"Karena yang terpenting bukan apa yang kita dapat dari dunia, tapi apa yang bisa kita beri pada dunia"

Bersih Kota Tua - Komunitas Pendaki Gunung

 

Salam Pendaki 

Terkait dengan apa yang sudah di agendakan pada KOPDAR IV Regional JABODETABEK. Berikut agenda bersih Kota yang akan digelar tanggal 23 maret besok:

Lokasi: Kota Tua
Jam : 09:00 s/d Selesai
Kegiatan: Sweeping Sampah & Silaturahmi
Meeting Point: Depan Meriam Musium Kota Tua
Bagi Rekan-rekan yang ingin berpartisipasi dalam acara tersebut silahkan datang di jam yang sudah ditentukan.

CP: Sefrina Widianto: 08888419995
A'ab Sukma Jati Baellah: 085715815058
Intan Vogoromoko: 081294781329

NB: Harap membawa perbekalan logistik sendiri.
 
 "Kalo bukan kita siapa lagi, kalo bukan sekarang kapan lagi"
 
Salam Lestari
 
 

Tolak Golput


Keadaan negara kita sudah sangat memperihatinkan. Satu persatu fakta yang terkuak menjadikan kita terheran heran. Banyak kasus di negeri ini yang melibatkan para pejabat pemerintahan. Kasus yang terkuak pun terkadang membuat kita tertawa terbahak bahak. Negeri ini memang sudah tidak waras. Mereka yang sebenarnya waras malah semakin didepak dan ditenggelamkan. 

Bagaimana kita tidak tertawa jika ketua Mahkamah Konstitusi yang harusnya menjadi panutan dalam penegakan hukum di indonesia malah terciduk polisi. Yang lebih membuat kita sakit perut adalah dinobatkanya lembaga Kepolisian sebagai lembaga paling korup di indonesia. Terus kita mau laporan kemana lagi ??? terus kita mau percaya pada siapa lagi ???

Belum lagi kasus dinasti jabatan yang ada di Provinsi Banten. Sebenarnya para pejabat itu kumpulan orang hebat atau kumpulan teman dekat ??? haduhhhh.

Ada juga rekaman anggota DPR yang sedang menonton video porno
Ada juga penemuan kondom di sudut sudut gedung DPR
Ada juga sosok yang mengaku sangat beragama ternyata mempunyai banyak wanita simpanan
Ada juga mantan putri indonesia yang juga anggota DPR tersangkut kasus korupsi
Aku tidak sanggup meneruskan tulisanku .......
Aku tidak kuat menahan rasa malu akan bangsaku ........

Hal hal tersebut membuat kita semakin tidak percaya pada pemerintah. Akibatnya adalah timbulnya rasa pesimis pada generasi muda jaman sekarang. Tidak ada yang lebih berbahaya daripada generasi muda yang telah kehilangan semangatnya. Generasi muda tidak peduli lagi tentang negara. Mereka tidak peduli lagi tentang siapa yang akan memimpin bangsa ini. Mereka tidak peduli lagi pada pemilu. Semua itu menjadikan banyak generasi muda yang memilih GOLPUT pada saat pemilu.

Pada jaman sekarang generasi muda merasa sangat banga jika GOLPUT. Mereka merasa GOLPUT adalah cara terbaik meluapkan kekecewaan. GOLPUT dipandang sebagai sesuatu yang keren. Haduuuuhhhhh mau dibawa kemana negara ini.

Woe kamu !
Iya kamu yang GOLPUT !

Tidak sadarkah kamu jika ada beberapa gelintir orang indonesia yang masih baik. Tidak sadarkah kamu jika selalu ada terang diantara gelap. Orang orang itu mencoba merangkak perlahan, mencoba membenahi negeri ini, dan kau malah menguap dengan ideologimu. Orang orang itu butuh bantuan kita, orang orang itu butuh dukungan kita. Kita hanya harus mencari orang orang itu. Orang orang itu ada, hanya kita yang terlalu pesimis pada keadaan. Menemukan orang orang itu adalah tugas kita. Orang orang yang harusnya maju sebagai pemimpin. Memangnya siapa lagi kalo bukan kita ???? bukankah kita juga orang indonesia ???

GOLPUT adalah salah satu bentuk pesimistis terhadap bangsa. Mungkin Bung karno dan Bung Hatta akan menangis jika melihat generasi muda jaman sekarang. Harusnya semangat membara proklamasi masih mengalir deras di dalam darah kita. Tokoh proklamasi yang mengajarkan kita untuk berjuang, bekerja keras dan selalu optimis. Aku ingin berbicara padamu bung, inilah keadaan generasi muda jaman sekarang. Sepertinya kau perlu menegurnya dengan semangatmu.

 
"Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu." — John Fitzgerald Kennedy

Tugas kita tidak seberat para pahlawan tempo dulu. Tugas kita hanya menemukan pemimpin yang benar untuk bangsa ini. Kita harus tahu bahwa indonesia telah memanggil pemimpinya dan kita sama sekali tidak peduli tentang nya. GOLPUT tidak akan merubah apapun bro, tanda bahwa ada atau tidaknya dirimu tidak bermanfaat sama sekali untuk negara ini.

Kita harus lebih optimis menatap masa depan, mungkin hanya itulah yang bisa membuat Bung Karno tersenyum. Jangan pernah bangga mengibarkan bendera merah putih di puncak puncak tertinggi jika adamu tidak bisa memberikan apapun untuk bangsa ini. Bangsa ini butuh pemimpin dan kita lah yang harus menemukanya. Itulah salah satu cara sederhana untuk berbakti pada bangsa

9 April 2014
Saatnya generasi muda menentukan siapa pemimpin negara ini

Selalu ada terang sehabis gelap, jika kau tidak berfikir demikian maka kau adalah bagian dari kegelapan itu sendiri - Catatan Pendaki Gunung


SALAM LESTARI
 

Aku dan Bendera


Ah, mungkin kau tak pernah mengerti bagaimana rasanya. Melihat sebuah bendera berkibar dengan megahnya. Di tengah tengah bendera tersebut terpahat sebuah lambang. Dimana tanganmu mempunyai andil besar dalam pembuatanya.

Mungkin kau juga tak pernah mengerti bagai mana rasanya. Melihat bendera itu dikibarkan oleh wajah wajah yang tidak kau kenal. Wajah wajah para penerus yang berbeda generasi. Mereka yang kini menggenggam masa depan bendera tersebut.

Mataku menatap tajam ke lambang tersebut. Mencoba menerawang beberapa masa ke belakang. Mulai terkuak satu demi satu kisah. Sebuah kisah tentang perjuangan, sebuah tekad yang tak pernah padam, sebuah ambisi yang tak pernah pudar.

Masih teringat dalam benakku dimana bendera tersebut membuatku tak pernah pulas tertidur, membuatku tak pernah tenang dalam diamku, membuatku tak pernah damai dalam hariku

Sebuah bendera yang membuatku berkeringat 
Sebuah bendera yang membuatku berjuang
Sebuah bendera yang membuatku bekerja keras
Sebuah bendera yang membuatku berfikir keras

Banyak waktu yang tersita untuk ini
Banyak tenaga yang terkuras untuk ini
Banyak pemikiran yang tercurah untuk ini
Tapi kini, aku bisa tersenyum karena ini
Aku sangat bahagia karena ini

Oh benderaku, aku tidak pernah peduli bagaimana dunia memandang kita
Adamu membuatku belajar tentang arti sebuah perjuangan
Adaku membuatmu berkibar di antara puncak puncak gunung

Aku hanya ingin kau terus berkibar
Tidak peduli siapa yang memegang erat ragamu
Karena siapapun tangan yang menyentuhmu
Mereka adalah aku dari generasi yang lain

Aku yang begitu mencintaimu
Aku yang selalu membanggakanmu

Sampai bertemu di lain waktu
Aku selalu ada dalam sejarahmu
Begitu pula kau yang selalu ada dalam kisahku

001/001 SHERPA

SOLID SOLID SOLID


Pendakian Bersama Gunung Papandayan (Komunitas Pendaki Gunung)


Komunitas Pendaki Gunung bukan sekedar komunitas di dunia maya. Komunitas pendaki gunung bukan hanya sekedar group di jejaring sosial. Komunitas pendaki gunung adalah sebuah komunitas di dunia nyata. Komunitas pendaki gunung adalah tempat berkumpulnya seluruh pendaki gunung nusantara.

Group ini dibuat oleh seorang pendaki gunung, tidak penting siapa dia. Group ini dijalankan oleh 3 orang admin yang juga tidak begitu penting identitasnya. Tapi satu hal yang pasti ke-3 orang tersebut adalah seorang pendaki gunung. Group ini dibuat pada tahun 2008 ketika jumlah pendaki gunung tidak sebanyak ini. Group ini dibuat ketika hobi mendaki gunung belum tenar seperti sekarang. Waktu demi waktu berlalu hingga akhirnya group ini bisa bertahan sampai sekarang. Hingga saat ini member group Komunitas Pendaki gunung di Facebook mencapai angka sekitar 30.000 personil.

Komunitas pendaki gunung terbagi menjadi beberapa regional. Hingga saat ini regional yang telah terbentuk adalah regional Jabodetabek, regional Semarang, regional Solo, regional Bandung dan regional Jogja. Info tentang pergerakan masing masing regional selalu di posting di group Komunitas Pendaki Gunung di Facebook. Pergerakan setiap regional selalu berbeda beda hal ini tergantung dengan ketua regional tersebut.

Kopdar pertama regional jabodetabek dihadiri oleh 23 orang. Pada kopdar kedua kepengurusan regional jabodetabek segera dibentuk. Sodara Iman terpilih menjadi ketua regional jabodetabek. Pada kopdar ketiga dihadiri oleh sekitar 40 orang. Pada kopdar ketiga dibahas mengenai acara yang akan dilakukan oleh regional jabodetabek dalam waktu dekat. Berdasarkan perundingan yang matang akhirnya KPG regional Jabodetabek mengadakan acara dengan judul “Pendakian massal Gunung Papandayan”

Ketua pelaksana kegiatan ini adalah Sodara Abdullah dibantu dengan panitia lainya seperti Sodara Bella, Wanda, Amir, Novi, Intan, Bayu, Panji, Arie, Firman, Uni dll. Kegiatan tersebut juga dibantu oleh ketua KPG regional Jabodetabek dan Pendiri KPG. Publikasi secara gencar gencaran selalu dilakukan di group Komunitas Pendaki Gunung di Facebook. Alhasil acara tersebut diikuti oleh sekitar 90 orang termasuk panitia.

Beberapa hari sebelum acara panitia melakukan teknikal meeting yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Ragunan. Acara ini diisi oleh pengarahan dari panitia untuk para peserta pendakian gunung Papandayan. Panitia menyampaikan beberapa materi dasar tentang teknik packing dalam pendakian, pemilihan makanan untuk pendakian, perlengkapan dasar pendakian dan materi materi lain yang dirasa penting untuk disampaikan. Teknikal meeting sangatlah penting mengingat banyak dari peserta yang belum pernah sama sekali mendaki gunung juga cuaca yang sedang memasuki puncak dari musim hujan.

31 Januari 2014

Jam 21.00 WIB
Seluruh peserta berkumpul di terminal Kp. Rambutan untuk melakukan registrasi ulang. Setelah itu seluruh peserta beserta panitia berangkat menuju basecamp gunung papandayan menggunakan 2 buah bus AC yang telah dibooking sebelumnya.

1 Februari 2014

Jam 03.00 WIB
Seluruh peserta telah sampai di daerah lereng gunung papandayan. Dari sana kami menggunakan mobil pick Up untuk sampai di basecamp pendakian gn. Papandayan. Kami menyewa sekitar 9 mobil pick Up untuk menuju Camp David. Camp David adalah nama basecamp pendakian gunung Papandayan.

Jam 07.00 WIB
Panitia kemudian membagi peserta menjadi beberapa kelompok pendakian agar lebih mudah dikoordinir. Setiap kelompok didampingi oleh beberapa panitia yang sudah paham tentang jalur pendakian yang akan dilewati. Panitia membagikan syal berwarna hijau untuk para peserta. Hal ini dimaksudkan agar peserta pendakian KPG bisa dibedakan dengan para pendaki lain. Sementara itu panitia memakai syal berwarna biru agar mudah dibedakan antara peserta dan panitia.




Jam 11.00 WIB
Seluruh peserta telah sampai di kawasan Pondok Salada. Beberapa tenda telah didirikan oleh tim leadaer yang telah berada di sini 1 hari sebelumnya. Di depan komplek tenda KPG panitia telah memasang spanduk bertulisakan “Pendakian bersama gunung Papandayan”.Peserta yang telah tiba di pondok salada segera di bagi untuk mengisi tenda tenda yang telah disediakan. 


Jam 15.00 WIB
Acara selanjutnya adalah hunting foto sunset di kawasan hutan mati. Hutan mati berjarak sekitar 30 menit dari pondok salada. Beberapa peserta memilih untuk tetap berdiam diri di pondok salada untuk melakukan kegiatan lain. Setelah hari mulai gelap semua peserta dan panitia yang berada di hutan mati segera merapat ke pondok salada.

Jam 19.00 WIB
Semua peserta dan panitia berkumpul dan duduk membentuk lingkaran. Panitia telah menyediakan ruang kosong diantara tenda tenda yang telah didirikan. Acara selanjutnya adalah silaturahmi sesama pendaki gunung. Semua saling memperkenalkan diri satu persatu untuk lebih mempererat tali kekeluargaan.

Setelah itu dibukalah forum diskusi yang berkaitan tentang pecinta alam indonesia. Satu magna yang bisa dipetik dari forum KPG malam itu adalah kita harus selalu mengingat prinsip 3M dalam menjaga kelestarian lingkungan. 3M tersebut adalah :
1. “M”ulailah dari hal hal kecil
2. “M”ulailah dari diri sendiri
3. “M”ulailah dari sekarang

2 Februari 2014

Jam 04.00 WIB
Semua peserta berjalan menuju ke tegal alun didampingi oleh panitia. Beberapa panitia berjaga di pondok salada mengamankan tenda tenda yang masih berdiri. 

Jam 06.00 WIB
Semua peserta telah sampai di tegal alun. Pagi itu cuaca sedikit mendung. Kabut tipis menyelimuti padang edelweis yang tersaji di tegal alun. Meskipun begitu pemandangan yang tersaji sudah sangat menawan. Pengalaman ini menjadi cerita tersendiri bagi para peserta pendakian ini.

Jam 10.00 WIB
Semua peserta telah sampai di Pondok Salada. Hujan gerimis memaksa semua peserta untuk berteduh di dalam tenda. Sementara itu semua peserta mulai packing sambil menunggu hujan reda. Setelah hujan reda semua barang yang tersisa segera di packing. Setelah itu para peserta melakukan aksi bersih sampah untuk menjaga alam ini tetap bersih. Semua sampah mulai dari yang besar hingga yang paling kecil diangkut turun ke bawah. Pendakian ini insyallah tidak menyisakan sampah sedikitpun. Yang tersisa hanyalah jejak jejak kaki para peserta pendakian KPG.

Orang orang yang sebelumnya tidak saling mengenal satu sama lain kini mulai saling mengenal. Mereka yang sebelumnya hanya mengenal Komunitas Pendaki Gunung lewat Facebook kini bisa bertatap muka langsung dengan para pengurusnya. Semoga kegiatan ini bisa menumbuhkan silaturahmi diantara para pendaki gunung nusantara. Pada akhirnya Komunitas Pendaki Gunung bisa mempersatukan para pendaki gunung dan menciptakan keluarga baru.


Kami jajaran Admin KPG mengucapkan terimakasih sebesar besarnya untuk semua panitia yang telah bekerja keras demi kelancaran acara ini dan seluruh peserta yang sudah menyempatkan diri hadir pada pendakian kali ini. Terimakasih banyak ....

Berawal dari seorang anak muda yang membuat group kecil di Facebook. Hingga terlaksana sebuah pendakian dengan partisipan sekitar 90 pendaki gunung. Saya tidak mengira Komunitas Pendaki Gunung akan sebesar ini

Tapi ini hanya sebuah langkah kecil dari Komunitas Pendaki Gunung. Bagaimanapun alam butuh kepedualian nyata dari Komunitas Pendaki Gunung. Kami sudah siap membuat gebrakan berikutnya.

Mari kita satukan pemikiran
Mari kita bulatkan tekad
Mari kita sisihkan tenaga
Menjaga alam indonesia melalui Komunitas Pendaki Gunung.
Semoga Komunitas Pendaki Gunung bisa terus berkembang
Semoga Komunitas Pendaki Gunung bisa berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam indonesia

Nantikan Event berikutnya !
Ditunggu kontribusinya ....

“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi”

SALAM LESTARI

Follower atau Pioneer


Di bumi ini hanya ada 2 jenis manusia, Follower atau Pioneer. Follower adalah mereka yang hidup untuk mengikuti keadaan yang telah tercipta sebelumnya walaupun itu buruk sekalipun. Pioneer adalah para penggagas, para penggerak, para aktifis, para revolusioner dan segala jenis manusia yang mempunyai pemikiran untuk merubah sesuatu di dunia ini. Keadaan negara kita yang sangat memperihatinkan adalah bukti bahwa jumlah follower lebih banyak dari jumlah Pioneer. Kebanyakan orang di indonesia mudah terlarut oleh keadaan. Kebanyakan dari mereka hanya bertindak sebagai pengikut tradisi buruk di negara ini.

Sebanyak banyaknya warga yang ada di negara kita seakan menjadi percuma karena hanya segelintir dari mereka yang mempunyai nyali untuk menjadi seorang pioneer. Banyak yang menggerutu tentang tentang KKN yang ada di Indonesia, toh nyatanya para pegawai yang baru juga malah melanjutkan tradisi buruk tersebut. Mereka tidak canggung makan uang siluman yang tidak jelas asal usulnya. Mereka tidak punya nyali untuk merubah tradisi. Mereka hanya akan menjadi jembatan bagi kelanjutan tradisi buruk tersebut.

Banyak yang menggerutu tentang sampah yang ada di di gunung. Toh nyatanya mereka hanya bisa sekedar berkicau lalu larut entah kemana. Banyak juga yang mempunyai pemikiran pemikiran brilian untuk mengatasi masalah tersebut. Tapi mereka tidak sadar bahwa tidak akan ada yang mewujudkan pemikiran itu selain diri kita sendiri. Dunia butuh seorang penggerak bukan seorang yang hanya menunggu orang lain untuk bergerak.

Mungkin menjadi seorang pendobrak adalah hal yang sulit. Tapi dunia butuh orang orang ini. Dunia tidak butuh seorang Follower yang hanya hidup untuk terlarut pada keburukan keburukan yang ada. Menjadi seorang pendobrak memang memiliki resiko yang besar. Kita harus siap malu, kita harus siap terluka, kita harus siap gagal, kita harus siap pusing, kita harus siap lelah. Kita harus mengorbankan waktu, tenaga dan pemikiran untuk sesuatu yang mungkin tidak memberi keuntungan untuk kita. Tapi kita memang diciptakan untuk itu !

Wahai para pendiri oraganisasi, para pendiri komunitas, para ketua, para pemimpin, para aktifis ....... yakinlah bahwa kalian tidak pernah sendiri, tegakkan kepalamu, kepalkan tanganmu, dunia membutuhkan kalian

Kalian yang memiliki niat untuk merubah sesuatu
Kalian yang memiliki tekad untuk berbuat kebaikan
Kalian yang rela menyisihkan waktu dan tenaga
Kalian yang rela bekerja tanpa imbalan
Kalian yang terlahir sebagai pemimpin
Kalian yang hanya berjumlah segelintir
Mungkin semuanya akan terasa berat, tapi setidaknya kita telah mencoba .....

 “Jika kita belum merasa lelah, jika kita belum merasa gelisah, maka sebenarnya kita belum pernah mencoba untuk bekerja keras”-Catatan Pendaki Gunung


Pengumuman !

Komunitas Pendaki Gunung Regional Jabodetabek akan mengadakan bersih bersih Taman kota pada :
Hari dan tanggal : Minggu, 23 Maret 2014
Waktu : 07.00 WIB- Selesai
Tempat : Menyusul
CP : Penulis

Komunitas Pendaki Gunung Regional Bogor
KOPDAR pertama "KPG Regional Bogor"
Tempat : Lapangan Sempur Bogor
Hari & tanggal : Sabtu 15 Maret 2014
Waktu : 18.18 WIB - Selesai
Cp : 08888459414 (Adriyano Louizzao)
Mari rapatkan barisan bro .....
Terimakasih

SALAM LESTARI

Kartu As


Kartu As adalah kartu yang paling menakutkan dalam setiap permainan kartu. Kartu ini mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam sebuah permainan. Dengan kartu ini kita bisa mengendalikan permainan dan membalikkan keadaan. Sering kali kartu As menjadi kunci utama sebuah kemenangan.

Begitu pula dengan kehidupan, setiap manusia harusnya memiliki kartu As dalam dirinya. Setiap manusia harusnya memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh manusia lainya. Jika kita hidup tanpa “kartu As” maka kita tidak akan pernah menjadi pemenang. Kita butuh “kartu As” untuk menaklukkan kehidupan yang semakin keras.

Banyak orang yang beranggapan bahwa dalam hidup ini kita harus terus belajar agar menjadi sosok yang pintar dan mempunyai nilai yang tinggi. Saya bilang dengan tegas bahwa semua itu belum cukup. Dalam hidup ini banyak orang pintar dengan nilai yang tinggi. Percayalah bahwa orang pintar dengan nilai tinggi telah menjadi hal yang biasa pada era sekarang. Kita butuh sesuatu yang lebih daripada itu.

Misalkan saya adalah bos dari perusahaan besar yang sedang mencari pekerja. Saya menerima banyak lamaran pekerjaan dari sekian ribu orang. Dari sekian ribu orang tersebut perusahaan ini hanya butuh segelintir pekerja. Oleh karena itu saya akan mencari yang terbaik dari yang terbaik. Saya mulai membaca satu persatu surat lamaran yang masuk beserta data data tambahan seperti surat keterangan organisasi, surat keterangan kerja piagam dan lain sebagainya.

Yang harus anda tahu adalah dalam persaingan ini tidak ada lagi yang namanya orang goblok. Semuanya adalah orang pintar dengan nilai tinggi. Hanya orang orang pintar yang bisa bertahan sejauh ini. Jika mereka tidak pintar maka mereka tidak akan bisa lulus dari universitas ternama atau bahkan tidak bisa masuk ke universitas ternama. Dalam persaingan level atas tidak ada lagi orang goblok, semuanya orang pintar dengan nilai tinggi.

Sebagai bos saya sudah bosan melihat orang orang pintar dengan nilai tinggi. Hampir semua pelamar mempunyai karakteristik yang sama. Saya butuh orang orang luar biasa. Seseorang yang mempunyai sesuatu yang lebih daripada yang lain. Kemudian mata saya terhenti pada sebuah nama. Nama tersebut mempunyai pengalaman organisasi yang begitu hebat. Dia adalah seorang Pendiri Organisasi.

Saya yakin orang ini mempunyai kemampuan leadership yang luar biasa hingga bisa mendirikan sebuah organisasi. Saya butuh orang orang seperti ini, saya butuh seorang pemimpin yang bisa dipercaya, yang bisa mengontrol semua pekerjaan yang ada di perusahaan. Saya menyimpan nama ini untuk menjadi pertimbangan sementara.

Kemudian mata saya kembali terhenti pada sebuah nama. Nama tersebut mempunyai sangat banyak hobi mulai dari Bermain guitar, Bass, Piano, Futsal, Sepak bola, Badminton, Catur, Mendaki Gunung, Menulis dan Fotografi. Saya butuh orang orang seperti ini, dia adalah seorang yang “Multitalenta”. Orang orang ini bisa mengerjakan berbagai jenis pekerjaan sekaligus. Mungkin orang orang ini juga bisa merangkap beberapa posisi sekaligus. Saya kembali mencatat satu nama.

Mata saya terhenti pada seseorang yang mempunyai riwayat pekerjaan luar biasa. Orang ini masih sangat muda tapi memiliki posisi yang sangat tinggi dalam riwayat pekerjaanya. Dia pernah mengerjakan pekerjaan dengan nilai kontrak yang sangat tinggi. Saya yakin orang ini mempunyai kemampuan managemen yang bagus. Posisinya yang sangat tinggi dalam pekerjaan mengindikasikan prestasinya yang sangat luar biasa. Orang ini sepertinya sudah terlatih mengemban tanggung jawab besar. Orang ini sepertinya sudah sangat dipercaya oleh perusahaan. Saya catat nama ini.

Lagi lagi mata saya terhenti pada sebuah nama. Dia adalah mahasiswa yang pernah menjalani pertukaran pelajar ke luar negeri. Saya yakin orang ini sangat mahir bahasa inggris Kemampuanya tidak bisa diragukan lagi. Saya butuh orang orang seperti ini untuk menjalin kerjasama dengan pihak pihak asing. Saya juga mencatat nama ini.

Setelah memilih beberapa nama saya segera memanggilnya untuk interview. Dari nama nama tersebut akan dipilih satu pemenang. Semua data selain nama nama tersebut itu saya singkirkan dari meja. Berkas berkas dengan nilai setinggi langit tersebut tersingkir begitu saja. Saya bosan melihat berkas berkas dengan nilai tinggi. Hal itu sudah biasa saya lihat. Saya butuh sesuatu yang lebih. Mereka yang terpilih adalah orang orang luar biasa dengan berbagai kemampuan. Mereka memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang orang lain.

Mereka yang memiliki “sesuatu yang lebih” tersebut akan menjadi pemenang. Mereka menang karena memiliki kartu As yang tidak dimiliki oleh orang lain. Mereka tidak menang karena pintar atau karena mempunyai nilai yang tinggi. Mereka menang karena memiliki “Kartu As”

Kita butuh kartu As untuk menang.

Segera cari kartu As mu !

Temukan jika ingin menang !

“Pemenang selalu berbeda dengan kebanyakan, karena perbedaan itu lah yang membuatnya menjadi pemenang”-Catatan Pendaki Gunung

Roda Kehidupan


Hari ini terasa begitu cepat berlalu. Seperti layaknya roda yang berputar dengan cepat. Tapi setidaknya semua berlalu melewati lorong lorong yang penuh warna, penuh makna. Tidak semua orang bisa melihat warna yang terpancar, karena kita selalu memerlukan sudut pandang yang lain untuk menikmati keindahan warna tersebut.

Hari ini saya berada di lantai 28 Hotel Best Western Green Palace Kemayoran Jakart Pusat untuk menghadiri rapat penyelesaian sengketa batas antara Kab. Nunukan dan Kab. Tana tidung. Jarang jarang saya berada di tempat mewah seperti ini. Saya datang kesana sebagai perwakilan dari instansi Badan Informasi Geospasial atau yang dahulu dikenal dengan BAKOSURTANAL. Saya rapat dengan Kementrian dalam Negeri, Pemerintah Kab. Nunukan, Pemerintah Kab. Tana tidung, Pemprov Kalimantan Timur, Pemprov kalimantan utara dan direktorat topografi TNI AD.

Tidak banyak orang di ruangan ini, mungkin hanya sekitar 25 orang. Sebagai tamu dari instansi setingkat Kementrian tentu fasilitas yang disajikan sangat “wah”, tau sendiri lah fasilitas hotel bintang 5 di jakarta. Tapi kali ini saya tidak ingin pamer tentang apa yang saya makan disana, seperti apa ruanganya, pemandangan dari jendela dan lain sebagainya. Tapi saya ingin bercerita sebuah kisah tentang kehidupan.

Pada waktu makan malam saya melihat segerombolan anak muda kulit putih bermata sipit berambut hitam. Mereka merayakan hari valentine dengan berpasang pasangan. Mereka datang ke dalam hotel dan memesan makanan yang harganya super mahal. Sepertinya kegiatan seperti itu sudah sering mereka lakukan. Tidak seperti kebanyakan anak muda yang lain. Anak anak muda ini sepertinya sangat kaya. Mungkin mereka hanya ingin membuang uang receh di tempat ini.

Aku duduk di ruangan sebelah sambil mencermati sesuatu. Dari kecil mereka sudah mendapatkan fasilitas yang “wah”. Sedangkan saya harus belajar keras agar bisa bekerja di instansi pemerintah pusat dan kemudian bisa menjadi tamu untuk datang ke tempat ini. Sepertinya jalan yang kita tempuh sangat jauh berbeda. Hidup memang kadang tak adil. Tapi semua itu tidak pernah menjadi masalah. Saya yakin bahwa orang orang seperti kita harus terbiasa hidup di jalan yang terjal, karena kita memerlukan jalan yang terjal untuk sampai ke puncak yang lebih tinggi.

Setelah makan malam saya pun segera pulang ke Bogor. Dari depan hotel saya naik taksi bersama dengan beberapa teman dari instansi lain. Kami naik taksi ke stasiun Gandaria. Dari stasiun saya naik KRL dan turun di Stasiun Bojong gede Bogor. Dari stasiun tersebut saya naik ojek hingga ke pertigaan Cibinong City Mall. Dari sana sebenarnya saya ingin naik angkot tapi akhirnya saya memutuskan untuk berjalan kaki. Saya berjalan kaki sejauh 500 meter untuk bisa sampai ke rumah kontrakan.

Hidup memang begitu cepat berlalu, seperti layaknya roda yang berputar kencang. Dari hotel bintang 5 fasillitas “wah” hingga naik Taksi, naik KRL, naik ojek dan jalan kaki. Hidup memang seperti roda, kadang kita berada di atas, kadang kita berada di bawah. Kita hanya harus yakin bahwa suatu saat kita akan berada di sisi paling atas dari roda. Kita harus berjuang keras agar tidak tergelincir dikemudian hari.

Malam ini terasa sangat indah. Bukan tentang cahaya lampu, juga bukan tentang bintang apalagi tentang arsitektur. Tapi tentang kisah, tentang roda yang berputar dengan cepat, tentang perbedaan jalan yang harus kita tempuh.

Aku selalu melihat ke atas untuk menemukan batas yang harus kulewati dan aku tidak pernah melihat ke bawah karena merasa tidak pernah berada di atas – Catatan Pendaki Gunung

Roda Kehidupan ........

#OnFire
SALAM LESTARI




Dibalik Diklatsar dan MAPALA

Akhir akhir ini keberadaan MAPALA dan SISPALA semakin tersudutkan. Hal itu dikarenakan pada saat melakukan diklatsar ada beberapa calon anggotanya yang meninggal. Diluar sana banyak komentar dan gagasan yang berterbangan di dunia maya. Pernyataan pernyataan tersebut semakin membuat kita bingung tentang apa yang terjadi sebenarnya. Apalagi gagasan tersebut berasal dari pemikiran yang tidak begitu mendalam sehingga menebarkan pernyataan pernyataan yang semakin membuat tenggelam MAPALA dan SISPALA. Jika anda ingin tahu bagaimana dan apa itu MAPALA maka langsung saja tanyakan pada anggotanya atau pendirinya.

Pertama tama saya ingin meluruskan tentang citra MAPALA dan SISPALA yang semakin tenggelam. Permisalanya seperti ini, jika ada maling di Kp. rambutan apakah berarti semua orang di kampung tersebut adalah maling ?, tentu tidak. Intinya adalah tidak semua MAPALA dan SISPALA itu buruk meskipun ada juga yang demikian. Tidak bisa kita menyimpulkan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh sebuah MAPALA adalah cerminan dari seluruh MAPALA di indonesia. Segera jernihkan pemikiran kita dan mulailah berfikir terbuka. Sampai disini harusnya anda paham bahwa di indonesia ini masih banyak MAPALA yang baik daripada MAPALA yang buruk.

Sebelum masuk MAPALA biasanya calon anggota harus melewati Diklatsar. Kenapa harus ada diklatsar ?

Diklatsar adalah kepanjangan dari pendidikan dan latihan dasar. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendidik dan melatih calon anggota MAPALA. Kegiatan ini harusnya mendidik para peserta bukan malah membuatnya tewas. Semua MAPALA mempunyai cara tersendiri dalam melakukan Diklatsar. Jika setiap MAPALA melakukan diklatsar sesuai prosedur maka tidak akan ada yang meninggal dalam kegiatan tersebut.

Dalam diklatsar biasanya peserta diberikan doktrin tentang loyalitas dan solidaritas. Bayangkan jika setiap anggota tidak memiliki loyalitas, mungkin organisasi tersebut akan punah beberapa tahun mendatang. Bayangkan jika setiap anggota tidak memiliki solidaritas, bagaimana bisa organisasi tersebut bisa berkembang. Dalam MAPALA memang dibutuhkan rasa solidaritas yang tinggi karena mereka sering melakukan kegiatan di alam bebas. Jangan pernah menyamakan MAPALA dengan HM yang cenderung berkegiatan di lingkungan yang nyaman. Dalam keadaan keadaan sulit jati diri setiap manusia akan terlihat. Jika solidaritas kita tidak terlatih maka kita akan semakin terpuruk dalam kesulitan.

Tolong digaris bahawi bahwa MAPALA berbeda dengan HM, Rohis dan organisasi lainya.

Kenapa Diklatsar biasanya dilakukan di alam liar seperti hutan dan gunung, kenapa tidak di halaman kampus atau bahwan di teras mall ?

Begini bro, MAPALA sangat erat dengan kegiatan kegiatan alam seperti mendaki gunung, panjat tebing, arung jeram, SAR dan kegiatan outdorr lainya. Jika kita melakukan Kegiatan Diklatsar di teras kampus maka pada pendakian pertama semua anggota MAPALA akan tumbang di tengah jalan. Atau bahkan jika anggota MAPALA tersebut terjun dalam kegiatan SAR, bukan semakin membantu tapi malah semakin memperkeruh keadaan. Kenapa ?

Karena mereka dididik di lingkungan yang nyaman kemudian disuruh melakukan kegiatan di lingkungan yang liar. Dengan cara seperti itu maka mereka akan mudah tumbang jika melakukan kegiatan di alam liar. Oleh karena itu biasanya diklatsar dilakukan di gunung dan hutan untuk melatih mental dan fisik para pesertanya. Itulah sebabnya alumni MALAPA biasanya sangat tangguh di lapangan. Mereka tidak manja karena sudah terlatih hidup di alam bebas.

Menurut saya diklatsar tetap harus diadakan, cuma perosedurnya harus benar benar dipatuhi. Beberapa waktu yang lalu instansi saya (Bakosurtanal) melakukan pelatihan dengan WANADRI di hutan kareumbi Bandung. Orang orang di instansi tersebut sudah tidak muda lagi. Bayangkan saja, ada yang sudah mempunyai 2 anak, ada yang perutnya begitu buncit, ada yang baru pertama kali masuk ke hutan, ada yang menjerit jerit ketika terkena lumpur, ada yang tidak pernah bisa hidup tanpa signal dan lain sebagainya. Tapi semuanya berlangsung dengan aman dan terkendali. Sekali lagi, prosedur yang mereka terapkan benar benar pantas diacungi jempol. Tim medis, tim psikolog dan semua anggota lainya benar benar pandai menyusun skema.

Jadi intinya Diklatsar itu harusnya memberi manfaat bagi pesertanya. Jika dalam kegiatan tersebut terjadi sebuah kecelakaan maka jangan salahkan "Diklatsar" atau "MAPALA", tapi coba dikoreksi lagi prosedur yang digunakan.

Adalah sebuah kesalahan besar jika kita coba menghapuskan MAPALA dari muka bumi

Ditulis oleh : Pendiri MAPALA



Bukan Hanya Tentang Uang


Diluar sana banyak orang yang bekerja keras demi uang. Ada yang harus pergi ke pulau lain untuk mencari uang. Ada yang harus bekerja siang dan malam untuk mencari uang dan ada juga yang hanya diam di tempat menunggu datangnya uang. Di dunia ini kita memang tidak bisa hidup tanpa uang tapi jangan sampai ketergantungan tersebut membuat kita mengorbankan segalanya demi uang.

Pada kenyataanya banyak orang yang mengorbankan segalanya demi uang. Para pejabat negeri ini sering mengorbankan harga dirinya hanya demi segepok uang. Mereka sering melanggar aturan demi uang. Mereka mengesampingkan kepentingan golongan demi kepentingan pribadi. Tidak jarang mereka melanggar aturan agama hanya untuk mencari uang. Jika kita tidak mempunyai iman yang kuat maka lama kelamaan uang bisa membeli diri kita.

Karena uang jugalah tercipta jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Uang benar benar menjadi sesuatu yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Banyak manusia yang hidup dengan berorientasi pada uang. Mereka tidak memikirkan hal lain selain uang, uang dan uang. Jika apa yang kita lakukan tidak bisa menghasilkan uang maka segera hentikan. Jika apa yang kita lakukan bisa menghasilkan uang maka lanjutkan. Harusnya tidak demikian. Hidup bukan hanya tentang uang.

Aku mempunyai banyak hobi mulai dari bermain musik, fotografi, mendaki gunung, menulis, futsal dan masih banyak lagi. Aku senang melakukanya dan aku merasa bahagia melakukanya. Apa yang aku lakukan memang tidak bisa menghasilkan uang tapi justru menghabiskan banyak uang. Aku menulis tulisan ini karena teringat akan ucapan seseorang tentang uang. Ketika aku berbicara panjang lebar tentang apa yang kulakukan seseorang tersebut hanya berkata “bisa menghasilkan uang nggak ?”

Harusnya hidup bukan seperti itu, ada banyak hal belum kita ketahui tentang hidup. Aku tidak hidup hanya untuk uang. Hingga hari ini aku telah menciptakan banyak lagu dalam berbagai aliran dan aku tidak mendapatkan uang sepeserpun. Aku telah mendaki banyak gunung dan menghabiskan sangat banyak uang. Aku juga menggilai hobi fotografi dan menghabiskan sangat banyak uang. Dari sekian banyak hobi tersebut aku tidak mendapatkan uang sepeserpun.

Aku hanya melakukan sesuatu yang menurutku bermanfaat bagi orang lain. Dibayar atau tidak itu bukan menjadi sebuah persoalan. Jika hidup ini hanya tentang uang maka anda tidak akan membaca tulisan ini hari ini, kenapa ?. Karena saya tidak mendapatkan uang ketika menulis tulisan ini. Lalu apa yang saya dapatkan ?. Saya mendapatkan kepuasan karena tulisan saya bisa bermanfaat bagi orang lain. Hingga hari ini saya telah menulis sekitar 200 artikel dan tidak mendapatkan uang sepeserpun. Saya yakin bahwa tulisan tersebut bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Jangan biarkan uang menguasai kita. Jangan biarkan uang membeli kita. Dalam hidup ini aku tidak hanya berorientasi pada uang sehingga aku banyak melakukan kegiatan yang tidak mendapatkan uang, kenapa ?. Hanya ingin menjadi bermanfaat bagi dunia. Jika anda mempunyai sesuatu yang bisa bermanfaat bagi dunia, keluarkan !. Jangan menunggu uang datang menjemput. Sekali lagi “jika setiap manusia hanya berorientasi pada uang maka anda tidak akan membaca tulisan ini hari ini” karena saya tidak dibayar ketika menulisnya

Hidup bukan hanya tentang uang, tapi tentang manfaat, tentang pengaruh adanya kita di dunia- Catatan Pendaki Gunung

Perjalanan yang sesungguhnya


Aku mendaki dari gunung ke gunung, dari puncak ke puncak. Seiring waktu berlalu semakin banyak puncak yang telah terdaki hingga aku mulai lupa berapa kali aku mendaki. Dulu aku sering berceloteh tentang gunung gunung yang telah kudaki. Ada kebanggaan tersendiri ketika kita telah mendaki banyak gunung. Kekaguman dari para pendengar menjadi kepuasan tersendiri dalam jiwa.

Hingga saat ini aku sudah mendaki 30 gunung di indonesia dengan jumlah pendakian sekitar 100 kali pendakian. Mudah bagiku untuk bercerita tentang gunung manapun yang belum orang lain ketahui. Ketika para pendaki bercerita tentang gunung Sumbing, aku sudah 7 kali mendakinya. Ketika para pendaki bercerita tentang gunung Slamet, aku sudah 4 kali mendakinya. Ketika pendaki bercerita tentang gunung Merbabu, aku sudah 10 kali mendakinya. Sebelum Film 5 cm terbit pun aku sudah 4 kali mendaki gunung Semeru. Dan masih banyak lagi ...... Ahrg, aku benar benar sombong waktu itu .....

Aku jatuh dalam pencapaianku sendiri. Pencapaianku berhasil menguasaiku dan membuatku menjadi begitu sombong. Tapi pemikiranku mencoba meronta. Aku masih terus mendaki untuk belajar menjadi sosok yang lebih bijak. Aku masih berusaha menaklukkan kesombongan yang ada dalam diri. Beberapa tahun yang lalu ketika aku hanya mampu mendaki 2 atau 3 gunung, kesombongan tersebut sangat mudah ditaklukkan. Tapi ketika semakin banyak gunung yang telah terdaki, kesombongan tersebut semakin bertambah besar dan sangat sulit ditaklukkan.

Aku belajar keras untuk menaklukkan kesombongan tersebut. Aku berusaha menjadi lebih besar dari kesombongan tersebut. Aku terus mendaki untuk menjadi rendah hati. Aku terus mendaki untuk menemukan nilai nilai yang harusnya kupahami. Hingga akhirnya aku mampu menguasai kesombongan itu. Kini semua orang tak perlu tahu gunung mana saja yang telah kudaki juga berapa kali aku mendaki. Aku hanya ingin orang orang tahu tentang pelajaran, pengetahuan dan nilai nilai yang kudapatkan ketika mendaki.

Daripada bercerita tentang gunung mana saja yang telah aku daki atau berapa kali aku mendaki, aku lebih suka bercerita tentang pelajaran seperti bagaimana teknik packing yang benar, bagaimana membuat perencanaan pendakian, bagaimana mengatasi dingin, bagaimana memilih perlengkapan pendakian, bagaimana memilih makanan pendakian atau bercerita tentang pengalaman seperti perjalanan untuk bersyukur, perjalanan untuk kaya, yang lebih berharga dari puncak, pengalaman organisasi, pemahaman karakter, pembentukan kepribadian dll.

Aku hanya diam ketika mereka berceloteh tentang gunung gunung itu, tentang cerita sombong itu. Aku mendengarkan ceritanya kemudian kembali diam. Aku hanya mampu membalasnya dengan cerita tentang pelajaran, pengetahuan dan informasi tentang gunung gunung itu, lalu kisahku ? biarlah. Dalam hati aku tersenyum, dalam diam aku tertawa. Mungkin mereka belum memahami setiap jejak yang telah tertempuh. Mungkin mereka masih butuh banyak jejak untuk menjadi bijak.

Aku tak perlu bercerita banyak pada dunia. Apa dan bagaimana aku akan terlihat dari tingkah dan tutur kata yang terucap. Apa yang terlihat adalah hasil dari perjalanan yang panjang, hasil dari pembelajaran yang panjang. Aku takkan mengecewakan perjalanan itu. Hanya dengan cara inilah perjalanan tersebut menjadi bermagna.

Semakin banyak gunung yang telah kita daki maka akan semakin besar kesombongan yang ada dalam diri, dan perjalanan sesungguhnya adalah bagaimana kita menaklukkan kesombongan itu – Catatan Pendaki Gunung


Yang lebih sulit dari rumus


Rumus sering kali menjadi sesuatu yang menakutkan bagi siswa manapun. Rumus selalu identik dengan perhitungan matematika yang rumit dan menjemukan. Begitupula waktu aku masih kuliah di S1 Teknik Geodesi. Kebanyakan pelajaran yang ada disini selalu berkaitan dengan rumus rumus. Bahkan ada soal UAS yang boleh dikerjakan dengan open book, open laptop, open google, kalkulator hingga nyontek teman yang lain tapi belum juga kelar dikerjakan. 

Sewaktu kuliah aku sudah sering terjun ke dunia proyek. Pertamakali terjun ke dunia proyek aku menduduki jabatan paling rendah dalam struktural. Beberapa waktu setelah itu aku dipercaya menjadi koordinator survey lapangan. Selang beberapa waktu aku bahkan bisa menjadi sub konsultan. Sub konsultan adalah orang yang membantu perusahaan besar dalam proyek proyek besar. Waktu itu ada sebuah perusahaan pemetaan yang mendapatkan proyek senilai sekian Miliar untuk membuat peta tematik di jawa timur. Aku dipercaya mengerjakan Kab. Jember dan Kab. Banyuwangi dengan nilai borongan sekian puluh juta.

Sebagai sub konsultan aku harus mencari personil tim yang akan melakukan survey lapangan. Aku harus membentuk tim, menentukan basecamp, memikirkan transporatasi ke kota tersebut, menyewa motor untuk keperluan survey, membagi tugas antar personil, mengawasi survey lapangan, meng-evaluasi data hasil survey, mengolah data hasil survey, mengurus semua keuangan mulai hingga mengurus segala persoalan yang ada di lapangan.

Riwayat pekerjaanku lumayan banyak. Aku pernah menjadi surveyor dalam pekerjaan peta ZNT, survey Toponim dan survey potensi tanah di seluruh pulau Bali. Aku pernah menjadi koordinator lapangan pembuatan peta ZNT Kab. Karawang dan Kab. Cianjur. Aku juga pernah menjadi koordinator lapangan pembuatan peta tematik di Kab. Ngawi, Kab. Magetan dan Kab. Tuban. dan terakhir menjadi sub konsultan Kab. Jember dan Kab. Banyuwangi.

Sebagian besar rumus rumus yang telah dipelajari di kampus tidak pernah keluar dalam kenyataanya. Setelah terjun ke lapangan aku menemukan sesuatu yang jauh lebih sulit dari rumus.Yang lebih sulit dari rumus adalah menghadapi permasalahn permasalahan yang ada di lapangan. Misalnya serti tiba tiba ada personil yang pulang karena ayahnya meninggal atau ada personil yang pulang karena alasan penting lainya. Mencari pengganti personil yang pulang tidak semudah mencari tukang batu. Bagimnapun pekerjaan ini adalah pekerjaan orang orang teknik yang membutuhkan pembelajaran lebih. Ibarat mobil yang sudah melaju kencang tiba tiba ban nya bocor 1 maka mobil tersebut membutuhkan waktu lagi untuk memasang ban dan kembali melaju secepat sebelumnya. Dalam pekerjaan seperti ini waktu adalah uang.

Dalam pekerjaan kita selalu dibatasi oleh deadline. Jika perusahaan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat tepat waktu maka akan terkena denda dari pemerintah sebesar 1%/hari dari nilai proyek. Jika nilai proyelnya saja sekian milir maka dendanya akan menjadi sekian juta/hari. Belum lagi jika ada personil yang memanipulasi data, ada personil yang bertengkar, ada personil yang mengalami kecelakaan, ada personil yang susah diatur, kiriman data dari perusahaan telat hingga persediaan dana menipis. Sebagai koordinator tim kita harus cerdas mengatasi masalah masalah yang ada. Kita harus bisa menjadikan suasana tim tetap harmonis. Kita harus pintar pintar membagi tugas agar semua bisa diselesaikan dengan baik. 

Jangan bangga jika sudah bisa menghafal semua teori dan bisa mengerjakan rumus2 sulit dalam perkuliahan. Apakah dengan semua teori dan rumus tersebut kita bisa mencari solusi untuk masalah masalah nyata yang ada di lapangan ?

Dalam hidup ini ada sesuatu yang harus kita pelajari langsung di lapangan. Carilah pengalaman kerja sebanyak mungkin. Jangan terlalu terpaku pada rupiah yang dihasilkan. Mungkin pertamakali kita akan menempati jabatan terbawah dalam struktural pekerjaan. Kita harus sabar dan tetap bekerja keras agar suatu saat bisa menduduki jabatan yang tinggi.

Sudah berkali kali kuingatkan, ada banyak hal yang harus kita pelajari di luar sana. Keluarlah sebelum terlambat !!!

SALAM LESTARI

Lebih dewasa dari usia



Lagi lagi Group “Komunitas Pendaki Gunung” di facebook memberiku inspirasi untuk menulis. Semua bermula ketika aku melihat beberapa debat sengit yang terjadi antara anggotanya. Dalam perdebatan tersebut kebanyakan orang tidak bisa menahan diri. Semua orang ngotot untuk mempertahankan argumen masing masing hingga akhirnya perdebatan tersebut tidak pernah berakhir. Dalam perdebatan tersebut aku melihat kata kata yang sebenarnya tidak pantas untuk di ucapkan. Mungkin kata kata tersebut terlontar karena emosi yang sudah memuncak.

Selidik demi selidik ternyata orang orang yang kadang berbicara tidak pantas di jejaring sosial tersebut sudah mempunyai umur yang cukup tua. Tapi usianya benar benar tidak mencerminkan tingkah lakunya. Ada pula anak muda yang usianya belum seberapa tapi sangat bijak dalam perkataan dan bisa menjaga emosi dengan baik. Setelah itu aku menyimpulkan bahwa manusia sebenanya terbagi dalam 2 tipe, yaitu mereka yang lebih dewasa dari usianya dan mereka yang usianya lebih tua dari kedewasaanya.

Pada umunya orang yang memiliki umur lebih tua akan lebih dihormati daripada mereka yang muda. Begitulah tradisi yang ada di negara kita. Tapi sebenarnya umur yang lebih tua tidak pernah bisa menjamin bahwa orang tersebut lebih dewasa. Sebaliknya ada beberapa anak muda yang sudah sangat dewasa dalam perkataan dan perbuatan. Menurutku kedewasaan seseorang terbentuk melalui ilmu dan pengalaman. Semakin banyak seseorang memiliki ilmu dan pengalaman maka orang tersebut akan semakin bijak dalam perkataan dan perbuatan. Tidak ada yang aneh jika anak anak muda tampak lebih dewasa dari usianya karena mereka memang memiliki ilmu dan pengalaman yang lebih tinggi daripada sesepuh sesepuhnya.

Selain itu orang orang yang sering berinteraksi sosial dengan berbagai jenis manusia dan lingkungan juga akan tampak lebih dewasa. Mereka yang sering melakukan perjalanan dan petualangan akan sangat sering bertemu dengan banyak jenis jenis manusia. Dalam perjalananya mereka bertemu dengan manusia lintas umur, dari yang sangat tua hingga yang masih muda. Selain itu mereka juga akan bertemu dengan manusia lintas golongan, suku dan pekerjaan. Lama kelamaaan ilmu komunikasi mereka dengan manusia lain akan terbentuk sehingga bisa berkomunikasi dengan baik dengan manusia lainya.

Berbeda dengan orang yang hidup di lingkungan yang itu itu saja. Setiap hari hanya ketemu dengan manusia yang itu itu saja. Misalnya seorang mahasiswa yang menghabiskan waktunya di kos, kantin dan kampus. Setiap hari dia hanya bertemu dengan mahasiswa, dosen dan ibu kantin. Selain itu di kampus tidak ada manusia yang berumur lebih dari 60 karena sudah di pensiunkan dan tidak ada orang yang memiliki umur kurang dari 18 tahun karena pasti masih berada di SMA atau SMP.

Aku sendiri telah bertemu dengan banyak jenis manusia di bumi ini. Dari mahasiswa, dosen, pengusaha, direktur, kontraktor hingga pemetik teh, pendaki gunung, penyelam, pemanjat tebing, pembalap liar, pemabuk, penggiat game, pencari rumput, pemburu, vokalis, guitaris dan masih banyak lagi. Aku pernah melihat bagaimana seorang wanita di pedalaman bali berjalan ke arahku tanpa busana. Aku pernah melihat bagaimana seorang kakek di lereng gunung mampu membawa kayu bakar dengan berat yang sangat luar biasa. Aku pernah melihat anak anak muda makasaar melakukan balapan liar tepat di depan kantor polisi. Aku memang sering berkelana dari kota ke kota dan dari desa ke desa. Aku mendaki dari satu gunung ke gunung lain juga mengerjakan beberapa proyek dari satu kota ke kota lain. Aku pernah berada di lingkungan suku sunda, jawa, bali, madura, sulawesi dll yang tentu saja memiliki karakter yang berbeda beda.

Dari paparan di atas sebenarnya proses pendewasaan sangat tergantung dengan bagaimana cara kita menggunakan waktu. Kita bisa membandingkan 2 orang dengan kebiasaan yang berbeda, misalnya Jin dan jun (Nama samaran). Jun setiap hari hanya berangkat ke kampus, pulang ke kos, jajan di kantin, lihat TV, tidur siang, jalan ke Mall. Sedangkan jin selalu aktif dalam kegiatan organisasi baik HM maupun MAPALA, dia sering menjadi panitia acara juga sering melakukan kegiatan alam, dia tidak ada waktu untuk tidur siang karena harus berlatih band untuk persiapan mengisi acara di kampus, dia tidak ada waktu untuk menonton TV karena lebih memilih untuk futsal atau badminton. Dia juga tidak ada waktu untuk jalan jalan ke mall karena lebih memilih pergi ke puncak puncak gunung di pelosok negeri.

Jika usia mereka sama mana yang lebih dewasa ?

Anda sudah tahu jawabanya.

Oleh karena itu gunakan waktu yang kita miliki untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Terus terang aku memang memiliki pandangan sinis kepada orang orang yang memiliki hobi tidur, nonton TV dan segala kebiasaan “berbahaya” lainya. Bagiku waktu yang kita miliki terlalu berharga untuk itu. Cobalah cari lebih banyak ilmu dan pengalaman. Bangkitlah dari tempatmu terlelap. Berjalanlah lebih sering, mendengarlah lebih sering, melihatlah lebih sering dan berfikirlah lebih sering.

Mari kita sama sama berlatih mendewasakan diri. Malu kan jika umur kita yang sang sudah tua tidak bisa lebih dewasa daripada anak anak muda dengan usia seumuran jagung ??

Ditulis oleh : Anak muda dengan usia seumuran jagung

SALAM LESTARI




Hijrah


22 Tahun silam aku dilahirkan, di sebuah kota kecil di sebelah timur kota semarang, yaitu kota Demak. Kota ini tidaklah tenar belakangan ini. Tapi beberapa abad yang lalu tidak ada seorang pun yang tidak tahu tentang kota Demak. Kota demak adalah tempat lahirnya kerajaan Demak yang sangat melegenda. Kerajaan Demak adalah kerajaan yang berperan besar dalam penyebaran agama islam di indonesia.

Semua orang tentu tau bagaimana besarnya kerajaan majapahit. Tapi kerajaan yang menghapuskan majapahit beserta ajaran agama hindunya adalah kerajaan Demak. Kerajaan yang berhasil menguasai seluruh indonesia untuk menyebarkan agama islam adalah kerajaan Demak. Karena pengaruhnya yang sangat besar maka kisah tentang kerajaan Demak selalu muncul dalam pelajaran sejarah.

Aku tak ingin lagi bercerita tentang sejarah kota Demak karena aku punya sejarah sendiri yang harus dituliskan. Ini adalah kisahku dengan kota Demak, sebuah kota yang telah melahirkanku. Mungkin aku tak pernah menemukan sebuah pantai yang indah di sana. Aku juga tidak pernah menemukan sebuah gunung disana. Tapi kenangan tentang kota ini terasa sangat indah untuk diingat.

Di kota ini aku tumbuh besar. Disana aku belajar bagaimana cara untuk berdiri, berlajan hingga berlari. Di kota ini aku menemukan banyak teman yang sangat berarti dan beberapa sahabat sejati. Sahabat yang telah mengantarkanku ke puncak puncak tertinggi. Sahabat yang mengantarkanku ke sebuah puncak yang sebelumnya hanya mimpi.

Di sana aku juga menemukan banyak orang hebat. Orang yang mengenalkanku pada gunung dan orang yang mengajariku bagaimana cara mendaki gunung. Aku kerap mendengarkan kisah kisah mereka, meresapinya dan mempelajarinya. Kini aku masih berjalan, berharap bisa melampaui mereka.

Aku masih ingat ketika pertama kali mengikuti extrakurikuler pecinta alam di SMA. Dari sanalah semua dimulai, dari sanalah kisahku dimulai. Pun aku masih ingat tentang sebuah studio musik yang selalu menjadi tempat nongkrong di akhir pekan. Juga alun alun kota yang selalu kudatangi setiap sore untuk bermain bola. Ahrg, entah kapan aku bisa kembali berada di sana. Kini takdir membawaku ke kota Bogor, untuk berbakti kepada indonesia dari segi pemetaan. Kini aku harus mengabdikan seluruh waktu yang kumiliki untuk BAKOSURTANAL. Tempatku bukan lagi di kota Demak, tapi disini, di kota hujan.

Kini aku tinggal sendiri di sebuah kontrakan di daerah cibinong. Tidak besar, hanya sekitar 3 x 8 meter. Tapi rasanya sangat besar hingga jarak dari dinding ke dinding terasa begitu jauh. Tempat ini terasa begitu sepi, sunyi. Aku hanya bisa terlentang di atas tempat tidur sambil menatap ke arah langit langit rumah. Sementara itu hujan masih terus mengguyur kota ini. Mungkin langit mengerti bahwa hatiku memang sedang mendung.

Malam ini jarum jam terasa lebih lambat dari biasanya. Jiwaku seakan masih tertinggal di kota Demak. Mungkin aku hanya belum bisa percaya bahwa keadaan ini nyata. Mungkin aku membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyadari bahwa semua telah terjadi. Tapi bagaimana pun laki laki ini memang harus meninggalkan rumah. Ada suatu waktu dimana sang singa jantan muda harus pergi ke tengah rimba. Dia harus bertarung dengan kerasnya kehidupan. Dia harus bergelut dengan gelapnya keadaan. Dia harus menguasai rimba yang baru. Dia harus merajai setiap jengkal tanahnya.

Tak ada kemungkinan bagiku untuk kembali ke kota Demak. Kota bogor telah menjadi sebuah tujuan untuk pulang ketika aku meninggalkanya. Hidup begitu cepat berlalu, kisah demi kisah begitu cepat terjadi. Tapi satu hal yang pasti “perjalanan ini masih panjang”. Segera kita mulai lagi perjalanan ini dari kota Bogor. Segera kita wujudkan mimpi mimpi itu dari kota ini.

Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mati sebagai PNS, karena aku akan menjadi jauh lebih besar dari itu. Kota bogor akan menjadi sebuah pot yang akan membesarkan sebuah tumbuhan. Tumbuhan itu akan sangat besar, lebat, banyak buah dan bermanfaat.

Selamat tinggal kota Demak, tanah yang telah melahirkanku. Terimakasih untuk segalanya.
Sayonara kota wali