jerih payahnya sendiri, dengan usahanya sendiri. Saya juga tidak pernah tega jika dinginya udara menyentuh kulit anak saya yang masih rapuh, ketika debu mengepung hidung mungilnya, ketika hujan membasahi wajahnya. 

Tergantung dari sudut pandang mana anda memandang,

Salam Lestari

 


Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru

Saya buka mesin pencari google dengan keyword "Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru". Dari hasil pencarian yang ada saya tidak melihat "Peta Jalur pendakian gunung Semeru" yang benar benar sesuai kaidah pembuatan peta. Menurut saya gambar gambar yang ada di hasil pencarian google tersebut tidak bisa mewakili peta karena tidak mempunyai sistem refrensi koordinat dan skala. Berdasarkan pada realita tersebut saya akan berusaha menyajikan peta jalur pendakian gunung Semeru hasil buatan saya sendiri.

Saya mendapatkan data GPS dalam bentuk tracking dari Komunitas Pendaki Gunung. Data tersebut saya overlay dengan data sekunder lain yang saya miliki. Saya memiliki peta kontur gunung Semeru dan juga peta penggunaan lahan gunung semeru. Saya kombinasikan semua data yang ada untuk menghasilkan peta terbaik untuk para pendaki gunung Indonesia. Peta jalur pendakian gunung Semeru saya bagi dalam beberapa jenis, berikut penjelasan lengkapnya :

1. Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru (Klasifikasi Ketinggian)

Peta ini disajikan dengan warna warna yang menampilkan ketinggian tertentu. Klasifikasi warna tersebut didapatkan menggunakan peta kontur yang diolah sedemikian rupa dengan software pemetaan. Peta ini juga dilengkapi dengan grid Koordinat dalam bentuk Geografis. 

2.  Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru (Peta Kontur)

Peta ini sangat cocok untuk mereka yg ingin melihat penampakan topografi gunung semeru. Peta kontur bisa dijadikan dasar dalam pembuatan jalur pendakian atau untuk keperluan SAR.

3. Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru (Penggunaan Lahan)

Peta ini diklasifikasi berdasarkan penggunaan tanah di kawasan gunung Semeru. Terbagi menjadi beberapa item seperti Danau, Hutan, Padang Rumput, Pemukiman, Perkebunan, Semak Belukar, Tegalan hingga Kawasan puncak Semeru.

4.  Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru (Peta Citra)

Citra ini bukan berasal dari google maps, tapi dari Bing Map. Citra ini diambil pada tahun 2012 sehingga kenampakan alamya tidak akan banyak berubah.

Skala pada semua peta diatas hanya berlaku jika di print dengan ukuran A0. Peta peta diatas hanya penampakan sekilas saja, peta aslinya bisa di download dalam bentuk PDF pada link dibawah ini


Semoga peta peta tersebut bermanfaat bagi para pendaki gunung yang akan mendaki gunung semeru

Salam Lestari


Ketika hidup tak bisa dihitung

Lebaran kemarin saya mudik ke kampung, berkumpul dengan sanak saudara untuk merayakan lebaran. Setidaknya saya bisa tersenyum lebar dengan status saya sebagai PNS instansi pusat. Saya membayar lunas apa yang telah orang tua saya korbankan untuk saya. Tapi semua takkan berahir disini, perjalanan masih panjang dan hidup masih terus bergulir. Pun sebenarnya utang seorang anak kepada orang tua tidak akan pernah lunas sepenuhnya.

Singkat cerita saya ngobrol dengan bapak tentang usaha sampingan yang sejak dulu saya impikan. Saya masih bingung untuk membuka usaha dalam bidang apa. Saya tidak pernah berbisnis dengan sesuatu yang tidak ada hubunganya dengan “teknik”. Hal ini merupakan sesuatu yang baru bagi saya. Saya tidak punya pengalaman dalam bidang ini. Saya sudah sering merencanakan usaha dengan Ms. Exel. Hitung hitungan dari mulai modal sampai keuntungan sudah saya hitung rinci sedemikian rupa.

Anggap saja saya punya modal yang cukup, tau lah bro kalo SK PNS bisa di tukar dengan segepok uang di bank alias utang. Tapi yang masih mengganjal dalam pemikiran saya adalah ketakutan untuk memulai, saya sangat takut bangkrut. Dalam hitung hitungan yang saya lakukan ternyata keuntunganya terlau sedikit, saya khawatir tidak bisa membalikkan modal. Dalam rencana yang lain tenaga ahlinya kurang banyak dan uang untuk membayar gajinya juga terlalu banyak. Ah, saya sangat bingung dengan semua angka di otak saya.

Kemudian bapak saya berkata “Kalo punya uang belilah sawah”. Otak saya langsung merespon dengan segala kemungkinan tentang sawah. Sawah tidak akan memberikan keuntungan besar, tenaga yang dihabiskan tidak sepadan dengan uang yang dihasilkan. “Bukan begitu cara berfikirnya”, bapak saya memulai ceritanya….

Ada seorang penjahit kecil, tidak mempunyai toko besar atau cabang, istrinya hanya ibu rumah tangga biasa. Dia mempunyai 5 orang anak dan seluruh anaknya bisa merasakan bangku kuliah. Kini anak anaknya telah menjadi orang sukses, membuat bapaknya sangat bangga akan anak anaknya. Jika dihitung dengan angka angka dan perhitungan matematis tentu mustahil seorang penjahit kecil bisa membiayai kuliah 5 orang anaknya. Tapi kenyataanya dia mampu ….

Ada seorang pedagang kecil di sebuah desa. Berjualan kebutuhan rumah tangga bagi orang orang desa. Tokonya tidak besar, layaknya pedagang kecil biasa. Tapi dia bisa naik haji. Mungkin kalkulator saya akan eror ketika diminta untuk menghitung kejadian ini. Mungkin Ms. Exel juga akan blank jika digunakan untuk menghitung kejadian ini. Bagaimana bisa keuntungan yang mungkin sangat kecil itu bisa terkumpul untuk naik haji. Entahlah, tapi begitu kenyataanya …..

Bukan berarti orang orang itu punya pesugihan atau memuja dukun tertentu, tapi karena orang orang tersebut mempunyai “usaha yang berkah”, yaitu usaha yang dijalankan dengan tulus dan sepenuh hati, mencari keuntungan dengan sebuah kerja keras, sebuah usaha yang di niati dengan kebaikan, sebuah usaha yang tidak merugikan orang lain.

Tentunya cerita tersebut bermaksud menegur pemikiran saya yang sangat rasional dengan angka dan perhitungan. Ternyata dalam membangun usaha,  modal dan pemikiran saja tidaklah cukup. Tentu harus diniati dengan kebaikan, kerja keras, pantang menyerah, tulus dan ikhlas. Intinya kisah kisah tersebut mengingatkan saya bahwa sekeras kerasnya saya berfikir tidak pernah akan terwujud tanpa persetujuan yang kuasa. Yang sering kita lupakan adalah ada kekuatan yang sangat besar yang sedang mengatur takdir untuk kita.

Ada orang yang mempunyai peghasilan besar, tapi karena hidupnya kurang berkah, tidak mau beramal, tidak mau bersyukur maka dikirimkanlah takdir untuk mengingatkan mereka. Misalnya mobilnya hilang, rumahnya terbakar dan lain sebagainya. Di lain sudut ada orang dengan peghasilan kecil tapi hidupnya berkah, mereka tidak pernah tersentuh musibah dan selalu dilimpahkan oleh keberuntungan keberuntungan.

Memang kita tidak bisa meramalkan takdir dengan ilmu matematika. Hidup itu tidak semudah satu ditambah satu sama dengan dua.

“Ketika Hidup Tak Bisa Dihitung”

Kisah Anak Yatim

"Fin" adalah nama seorang anak yatim yang akan menjadi tokoh utama dalam kisah ini. Fin adalah nama samaran yang akan saya pakai untuk menuliskan cerita nyata ini. Saya hanya tidak ingin suatu saat nanti ketika dia tumbuh besar, dia akan tahu tentang kisah kelam masa kecilnya. Biarlah masa lalunya yang terjal tertinggal pada tulisan ini dan menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua.

Fin lahir di luar negeri, tepatnya di sekitar timur tengah. Ibunya meninggal ketika melahirkanya. Ayahnya menghilang entah kemana. Ibunya adalah orang Indonesia yang bekerja di luar negeri, sedangkan Ayahnya adalah orang timur tengah asli. Sejak kecil dia dibesarkan oleh lingkungan panti asuhan. Dia bahkan tidak pernah merasakan ASI ibu kandungnya sendiri.

Ketika usianya menginjak 3 tahun dia dideportasi ke Indonesia menggunakan pesawat. Dia mendarat di Jakarta dan menetap disana selama beberapa minggu hingga akhirnya dipindahkan ke sebuah panti asuhan di salah satu propinsi di Indonesia. Sewajarnya anak kecil yang baru belajar bicara, dia pun masih bingung akan bicara menggunakan bahasa apa. Dia baru saja belajar bahasa inggris walaupun sedikit. Kini dia tiba di Indonesia, menghadapi bahasa yang sama sekali tidak dia pahami. Entah apa yang ada di pikiran anak sekecil itu. Mungkin dia juga tidak paham sama sekali pengertian “bahasa”.

Perlahan lahan dia belajar bahasa Indonesia dari pengurus panti asuhan. Sesekali dia menggunakan bahasa inggris ketika tidak tahu kata yang tepat dalam bahasa Indonesia. “Noodle”, “Pocket” adalah kata kata yang sering terlontar dalam dialognya yang masih kacau. Meskipun begitu dia adalah anak yang cerdas, saya yakin kecerdasanya di atas rata rata. Dalam 5 bulan dia sudah bisa menguasai bahasa Indonesia dengan baik, bahkan lebih baik dari anak berusia 3,5 tahun yang terlahir di Indonesia.

Fin adalah anak laki laki yang sangat tampan, rambutnya agak sedikit coklat. Tangan dan kakinya penuh luka, masa lalunya benar benar tragis. Fin hidup di panti asuhan dengan keseharianya. Dia makan sendiri, mandi sendiri, memakai baju sendiri dan melakukan apapun sendiri. Pengurus panti yang jumlahnya sedikit tidak mungkin bisa mengurus semua anak yatim yang berada disana.

Kadang 1 orang pengurus panti bisa mengawasi 15 orang anak kecil sekaligus. Ada yang masih berumur 2, 3 hingga 4 tahun. Mereka kadang berebut makanan, mainan, baju, bahkan kadang bisa sampai berkelahi satu sama lain. Anak anak ini dibesarkan oleh lingkungan yang keras, tidak seindah masa kecil anak anak seusianya.

Pada hari libur banyak orang yang datang ke panti asuhan untuk menjenguk anak anak yatim. Mereka berencana mengadopsi anak tersebut, tapi tentunya harus menunggu terlebih dahulu karena begitulah peraturanya. Dalam masa tunggu tersebut calon orang tua angkat sering pergi ke panti asuhan untuk menengok calon anaknya. Mereka sering membawa makanan, minuman hingga mainan. Mereka menghabiskan hari libur dengan bermain bersama anak anak tersebut.

Waktu yang ditunggu akhirny tiba, berselang 6 bulan sejak kedatanganya di Indonesia kini Fin mempunyai orang tua angkat. Pada hari itu banyak anak panti asuhan yang dilepas kepada masing masing calon orang tua angkat. Suasana haru menyelimuti panti asuhan, para pengurus panti seperti tidak tega melepas kepergian mereka. Saya bisa memaklumi hal itu karena para pengurus ini lah yang membesarkan mereka, satu satunya orang yang mereka miliki saat itu.

Mereka harus menahan rasa sedih melihat kondisi anak anak yatim yang datang ke tempat itu untuk pertama kali. Mereka mengobati setiap luka yang ada, mengobati setiap tetes air mata yang mengalir. Mereka menjadi ibu ketika anak anak tersebut membutuhkan Ibu. Mereka menjadi ayah ketika anak anak tersebut membutuhkan Ayah. Saya juga yakin anak anak tersebut juga tidak tahu apa itu “ibu” dan apa itu “ayah”.

Mereka bekerja dengan tulus merawat anak orang lain. Mereka merawat seorang anak yang akan meninggalkanya sebentar lagi, mungkin kelak ketika dewasa mereka juga tidak akan diingat oleh anak anak tersebut. Pekerjaan ini berat, dimana mereka bermain dengan seribu rasa yang harus mereka hadapi. Kadang ada rasa prihatin, kadang juga merasa jengkel atau lelah, kadang merasa terhibur dan bahagia, juga merasa sedih karena ditinggalkan.

Jika seorang engineering adalah mereka yang bekerja dengan otak,
Jika seorang Kuli Bangunan adalah mereka yang bekerja dengan Otot,
Maka para pengurus panti ini adalah mereka yang bekerja dengan Hati,

“Bersambung”


Antara Indonesia dan Timor Leste (Part 2)

Badan Informasi Geospasial, Kementrian Pertahanan, TNI-AD, Warga Lokal




Sambungan dari tulisan sebelumnya
"Antara Indonesia dan Timor Leste (Part1)"

Pagi itu kami mulai bersiap untuk melakukan expedisi. Tim kami terdiri dari 2 orang pegawai Bakosurtanal, termasuk saya, 1 orang Kementrian Pertahanan dan sisanya 4 angota TNI yang bertugas diperbatasan, tepatnya di pos Lakmaras. Pagi itu cuaca cukup dingin, kabut turun tebal, menutupi pemandangan yang harusnya terlihat indah. Kami menunggu cuaca cerah sambil menikmati sarapan pagi. 

Jam 09.00 WITA cuaca mulai cerah, kami pun segera memulai perjalanan. Sebelumnya kami telah menghubungi seorang teman dari Kementrian Luar Negeri Timor Leste. Kami sepakat untuk bertemu di sungai perbatasan. Expedisi kali ini adalah expedisi bersama antara tim Indonesia dengan tim Timor Leste dalam rangka survey pembuatan pilar batas Negara. 

Akses jalan daerah perbatasan RI-Timor Leste
Kami meninggalkan pos, menuruni bukit menuju ke sungai. Kami membawa HT untuk berkomunikasi dengan pos Tentara lain di sekitar perbatasan. Kami juga membawa senjata laras panjang sebagai prosedur keamanan. TNI yang mengiringi kami memakai pakaian loreng dengan sepatu lapangan.

Perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste berupa sungai yang membentang dari arah utara ke selatan. Kali ini kami akan menyusuri sungai tersebut untuk menentukan pemasangan pilar batas antara Indonesia dan Timor Leste. Jalan yang kami lalui untuk menuju sungai sangat licin, mungkin bekas gerimis semalam. Jalan ini membentang diantara semak belukar dan rerumputan. Di seberang tampak pemandangan perbukitan hijau yang sangat indah. Sayangnya bukit tersebut adalah milik Timor Leste. 

Sungai Perbatasan RI-Timor Leste
1 jam berselang akhirnya kami sampai di sungai. Kami menunggu teman dari timor leste sambil beristirahat sejenak. 1 Jam berlalu tak juga tampak wujudnya, akhirnya kami berinisiatif mencarinya. Akhirnya kami bertemu dengan teman dari Timor Leste. Mereka datang hanya bertiga, 1 orang dari Kementrian Luar negeri dan 2 orang anggota UPF (United Police Force) atau polisi perbatasan Timor Leste.

Kami memulai perjalanan ini, kami menyusuri sungai untuk menentukan lokasi lokasi pemasangan pilar batas Negara. Pilar ini dipasang di pinggir sungai. Setiap titik batas dipasang 2 pilar, 1 di tepi sungai Indonesia dan 1 lagi di tepi sungai Timor Leste. Pada expedisi kali ini kami akan memasang sekitar 40 pasang pilar.

Sementara itu di perbatasan bagian selatan juga terdapat tim lain yang melakukan kegiatan serupa sehingga totalnya kedua Negara akan memasang 80 pasang pilar yang mana 40 pasang dipasang oleh Indonesia dan 40 pasang lagi dibuat oleh Timor Leste. Anggaran yang digunakan untuk memasang 40 pasang pilar sekitar 900 juta rupiah. Itulah yang menyebabkan pekerjaan ini tidak bisa langsung diseleseikan di seluruh perbatasan timor leste, selain karena anggaranya besar juga tim ahlinya kurang. Kegiatan ini membutuhkan kemampuan otak dan fisik yang sama baiknya. Ini adalah medan yang tepat untuk seorang Engineering sejati.

Sungai Perbatasan RI-Timor Leste
Kami terus berjalan, menyusuri sungai yang tidak terlalu dalam. Sungai ini mengalir ke utara, berlawanan arah dengan kami yang bergerak ke selatan. Air sungai ini mengandung zat kapur, kita harus memasaknya hingga mendidih sebelum diminum. Di pinggir sungai tampak semak belukar dan hutan yang cukup lebat.

Ketika musim hujan sungai ini biasanya meluap. Air bah bisa datang sewaktu waktu ketika musim hujan. Bahkan jika disini tidak hujan air bah bisa datang karena dikirim dari wilayah hulu yang mungkin sedang hujan. Jika air tiba tiba menjadi keruh kecoklatan, kemudian terdengar suara gemuruh yang dahsat, maka hal itu menjadi pertanda bahwa air bah telah tiba. Kami harus waspada …..

Tim Gabungan Indonesia-Timor Leste
Ya, inilah aku dengan kehidupanku. Aku yang dibesarkan di gunung gunung. Aku yang dibesarkan di alam liar. Aku yang selalu berfikir bahwa semua itu tidak akan sia sia. Kini Aku bekerja di BAKOSURTANAL atau sekarang dikenal dengan BIG (Badan Informasi Geospasial), tepatnya di Pusat Pemetaan Batas Wilayah. BIG adalah badan setingkat kementrian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Instansi Pemetaan tertinggi di Indonesia.

Sulit bro bisa berada disini. Aku harus melewati 5 test untuk bisa berada disini. Test Kemampuan Dasar, Test Psikotes, Wawancara Psikotest, Test Kemampuan Bidang dan Wawancara Bidang. Tidak ada lagi KKN di instansi setingkat kementrian, semua serba “0” rupiah. Masih ingat ketika aku selalu bertapa di rumah setelah lulus kuliah. Membaca buku TKD yang super tebal, membaca buku psikotest dan buku buku akademik hingga les Bahasa Inggris privat untuk persiapan Wawancara.

Aku duduk di depan rumah menggambar pohon, menggambar orang, menggambar benda benda sebagai persiapan test psikotes. Seperti anak TK, mungkin itu yang dipikirkan orang orang rumah ketika melihatku. Beberapa hari sebelum hari-H aku sempat menghubungi Temanku yang juga seorang dokter. Dia menyuruhku untuk banyak banyak minum susu sebelum hari H, menyiapkan vitamin dan obat herbal agar tidak sakit, menyiapkan CTM jika semalam sebelum hari H kesulitan tidur, menyiapkan Vitamin otak untuk membuat otak bisa berfikir lebih lama, jangan makan nasi ketika pagi karena akan membuat ngantuk, segalanya dipersiapkan dengan begitu detail.

Dan yang terakhir adalah meminta pada Tuhan yang mahas Esa, jangan pernah Sholat 17 rakaat dalam sehari, jangan puasa 30 hari dalam se-tahun. lakukan lebih dari itu ! Segalanya akan berakhir Indah, sangat Indah …….

Semoga bisa menginspirasi bagi teman teman yg gagal terus menerus mengikuti test CPNS, hahaha

Ini adalah perjalanan Dinasku yang pertama dalam hal perbatasan luar negeri. Rasanya seperti kembali ke rumah, dimana hutan menjadi taman bunga dan kabut menjadi penyejuk kalbu. Inilah dunia PNS menurutku, duniaku yang berbeda dengan PNS PNS biasanya.

Ngantor itu nggak harus di depan Monitor
Ngantor itu nggak harus In Door
Ngantor itu boleh pakai celana Kolor
Begitulah bunyi salah satu iklan Rokok,
Aku banget ……

Dulu aku mempunyai mimpi untuk bekerja di PT. Freeport Indonesia. Gaji yang besar akan membuatku leluasa untuk berkarya, bisa menggerakkan komunitas, mendaki gunung manapun, membeli kamera mahal, piano, guitar, mobil mewah, rumah dan lain sebagainya. Sialnya orang tua tidak merestuiku untuk hal itu dan akhirnya takdir membawaku menjadi PNS.

Kini aku menyadari bahwa saat ini aku harusnya bangga. Saat ini aku bekerja dalam pengukuran batas Negara. Tidak lagi membawa nama besar almamater UNDIP, tidak lagi membawa nama Pusat Pemetaan Batas Wilayah, tidak lagi membawa Nama Badan Informasi Geospasial tapi membawa nama besar Indonesia, berjuang untuk memastikan bahwa setiap jengkal tanah Indonesia adalah milik kita.

Selamat datang di perbatasan

Wahai pejuang garis Batas

"Bersambung"

SALAM LESTARI