"Karena yang terpenting bukan apa yang kita dapat dari dunia, tapi apa yang bisa kita beri pada dunia"

Penyakit Pegawai Negeri Sipil

Ada beberapa penyakit PNS yang sangat sulit untuk disembuhkan. Bahkan menular dengan cepat kepada generasi generasi baru yang masuk ke dalam dunia pemerintahan. Hal tersebut sudah membudaya dan melekat sebagai karakter seorang PNS. Budaya inilah yang membuat bangsa kita semakin terpuruk. Uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk membangun bangsa malah dihambur hamburkan untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Pada instansi pemerintah sangat sulit membedakan yang mana uang halal dan haram. Bahkan ada orang yang nuraninya benar benar tumpul sehingga menghalalkan apapun untuk diambil. Diluar sana banyak orang tak mampu yang harus bekerja keras untuk membayar pajak, sementara itu di sisi yang lain ada orang yang mencuri uang tersebut dari Negara. Belum lagi para mavia yang mengunci sistem pemerintahan. Menyembunyikan kebusukan kebusukan demi menyelamatkan kepentingan pribadi. Berikut akan saya jelaskan budaya buruk yang ada di dunia PNS,

1. Gaji 
Gaji PNS tidak bisa dikatakan 100% halal. Uang untuk menggaji PNS tersebut juga berasal dari pajak diskotik, tempat prostitusi, import miras dan lain sebagainya. Kita harus rajin rajin beramal untuk menjadikan uang tersebut halal.

2. Perjalanan Dinas
Ada perjalanan dinas yang harusnya bisa diselesaikan oleh 2 orang tapi memaksakan untuk melibatkan 10 orang. Hal itu dilakukan untuk menghabiskan anggaran yang tersedia. Jika anggaran dalam suatu instansi tidak terserap 100% maka anggaran untuk tahun berikutnya akan dipotong, oleh karena itu instansi mencari cari cara agar anggaran tersebut habis.

3. Akomodasi
Banyak Bill Hotel yang dipalsukan oleh para PNS. Kenyataanya tidur di kamar hotel bintang 2, itupun 1 kamar dihuni oleh 3 orang. Laporanya tidur di hotel bintang 4 dengan rincian 1 orang/kamar. Jika hal ini dilakukan oleh kebanyakan PNS di Indonesia maka tidak terhitung berapa uang yang telah mereka curi dari Negara.

4. Wisata
Ada pula kunjungan yang dilakukan hanya sebagai syarat administrasi. Harusnya kegiatan seperi meng-copy data, koordinasi atau konsultasi bisa dilakukan menggunakan email, SMS atau telephone. Tapi pada kenyataanya mereka memiih untuk dibuatkan surat tugas perjalanan dinas agar mendapatkan uang perjalanan dinas.

5. Rapat Gadungan
Tidak pernah terjadi rapat dalam kantor tersebut. Tiba tiba saja seluruh kantor dimintai tandatangan  sebagai peserta rapat. Besoknya seluruh orang yang tandatangan mendapatkan uang rapat. Seluruh orang di kantor pun diam, segera belanja sepulang dari kantor. Ya daripada uang sisa anggaran tersebut dikembalikan pada Negara.

6. Consinering
Yaitu rapat yang diadakan di hotel. Tentu kita harus memfasilitasi seluruh peserta dengan kamar mewah, makanan mewah, coffer break dan ruang rapat mewah. Rapat yang harusnya bisa dilakukan di kantor malah diadakan di hotel. Sekian puluh juta langsung habis untuk membayar rapat ini. Cara paling mudah untuk menghabiskan angaran Negara.

7. Supervisi
Yaitu cek kualitas intansi pemerintah kepada kontraktor dan konsultan yang mengerjakan proyek dari pemerintah. Disinlah amplop amplop gratifikasi berterbangan. Jangan berharap proyek tersebut bisa selesai dengan baik dan dana dicairkan jika tida ada uang pelicin. Kasihan orang orang swasta yang selalu diperas oleh para mavia ini.

8. Status Palsu
Statusnya sih sedang berada di kota tertentu untuk melaksanakan tugas. Kenyataanya orangnya tidur di rumah atau bahkan berangkat ke kantor. Hak tetap diterima sebagaimana mestinya walaupun hanya “nama” yang melaksanakan tugas.

Masih banyak lagi, saya belum bercerita tentang kebobrokan system yang ada disana dan hambatan yang ditemui ketika anda akan merubah budaya tersebut. Kini Pak Jokowi menginstruksikan kepada seluruh intasnsi untuk tidak lagi mengadakan rapat di hotel. Jika pun rapat diadakan di kantor maka tidak diperbolehkan membeli snack mewah yang harganya mahal. Anggaran untuk perjalanan dinas juga dipotong hampir setengah. Banyak PNS menjerit karena ulah Pak Jokowi. Kita harus mengacungkan jempol pada upaya yang dilakukan Pak Presiden.

Harusnya kita tidak memposisikan diri sebagai orang yang tergabung dalam golongan PNS. Kita harus membela kepentingan bangsa dan negera bukan malah berfikiran sempit dengan membela kepentingan golongan. Lagipula Negara tidak pernah mempunyai uang, semua uang itu adalah uang rakyat yang dititipkan pada Negara. Saya juga tidak pernah peduli jika anggaran anggaran tersebut dipotong, karena saya memposisikan diri sebagai rakyat yang berada di dalam pemerintahan, bukan pejabat yang mempermainkan uang rakyat.

Ingatlah ketika uang uang haram mengalir deras dalam darah anak dan istrimu, kelak karma akan menjemputmu dengan bencana – Catatan Pendaki Gunung


Salam Lestari


Pemimpin : Teknik Mengambil Keputusan

Gn. Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, 2011
Tidak setiap orang berani mengambil keputusan. Tidak setiap orang mampu mengambil keputusan. Tapi seorang pemimpin harus mampu mengambil keputusan, seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan. Hal itulah yang membuatnya berbeda dengan kebanyakan, sehingga layak untuk disebut pemimpin.

Mengambil keputusan tidak boleh sembarangan. Kita harus tahu dulu batasan batasan permasalahan yang menjadi wewenang kita. Jangan sampai kita memutuskan sesuatu yang tidak menjadi wewenang kita. Hal itu bisa merusak struktur kepengurusan sebuah organisasi, komunitas atau instansi. 

Sebelum memutuskan sesuatu kita harus melakukan identifikasi permasalahan. Jangan sampai memutuskan sesuatu yang kita tidak tahu akar persoalnya. Untuk permasalahan yang harus diputuskan saat itu juga kita bisa menggunakan pertimbangan logika. Pertimbangkan segala resiko atas segala keputusan yang akan diambil.

Teknik pengambilan keputusan terbagi menjadi 4 ;

1. Absolut
Yaitu keputusan yang diambil secara sepihak. Biasanya keputusan ini diambil ketika situasi sudah sangat genting dan harus diputuskan saat itu juga. Pengambilan keputusan secara absolut membutuhkan keberanian yang tinggi. Karena jika keputusan itu salah maka kita adalah satu satunya orang yang harus bertanggung jawab.

Keberanian untuk mengambil keputusan secara absolut harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin pasti akan menemukan sebuah permasalahan yang membuatnya mengambil keputusan secara absolut. Permasalahan tersebut akan semakin membesar jika tidak diputuskan saat itu juga. Permasalahan tersebut akan menimbulkan permasalahan yang lain sehingga tampak seperti virus yang menular dengan cepat.

Status pelaksanaan : Sangat mendesak
Resiko : Bertanggung jawab seorang diri
Hambatan : Tidak berani, ragu, pesimis
Dibutuhkan : Ketenangan, kematangan, optimis
Kerugian : Keputusan yang diambil biasanya kurang matang
Keuntungan : Permasalahan selesai dengan cepat

2. Konsultasi
Yaitu keputusan yang diambil setelah melakukan konsultasi kepada beberapa orang yang dipercaya. Seorang pemimpin tetap butuh masukan dari orang orang terdekatnya sebagai pertimbangan untuk memutuskan sesuatu. Masukan tersebut akan membuat pemimpin merasa yakin untuk mengambil sebuah keputusan.

Status pelaksanaan : Semi mendesak
Resiko : Pihak yang idenya tidak dipakai/pihak yang tidak diajak konsultasi merasa kecewa
Hambatan : Koordinasi, perbedaan pendapat, butuh waktu
Dibutuhkan : Ketenangan, kematangan, koordinasi, kepercayaan
Kerugian : Butuh waktu agak lama untuk memutuskan sesuatu
Keuntungan : Keputusan yang dihasilkan lebih matang

3. Forum
Yaitu keputusan yang dihasilkan dari sebuah forum. Perbedaanya dengan Teknik konsultasi adalah pada jumlah orang yang hadir. Jika pada teknik konsultasi hanya melibatkan beberapa orang yang dipercaya, maka pada teknik pengambilan keputusan berdasarkan forum melibatkan seluruh orang yang ada dalam lingkungan kita. Jika menggunakan teknik ini maka seorang pemimpin haus siap untuk tidak diterima pemikiranya. Karena pada forum seperti ini suara kebanyakan lebih berharga dari suara seorang pemimpin sekalipun.

Status pelaksanaan : Tidak mendesak
Resiko : Terjadi perbedaan pendapat, sulit menemukan kesepakatan
Hambatan : Sulit menghadirkan banyak orang dengan cepat
Dibutuhkan : Ketenangan, kematangan, koordinasi, kesabaran,
Kerugian : Butuh waktu lama untuk memutuskan sesuatu
Keuntungan : Keputusan yang dihasilkan mendapat dukungan banyak pihak

4. Delegasi 
Yaitu pengambilan keputusan yang diwakilkan. Hal ini kadang dilakukan seorang pemimpin ketika sesuatu yang diputuskan tidak begitu penting. Pemimpin memang harus menyimpan tenaganya untuk menghadapi permasalahan lain sehingga permasalahan yang tidak begitu penting tidak harus dia pikirkan. Hal ini berkaitan dengan efektifitas kepemimpinan. Jangan sampai seorang pemimpin tumbang karena terlalu banyak memikirkan persoalan yang harusnya tidak dia pikirkan. Pemimpin bisa mendelegasikan kepada orang orang yang dipercaya untuk mengambil sebuah keputusan atau membentuk sebuah forum untuk mengambil keputusan tanpa kehadirnya.

Status pelaksanaan : Sangat tidak mendesak
Resiko : Keputusan tidak sesuai dengan harapan pemimpin
Hambatan : Sulit percaya kepada orang lain
Dibutuhkan : Ketenangan, kematangan, koordinasi, kepercayaan
Kerugian : Pemimpin tidak mempunyai ruang untuk menyampaikan pemikiranya
Keuntungan : Pemimpin tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk berfikir

Yang menjadi permasalahan berikutnya adalah bagaimana kita membaca keadaan, kemudian memutuskan untuk menggunakan teknik yang mana ?

Hal itu membutuhkan identifikasi yang tepat dari seorang pemimpin

Pemimpin harus berani memutuskan sesuatu, membuat keputusan yang tepat dan bertanggung jawab atas segala keputusan. Untuk itulah pemimpin diciptakan.
Jatuh masih lebih baik daripada diam ditempat, setidaknya kita tahu apa yang membuat kita terjatuh, sehingga membuat kita sulit untuk terjatuh lagi - Catatan Pendaki Gunung
Ditulis oleh : Andriyana L
Salam Lestari


Gerakan Tanggap Bencana (Banjarnegara) Komunitas Pendaki Gunung

Intro : Komunitas Pendaki Gunung adalah sebuah Komunitas Facebook terbesar di dunia maya dengan tema "Pendakian Gunung". Silahkan masuk ke grup Facebook KPG. Kami mempunyai Visi dan Misi sebagai berikut :

Visi : Menjadi wadah bagi seluruh pendaki gunung Indonesia untuk berkontribusi dalam upaya memajukan kegiatan pendakian gunung, pelestarian lingkungan dan kegiatan sosial kemasyarakatan

Misi :
1. Menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan dengan pendakian gunung
2. Menyelenggarakan kegiatan dalam upaya membangun dan melestarikan lingkungan
3. Menyelenggarakan kegiatan sosial sebagai upaya pengabdian kepada masyarakat
4. Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran sebagai upaya memajukan kualitas Sumber Daya Manusia dalam bidang pendakian gunung

Hingga saat ini kami mempunyai 15 Cabang di seluruh Nusantara

"Daftar Regional KPG Nusantara"

1. KPG Regional Jabodetabek (Abdulah “085715815058 ”)
2. KPG Regional Karawang (Dwi “085291077524”)
3. KPG Regional Bandung (Adi Riyana “087825948269”)
4. KPG Regional Garut (Fajar “082214099579”)
5. KPG Regional Cirebon (Saerih “085727626529")
6. KPG Regional Semarang (Nanda “085741887477”)
7. KPG Regional Solo Raya (Hery “085795432112”)
8. KPG Regional Yogyakarta (Mizan “08122950863”)
9. KPG Regional Pati (Dudi “081914039000”)
10. KPG Regional Malang (Irfan “085815336336”)
11. KPG Regional Sulawesi Utara (Chris “082328 6600 60”)
12. KPG Regional Barlingmascakeb (Chandra Arif "085747829422")

KPG Wilayah
1. KPG Wilayah Kab. Bekasi (Deni “085691044761”)
2. KPG Wilayah Bogor (Agus “08977565901”)
3. KPG Wilayah Tangerang (Siswanto “083878452975”)

KPG Tanggap Bencana 
Minggu kemarin di daerah Banjarnegara terjadi bencana yang menewaskan banyak orang dan sebagian besar korban belum ditemukan. 13-14 Desember 2014 KPG sudah terikat dengan rencana rencana yang telah dipublikasikan sebelumnya sehingga harus tetap menyelesaikanya.Diantaranya :

KPG Reg Karawang (Camping Ceria, Gn Gede, 13-14 Desember 2014)
KPG Reg Bandung (Camping Ceria, Gn Galunggung, 13-14 Desember 2014)
KPG Reg Semarang (Susur Pantai, Pulau Panjang, 13-14 Desember 2014)
KPG Barlingmascakeb (Kopdar Perdana, Purwokerto, 14 Desember 2014)
KPG Regional Jabodetabek, Korwil Bogor, Latihan Bersama Navigasi Darat, 14 Desember 2014
KPG Reg Sulawesi Utara, Camping, Gunung Tumpa, 13-14 Desember 2014
Tapi kami tak mau pura pura buta toh nyatanya kami masih punya Mata
Tapi kami tak mau pura pura tuli toh nyatanya kami masih punya telinga

Ketika diluar sana masih banyak yang berwacana, kami sudah mulai bekerja 

KPG Regional Jabodetabek langsung bergerak dengan mengadakan penjualan Baju KPG secara Online. Keuntungan penjualan ini akan disumbangkan untuk korban bencana di Banjarnegara. Untuk teman teman yang berminat bisa melihat di sini

KPG Regional Sulawesi Utara langsung mengadakan penggalangan mendadak pada waktu Camping di Gunung Tumpa

KPG Regional Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) juga langsung bergerak dengan melakukan aksi turun ke jalan menggalang sumbangan 


Tim gabungan KPG Regional Semarang dan KPG Regional Pati akan melakukan Pergerakan ke Lokasi pada 19 Desember 2014, Karena jumlah relawan di lokasi masih kurang

Tim Gabungan yang turun ke lapangan akan mengindentifikasi kondisi dan barang barang yang dibutuhkan oleh para pengungsi, setelah itu Dana hasil penggalangan KPG Regional Jabodetabek akan disetorkan kepada tim Gabungan dan dikonversi menjadi barang barang yang diperlukan. Penggalangan dana ini direncanakan selesai pada hari Kamis 18 Desember 2014

Bagi teman teman yang masih bingung ingin menyumbang kemana, bisa langsung dikirimkan ke Koordinator KPG Tanggap Bencana
Stevo (083899015705)

No Rekening BCA (2731.739.376) atas nama "Stevanus Bedahrang"
Kami berharap tim "KPG Tanggap Bencana" bisa bermanfaat bagi pengungsi yang berada di Banjarnegara. Kami bekerja secara Cepat, sistematis, terstruktur dan Ikhlas

Grup Facebook yang biasanya hanya diisi oleh Wacana, Debat, Foto, Iklan dan sebagainya kami sulap menjadi sebuah Sistem yang mampu bekerja dengan baik untuk bangsa Indonesia

Kami tak sekedar mendaki, 
Kami tak sekedar Pendaki,

Di Indonesia terlalu banyak orang yang "Urun Angan", oleh karena itu kami "Turun Tangan"

Andriyana L (Koordinator Pusat/085727626529)
Nanda (Koordinator Pusat/085741887477)

Salam Lestari

KPG Peduli Banjarnegara

Salam Lestari,
"KPG Tanggap Bencana" (Peduli Banjarnegara)

Kami menjual Kaos KPG dengan harga "90.000" rupiah
"Belum termasuk ongkos kirim"

Kaos akan dikirim menggunakan JNE, tarif bisa dilihat sendiri di Web JNE
COD juga bisa, di daerah Jakarta, silahkan hubungi CP nya

Jika anda membeli 1 buah kaos ini maka anda telah menyisihkan 20.000 rupiah untuk sodara sodara kita di banjarnegara,


Ukuran : M, L, XL
Bahan : Combed 20 s

Untuk yang berminat bisa menghubungi Koordinator Tanggap Bencana KPG Reg Jabodetabek 

Stevo (083899015705)

No Rekening BCA (2731.739.376) atas nama "Stevanus Bedahrang"

Ditunggu sampai hari Rabu jam 11.59 WIB, karena hari kamis kami akan mendonasikan seluruh sumbangan kepada Korban yang membutuhkan
Dana ini akan dikonversi menjadi barang barang yang dibutuhkan oleh Korban dan akan diantarkan langsung ke lokasi oleh KPG Regional Semarang dan KPG Regional Pati pada 19 Desember 2014
Yang tidak ingin membeli baju tapi hanya ingin menyumbang juga boleh, silahkan hubungi saja CP nya

Kami sulit menutup mata, toh nyatanya kami masih punya mata
Kami sulit menutup telinga, toh nyatanya kami masih punya telinga
Tak perlu banyak wacana, mari bekerja

Salam Lestari

Kepemimpinan : Leader VS Manager

Ada perbedaan yang sangat mendasar antara Leader dan Manager. Tapi tidak banyak orang bisa membedakanya, bahkan kebanyakan orang cenderung menganggapnya sama. Perbedaan antara keduanya akan membantu kita memahami jiwa kepemimpinan yang sedang kita pelajari. Jangan sampai kita mendapatkan definisi kepemimpinan yang ambigu.

Leader
Leader atau pemimpin adalah orang yang mempunyai pemikiran berani, optimis, pantang menyerah dan tegas. Leader mempunyai daya tarik yang membuat orang orang bersedia mendukung pemikiranya. Leader tidak butuh jabatan untuk mempengaruhi banyak orang. Dia memiliki kharisma tersendiri untuk membuat orang percaya pada pemikiranya. Bahkan tidak jarang mereka mampu membuat pendukungnya menjadi pengikut yang sangat loyal.

Leader mampu memberikan inspirasi kepada orang lain. Inspirasi yang membuatnya bekerja baru berbicara, bukan berbicara baru bekerja. Dia mampu membuat orang orang segan. Dia mampu membuat orang begitu takut untuk membuatnya kecewa. Dia mampu memberikan alasan kenapa seseorang harus mendukung pemikiranya. Dia mampu membakar semangat ketika pendukungnya sudah mulai tumbang, meyakinkan bahwa semua akan terselesaikan dengan baik. 

Manager
Manager adalah orang yang selalu menyelesaikan sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya. Dia terbiasa membuat rencana yang kompleks sebelum melakukan sesuatu. Dia tahu berapa jumlah orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah projek. Dia mampu membagi seluruh personil sesuai dengan peran dan kemampuan masing masing. Dia mampu memberikan solusi atas segala permasalahan yang ada.

Manager identik dengan sifat tepat, cepat, sistematis, terstruktur dan rapi. Dia membuat orang orang percaya dengan kualitas yang dia miliki. Manager biasanya pintar dalam membuat inovasi dan lebih dinamis dalam berfikir. Apa yang direncanakanya jarang meleset, pun jika meleset dia sudah siap dengan rencana cadangan yang dipersiapkan sebelumnya.

Masih belum ketemu perbedaan mendasar antara Leader dan Manager ?

Saya berikan perbedaan dengan sebuah contoh, 

Contoh ketika seorang Manager memimpin forum,

Selamat pagi,
Hari ini kita berkumpul untuk merencanakan sebuah kegiatan. Pembagian peran dan tugas dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan ini. Setidaknya kita membutuhkan pelaksana kegiatan yang bertugas menjadi koordinator kegiatan ini, Sekretaris yang akan mengurusi semua persoalan administrasi dan bendahara yang akan mengurus persoalan dana. Jika memungkinkan nanti kita akan membentuk seksi humas untuk mempublikasikan kegiatan ini secara lebih terstruktur.

Diharapkan kita mampu berkerja sesuai dengan rencana yang telah kita buat. Jika nanti terdapat masalah maka saya akan langsung membentuk sebuah forum untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Untuk Sekeretaris sebaiknya segera bergerak karena biasanya proses administrasi selalu dilakukan di awal. Sementara itu Bendahara harap segera membuat rencana anggaran untuk kegiatan ini. Mungkin itu dulu arahan dari saya, sekian dan terimakasih

Contoh ketika seorang Leader memimpin forum,

Selamat pagi, 
Mungkin ini kegiatan yang pertama bagi kita, tapi saya yakin kita mampu untuk menyelesaikanya. Kita punya banyak orang orang hebat, kita hanya harus percaya pada kemampuan yang kita miliki. Tidak sembarangan orang bisa berada disini, teman teman adalah yang terbaik dari kebanyakan orang yang ada di luar sana. Ini bukan mimpi yang terlalu tinggi, ini sebuah target nyata yang ada di depan kita. Mari kita sama sama bekerja, mari kita bekerja sama sama.

Saya berharap kepanitiaan yang telah dibentuk mampu berkerja dengan baik. Kita harus ingat bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk kepentingan saya atau anda. Kita harus yakin bahwa apa yang kita kerjakan akan bermanfaat bagi orang lain. Kita harus berfikir lebih keras, berkeringat lebih deras. Suatu saat kita akan bangga pada apa yang telah kita kerjakan, tersenyum menatap kebanggaan yang mampu kita bawa pulang. Mungkin sekian arahan dari saya, selamat berjuang !

Masih belum ketemu perbedaan mendasar antara Leader dan Manager ?
Manager adalah orang yang memberitahu anda cara untuk menyelesaikan sesuatu, sedangkan leader adalah orang yang memberi anda alasan kenapa anda harus menyelesaikanya - Catatan Pendaki Gunung
Intinya Leader dan Manager adalah sebuah sifat yang berebeda. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Dalam sebuah organisasi sangat ideal apabila ketuanya adalah seorang leader dan wakilnya adalah seorang manager, karena sangat jarang orang yang mempunyai 2 karakter tersebut dalam satu raga.

Ditulis oleh : Andriyana L, ST  (Admin Komunitas Pendaki Gunung, Pendiri Sherpa Geodesi UNDIP, anggota SWAPALA KALIJAGA, Surveyor Pemetaan Badan Informasi Geospasial)

Salam Lestari,   

Pentinganya Manajemen Perjalanan



Manajemen perjalanan adalah hal penting yang harus dipelajari. Kesalahan dalam manajemen perjalanan membuat tujuan yang telah ditetapkan menjadi berantakan. Hal itu disebabkan karena ketidaksiapan kita dalam segala hal. Berikut adalah beberapa akibat yang ditimbulkan karena kesalahan manajemen perjalanan :
- (Kesalahan Waktu) 
Waktu yang disiapkan untuk menggapai puncak tertentu ternyata kurang sehingga memaksa kita untuk mendaki dengan kebut kebutan sehingga berisiko pada kesehatan fisik. Jika tetap memaksakan mendaki dengan “santai” paling juga tidak sampai di puncak karena waktunya habis. 
(Studi kasus : Gunung Argopuro)
- (Kesalahan Perijinan)
Data seperti KTP atau surat keterangan dokter ketinggalan sehingga tidak mendapatkan surat ijin untuk mendaki, akibatnya harus menghabiskan waktu untuk ke Klinik demi memperoleh surat Keterangan Sehat. Karena tim berjumlah 50 orang, maka terpaksa harus antri sebanyak 50 orang karena jumlah klinik di daerah pedalaman tidak banyak. 
(Studi kasus : Gunung Semeru),
- (Kesalahan Transportasi)
Kurangnya informasi, sehingga membuat kita datang di Kecamatan Baraka pada hari Jumat, padahal Truck ke basecamp Gunung Latimojong hanya ada pada hari Senin dan Kamis. Akibatnya Berjalan kaki lebih dari 20 Km untuk sampai di basecamp atau Tidur di masjid selama 3 hari sambil menunggu truck lewat. 
(Studi kasus : Gunung Latimojong)
- (Kesalahan Budaya)
Karena tidak mempelajari budaya Lokal maka sampai di basecamp gunung Agung bali pada hari yang disucikan oleh warga setempat sehingga tidak memperoleh ijin naik gunung. 
(Studi kasus : Gunung Agung)
- (Kesalahan Perbekalan)
Pada saat camp di Kalimati (Gunung Semeru) dan hendak pergi ke puncak ternyata hujan deras tanpa henti seharian. Akibatnya mengungsi berhari hari di Kalimati tanpa perbekalan makanan yang cukup sambil menunggu cuaca membaik untuk pergi ke puncak. 
(Studi Kasus : Gunung Semeru)
- (Kesalahan Perlengkapan)
Karena tidak tahu bahwa medan pendakian gunung Salak adalah lumpur maka naik gunung Salak memakai sandal. Setelah sampai di medan yang berlumpur sandal tenggelam di kedalaman lumpur 30 Cm, dan ketika di tarik “putus”. Akibatnya nyeker hingga basecamp karena ternyata juga tidak membawa jarum dan tali untuk memperbaikinya 
(Studi Kasus : Gunung Salak)

Dengan pemaparan menganai akibat akibat yang ditimbulkan karena salahnya manajemen perjalanan maka anda akan mengert betapa pentingnya manajemen perjalanan

Semoga bermanfaat
Ditulis oleh : Andriyana L

Sekian terimakasih

Navigasi Darat, menggunakan peta apa ?


Jenis Peta yang ada di Indonesia sangat banyak. Instansi yang bisa membuat Peta juga sangat banyak. Bahkan saya juga bisa membuat berbagai jenis peta. Contoh peta buatan saya bisa dilihat disini. Kemudian yang menjadi pertanyaan kita adalah,

"Peta mana yang akan kita gunakan dalam kehidupan sehari hari, termasuk untuk keperluan Navigasi darat ?"

"Peta yang dibuat oleh Instansi mana yang harus kita gunakan ?"



Pertanyaan tersebut harus terjawab sebelum kita mulai belajar tentang Navigasi darat. Pengetahuan dasar tentang refrensi peta biasanya menjadi hal dasar yang membuat para Navigator salah kaprah dalam memulai proses belajar Navigasi darat. 

Saya akan menjawab pertanyaan pertama, bahwa Peta yang sebaiknya kita gunakan dalam Navigasi darat adalah peta RBI (Rupa Bumi Indonesia). Peta Rupabumi Indonesia (RBI) adalah peta topografi yang menampilkan sebagian unsur-unsur alam dan buatan manusia di wilayah NKRI. Unsur-unsur kenampakan rupabumi dapat dikelompokkan menjadi 7 tema, yaitu:

    Tema 1 : Penutup lahan : area tutupan lahan seperti hutan, sawah, pemukiman dan sebagainya
    Tema 2 : Hidrografi : meliputi unsur perairan seperti sungai, danau, garis pantai dan sebagainya
    Tema 3 : Hipsografi : data ketinggian seperti titik tinggi dan kontur
    Tema 4 : Bangunan : gedung, rumah dan bangunan perkantoran dan budaya lainnya
    Tema 5 : Transportasi dan Utilitas : jaringan jalan, kereta api, kabel transmisi dan jembatan
    Tema 6 : Batas administrasi : batas negara provinsi, kota/kabupaten, kecamatan dan desa
    Tema 7: Toponim : nama-nama geografi seperti nama pulau, nama selat, nama gunung dll
  
Unsur "Topografi" yang sangat diperlukan dalam Navigasi darat di Alam bebas juga sudah terdapat pada peta RBI. Dukungan Unsur yang lain akan membuat Navigasi Darat lebih mudah untuk dilakukan oleh siapapun. 
Peta RBI Skala 1 : 10.000
Saya akan menjawab pertanyaan kedua, bahwa Instansi yang mengeluarkan Peta RBI (Rupa Bumi Indonesia) adalah "Badan Informasi Geosapasial" atau yang dulu disebut dengan "Bakosurtanal", sebagaimana dijelaskan oleh Undang Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang "Informasi Geospasial". Badan Informasi Geosapasial adalah lembaga setingkat Kementrian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Kepala BIG setingkat dengan Menteri 

Peta RBI adalah "Dasar" dari peta peta lain yang ada di Indonesia. Selain peta RBI ada juga peta "Tematik". Peta tematik adalah peta dengan tema tertentu, bisa mengandung lebih banyak Tema dari Peta RBI juga bisa mengandandung lebih sedikit tema daripada Peta RBI. Untuk kehidupan sehari hari sebaiknya kita mempelajari peta RBI. Bahkan Organisasi besar seperti WANADRI pun menjadi Konsumen peta RBI.

Tentu ada beberapa perbedaan antara peta satu dengan yang lain, terutama dalam unsur unsur utama peta seperti Legenda, sistem koordinat, skala hingga Kartografi. Untuk pemula sebaiknya pelajari dulu satu jenis peta, yaitu peta RBI. Setelah mahir maka bisa menggunakan peta peta jenis lain karena pada dasarnya konsepnya adalah sama. 

Peta RBI sendiri terdiri dari beberapa Skala, mulai dari skala 1 : 250.000 hingga skala 1 : 10.000. Peta RBI dengan skala Standar yang paling sering digunakan di Indonesia adalah skala 1 : 25.000. Semakin besar skalanya tentu semakin teliti, maka jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal lebih baik menggunakan RBI skala 1 : 10.000. 

"Bagaimana cara mendapatkan peta RBI ? "

Bisa didapatkan di Cabang cabang penjualan Badan Informasi Geospasial di seluruh penjuru Nusantara 

Untuk pelayanan informasi dan produk Geospasial, pengguna dapat dapat menghubungi  Sentra Peta Badan Informasi Geospasial seperti tercantum di bawah ini :

Provinsi Sumatera Utara
Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan (Unimed)
Jl. Willem Iskandar Pasar V Kotak Pos No. 590 Medan

Provinsi Sumatera Barat
Bappeda Provinsi Sumatera Barat
Jl. Khatib Sulaiman No. 1 Padang
T : 0751-7054555; F : 0751-7055676
Provinsi Riau
Bappeda Provinsi Riau
Jl. Gajah Mada No.200 Pekanbaru
T : 0761-36031; F : 0761-36035
Provinsi Sumatera Selatan
Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA
Kampus Universitas Sriwijaya Inderalaya
Jl. Palembang-Prabumulih Km.35 Inderalaya 30662
T : 0711-581118
Provinsi DKI Jakarta
Mega Glodok Kemayoran
Ground Floor, Blok D 06 No. 05, 06 dan D 05 No. 03
Jl. Angkasa Kav. B-6, Kota Baru, Bandar Kemayoran
Jakarta Pusat
T : 021-26647344
Provinsi Jawa Barat
BAKOSURTANAL Gedung C
Pusat Pelayanan Jasa dan Informasi
Jl Raya Jakarta Bogor Km. 46 Cibinong 16911
T : 021-8753155 F : 021-87916647
Departemen Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga
T : 0251-422325, 629358; F : 0251-629358
Departemen Geografi-FMIPA Universitas Indonesia
Kampus UI Depok
T : 021-7270030, 77210658; F : 021-77210659, 78886680, 7270012
Koperasi Wanadri
Jl Aceh No. 155, Bandung
T : 022-4206440
Provinsi Jawa Tengah
Bappeda Provinsi Jawa Tengah
Jl. Pemuda No. 127-133 Semarang
T : 024-3515591 psw. 312; F : 024-3546802
Universitas Negeri Semarang
Gedung C-5, Lantai 3, Laboratorium Geografi-Fakultas Ilmu Sosial
Kampus Sekaran Gunung Pati Semarang
T : 024-8508011, 91264140
Toko Buku Jendela
Jl. Pemuda Utara No. 94, Klaten
T : 0272-329294
Universitas Sebelas Maret
Program Studi Pendidikan Geografi
Jurusan Pendidikan IPS-FKIP
Jl. Ir. Sutami No. 36 A
Surakarta 57126
T : 0271-646994 psw 379; F : 0271-648939
Provinsi DI Yogyakarta
Pusat Pelayanan Informasi Kebumian (PPIK) UGM
Ruko UGM No. 2, Jl.Agro Bulaksumur Yogyakarta
T :0274-557732; F : 0274-589595
UPN “Veteran” Yogyakarta (UPT Perpustakaan)
SWK (Lingkar Utara) No.104 Condong Catur Yogyakarta
T : 0274-486733 ext.364, 486402; F : 0274-486400
Provinsi Jawa Timur
Perpustakaan Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional
Jl. Bendungan Sigura-gura No. 2 Malang
T : 0341-551431 pes. 233; F : 0341-553015, 417634
Program Studi Teknik Geomatika FTSP - ITS
Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111
T : 031-5929487
Provinsi Bali
Jurusan Tanah Fak. Pertanian Universitas Udayana
Kampus Udayana Jl. P.B Sudirman, Denpasar
T : 0361-265327
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Bappeda Provinsi NTB
Jl. Flamboyan No.2, Mataram
T : 0370-623437, F:0370-622779
Provinsi Kalimantan Barat
Bappeda Prov. Kalimantan Barat - Unit Data Perencanaan Pembangunan
Jl. Ahmad Yani (Komplek Gubernur) Pontianak
T : 0561-736013/738784; F : 0561-731217
Provinsi Kalimantan Selatan
Jurusan Tanah Fak. Pertanian Universitas Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani - Banjarbaru Kalimantan Selatan
T : 0511-4777540, 4772254; F : 0511-4777540, 4772254
Provinsi Kalimantan Timur
Bappeda Prov. Kalimantan Timur
Jl. Kusuma Bangsa No. 2
Samarinda
T : 0541-741044
Provinsi Sulawesi Tenggara
Bappeda Prov. Sulawesi Tenggara
Jl. Mayjen S. Parman Kendari
T : 0401-3128740
Prodi. Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo
Jl. Malaka Kampus Bumi Tridharma Anduonohu Kendari
T : 0401-391692
Provinsi Sulawesi Selatan
Jurusan Ilmu Tanah-Fak. Pertanian dan Kehutanan UNHAS
Kampus UNHAS Tamalanrea Jl Perintis Kemerdekaan Km.11 Makassar
T : 0411-587076; F:0411-587076
Bappeda Sulawesi Selatan
Jl. Urip. Sumoharjo Km. 5 No. 269 Makassar
Telepon/Fax : 0411-453486 Ext 122
Provinsi Sulawesi Utara
Jurusan Ilmu Tanah-Fak. Pertanian Universitas Sam Ratulangi
Kampus Universitas Sam Ratulangi Bahu Manado 95115
T : 0431-862786; F:0431-846540
Provinsi Gorontalo
Fakultas Pertanian, Universitas Gorontalo
Jl. Jend. Sudirman No 247 Limboto, Gorontalo

Sekian dan Terimakasih 

Ditulis oleh : Andriyana L, ST  (Admin Komunitas Pendaki Gunung, Pendiri Sherpa Geodesi UNDIP, anggota SWAPALA KALIJAGA, Surveyor Pemetaan Badan Informasi Geospasial)

Kebebasan Sejati

Aku berkelana mencari kebebasan sejati. Aku pergi ke tempat yang sepi, jauh dari keramaian, dimana peraturan pemerintah tidak bisa menyentuhku, atau bahkan menghukumku. Aku menemukan kebebasan di puncak puncak gunung. Dimana angin bertiup dengan merdu, menepa daun daun yang jatuh diantara ilalang. Sementara itu langit tambak biru, memayungi bumi dengan keagunganya.  

Aku menikmati setiap kebebasan yang ku hirup. Di tempat ini kita benar benar bebas, menikmati setiap kedamaian yang alam sajikan. Bahkan aku selalu kembali ke tempat ini, kerinduan akan kebebasan selalu memaksaku kembali ke puncak puncak itu. 

Waktu berlalu begitu cepat, hari demi hari berganti, malam demi malam terlewat. Kini tuhan menempatkanku sebagai salah satu orang yang berjasa mendirikan MAPALA. Posisi sebagai Ketua MAPALA angkatan pertama membuatku terikat dalam strktural organisasi. Bahkan bertanggung jawab atas segala pergerakan organisasi ini. Aku terikat dengan mimpi mimpiku. Mimpi untuk membesarkan organisasi ini. 

Setelah bekerja sangat keras akhirnya tiba saatnya untuk melepaskan posisi ketua angkatan pertama. Angkatan kedua mulai bekerja melanjutkan apa yang telah dimulai. Namun nyatanya nuraniku terus memanggil untuk bekerja pada organisasi ini. Jiwaku belum mampu untuk melepaskan organisasi ini sepenuhnya. Organisasi ini mengikatku teramat kuat. 

Takdir membawaku ke tempat lain. Entah apa yang terlukis di garis tanganku. Tapi waktu memposisikanku sebagai orang yang mendirikan sebuah Komunitas dunia maya dengan member terbanyak se Indonesia. Dan ketika proses transformasi ke dunia nyata dimulai, aku sudah terikat sangat kuat pada proses tersebut. 

Tak henti sampai disitu, Ternyata Negara memanggilku untuk bekerja. Posisi di salah satu Instansi pemerintah setingkat kementrian membuat apa yang kukerjakan menjadi sesuatu yang sangat penting. Karyaku menjadi konsumsi para pejabat sekelas Bupati, Gubernur bahkan Menteri. 

Kini aku terjerat. Aku terikat dengan banyak lambang. Tanggung jawab membuatku selalu ada untuk melestarikan ikatan ikatan tersebut. Perjalanku yang bermula untuk mencari kebebesan membuatku tersangkut dalam sebuah jaring yang teramat rumit. Tapi setidaknya situasi ini memberikan sebuah pelajaran penting bagiku 

Tentu kita tidak bisa mendirikan dan membesarkan organisasi jika kita tidak tergabung dalam organisasi manapun, tentu kita tidak bisa bekerja pada Negara jika kita tidak tergabung ke bagian dari Negara itu sendiri, tentu kita tidak bisa membesarkan sebuah komunitas yang bahkan kita tidak memiliki ikatan tanggung jawab pada proses tersebut.

Kenapa presiden Soekarno menjadi legenda ?
Karena dia terikat tanggung jawab untuk mendirikan bangsa Indonesia

Kenapa Hitler menjadi legenda ?
Karena dia mengikatkkan nyawanya untuk perjuangan bangsa Jerman

Kenapa Soe Hok Gie menjadi legenda ?
Karena dia terikat dengan mimpi besarnya untuk mendirikan MAPALA

“Langkah awal untuk mengubah sesuatu adalah dengan mengikatkan pemikiran kita pada sesuatu yang ingin kita ubah, dan kebebasan sejati hanya bisa dimiliki ketika kita telah menyelesaikan perubahan itu” Catatan Pendaki Gunung

Datanglah pada bendera yang ingin kau besarkan, bukan malah lari seperti layaknya anak kambing yang dikejar singa !


Inspirasi :
  • Dari orang orang yang tidak mau bergabung dengan lambang apapun dengan alasan “Tidak ingin terikat
  • Dari orang orang yang memilih untuk bebas, “bebas dari tanggung jawab untuk mengubah sesuatu di dunia

Salam Lestari 

Pemimpin : Teknik Memberikan Pengaruh


Para pemimpin adalah orang orang yang mempunyai pengaruh kuat pada lingkungan sekitar. Setiap pemimpin mempunyai cara tersendiri untuk menciptakan pengaruhnya. Pemimpin harus mempunyai pengaruh yang kuat agar tujuan mulianya mendapatkan dukungan penuh oleh orang orang dekatnya. 

Tapi jika kita adalah seorang pemimpin dalam struktural pemerintahan maka kita hanya harus memberikan intruksi, kemudian seluruh bawahan mengikuti. Karena jika bawahan tidak mengikuti akan dikenakan hukuman. Tapi saya yakin jika konsep tersebut diterapkan di Organisasi atau Komunitas maka akan menjadi sebuah konsep yang buruk. Yang harus kita tahu adalah "memberikan pengaruh dengan ancaman hukuman" adalah cara terburuk dalam ilmu kepemimpinan. 

Banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk memberikan pengaruh pada orang orang sekitar tanpa ancaman hukuman, disinilah jiwa pemimpin yang sebenarnya diuji, Berikut cara yang biasa digunakan pemimpin untuk memperkuat pengaruhnya : 

1. Inpirasi 
Pemimpin harus menjadi inspirasi bagi orang orang terdekatnya. Pemimpin harus memberikan contoh sebelum dia menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu. Tunjukkan bagaimana anda melakukanya, maka mereka akan menaruh hormat pada apa yang anda lakukan. Kemudian mereka akan menjadikan anda sebagai inspirasi, mereka akan percaya bahwa anda tidak sekedar biacara, mereka akan percaya bahwa anda adalah seseorang yang harus menjadi panutan. Setelah itu terjadi maka mereka akan percaya bahwa apa yang anda coba lakukan adalah sesuatu yang akan membawa kita pada kebaikan. Dan orang orang terdekat anda akan terkena pengaruh dari apa yang ada ciptakan.

2. Motivasi
Motivasi adalah bagimana anda bertemu dengan seseorang, kemudian memberikan motivasi agar orang tersebut mau berjuang bersama anda. Teknik ini sangat sederhana, anda hanya harus memberikan alasan kenapa mereka harus ikut membantu perjuangan anda. Anda harus meyakinkan bahwa anda sedang memperjuangkan sesuatu yang benar, dan anda membutuhkan bantuan untuk mewujudkanya.

3. Konsultasi
Para pemimpin biasanya sengaja berkonsultasi pada beberapa orang walaupun sebenarnya dia sudah memahami akar permasalahnya. Bahkan dalam konsultasi tersebut dia cenderung “pura pura tidak memahami” agar orang orang yang diajaknya konsultasi bisa lebih pro aktif memberikan saran. Teknik ini bertujuan agar orang orang tersebut merasa dilibatkan dalam sesuatu yang penting. Hal ini juga secara tidak langsung akan mengikat orang orang yang diajak konsultasi untuk melakukan apa yang telah dibicarakan bersama karena merasa bertanggung jawab telah memberikan saran.

4. Mengambil Hati
Teknik ini biasanya digunakan secara personal. Berbicara singkat tentang hal yang berada di luar topik seperti misalnya kondisi keluarganya, kuliah, sekolah, Blog, Tulisan, Musik atau apa saja. Mereka akan merasa diperhatikan, kemudian mereka akan merasa bahwa anda adalah orang yang sangat peduli padanya. Mereka akan merasa bahwa anda sangat dekat dengan denganya. Para pemimpin harus selalu “merakyat”, bergaul dengan satu persatu rekanya, menciptakan hubungan yang lebih erat secara personal.

Bagaimanapun Indonesia masih membutuhkan para pemimpin, mereka yang bergerak untuk sebuah perubahan. Jadilah pemimpin yang disegani karena "kapasitas" bukan pemimpin yang disegani karena "jabatan" apalagi "umur" 

Semoga bermanfaat 

Ditulis : Andriyana L

Salam Lestari 




Fenomena Pendaki Cilik

Akhir akhir ini aksi para pendaki cilik berhasil mencuri perhatian pendaki tanah air. Para Balita atau pun Bayi tersebut bisa menapakkan kaki kakinya di puncak gunung tertinggi. Tentu mereka tidak berjalan sendiri, terkadang ada yang digendong oleh ayah ataupun ibunya. Para pendaki cilik tersebut mampu berada di puncak gunung, seperti yang kita tahu orang dewasa pun membutuhkan perjuangan luar biasa untuk sampai di puncak gunung.

Selalu ada banyak sudut pandang dalam memahami sebuah persoalan,

Gunung adalah tempat yang tidak ramah bagi siapapun. Tanjakan dan turunan membuat siapapun akan berkeringat untuk melewatinya. Udaranya yang dingin begitu tajam menusuk kulit. Jika siang, panasnya terik mampu menghanguskan kulit dengan mudah. Jumlah sumber air di gunung juga sangat terbatas begitu pula dengan jumlah makanan. Gunung tidak pernah ramah untuk para bayi. 

Jika kita melihat dari sudut pandang pertama maka akan terlihat betapa luar biasa bayi bayi yang telah berhasil sampai di puncak. Mereka telah melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh kebanyakan bayi lainya. Meskipun bayi tersebut bisa sampai di puncak karena bantuan orang tuanya, harus kita acungi jempol karena bayi tersebut juga harus menghadapi dinginya udara dan panasnya terik.

Dari sudut pandang kedua terlihat bahwa orang tersebut terlalu memaksakan kehendaknya kepada anaknya. Jika alasan adalah "mengenalkan alam sejak dini" tentu hal itu sangat tidak masuk akal. Coba anda ingat ingat apa saja yang pernah anda lakukan pada umur 1-4 tahun ? tentu kita sudah lupa. Kesimpulanya adalah bayi tidak bisa mengingat dengan jelas tentang kejadian yang dialaminya sejak kecil. Jika mengingat saja belum bisa apalagi memahaminya.

Ketika si bayi sampai di puncak gunung tentu orang tuanya akan kebanjiran pujian. Tapi saya rasa hal itu tidak setimpal dengan apa yang dialami oleh sang bayi. Sang bayi belum bisa berteriak kelaparan, kehausan, kedinginan dll. Sang bayi belum bisa mengatakan apa yang dia rasakan, tapi kita seolah olah tau apa yang dia rasakan.

Jika saya punya anak kecil maka tidak akan pernah saya ajak untuk naik gunung. Daripada saya menggendongnya ke puncak puncak gunung, saya lebih bangga ketika kelak dia mampu berada disana dengan jerih payahnya sendiri, dengan usahanya sendiri. Saya juga tidak pernah tega jika dinginya udara menyentuh kulit anak saya yang masih rapuh, ketika debu mengepung hidung mungilnya, ketika hujan membasahi wajahnya. 

Tergantung dari sudut pandang mana anda memandang,

Salam Lestari

 


Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru

Saya buka mesin pencari google dengan keyword "Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru". Dari hasil pencarian yang ada saya tidak melihat "Peta Jalur pendakian gunung Semeru" yang benar benar sesuai kaidah pembuatan peta. Menurut saya gambar gambar yang ada di hasil pencarian google tersebut tidak bisa mewakili peta karena tidak mempunyai sistem refrensi koordinat dan skala. Berdasarkan pada realita tersebut saya akan berusaha menyajikan peta jalur pendakian gunung Semeru hasil buatan saya sendiri.

Saya mendapatkan data GPS dalam bentuk tracking dari Komunitas Pendaki Gunung. Data tersebut saya overlay dengan data sekunder lain yang saya miliki. Saya memiliki peta kontur gunung Semeru dan juga peta penggunaan lahan gunung semeru. Saya kombinasikan semua data yang ada untuk menghasilkan peta terbaik untuk para pendaki gunung Indonesia. Peta jalur pendakian gunung Semeru saya bagi dalam beberapa jenis, berikut penjelasan lengkapnya :

1. Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru (Klasifikasi Ketinggian)

Peta ini disajikan dengan warna warna yang menampilkan ketinggian tertentu. Klasifikasi warna tersebut didapatkan menggunakan peta kontur yang diolah sedemikian rupa dengan software pemetaan. Peta ini juga dilengkapi dengan grid Koordinat dalam bentuk Geografis. 

2.  Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru (Peta Kontur)

Peta ini sangat cocok untuk mereka yg ingin melihat penampakan topografi gunung semeru. Peta kontur bisa dijadikan dasar dalam pembuatan jalur pendakian atau untuk keperluan SAR.

3. Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru (Penggunaan Lahan)

Peta ini diklasifikasi berdasarkan penggunaan tanah di kawasan gunung Semeru. Terbagi menjadi beberapa item seperti Danau, Hutan, Padang Rumput, Pemukiman, Perkebunan, Semak Belukar, Tegalan hingga Kawasan puncak Semeru.

4.  Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru (Peta Citra)

Citra ini bukan berasal dari google maps, tapi dari Bing Map. Citra ini diambil pada tahun 2012 sehingga kenampakan alamya tidak akan banyak berubah.

Skala pada semua peta diatas hanya berlaku jika di print dengan ukuran A0. Peta peta diatas hanya penampakan sekilas saja, peta aslinya bisa di download dalam bentuk PDF pada link dibawah ini


Semoga peta peta tersebut bermanfaat bagi para pendaki gunung yang akan mendaki gunung semeru

Salam Lestari


Ketika hidup tak bisa dihitung

Lebaran kemarin saya mudik ke kampung, berkumpul dengan sanak saudara untuk merayakan lebaran. Setidaknya saya bisa tersenyum lebar dengan status saya sebagai PNS instansi pusat. Saya membayar lunas apa yang telah orang tua saya korbankan untuk saya. Tapi semua takkan berahir disini, perjalanan masih panjang dan hidup masih terus bergulir. Pun sebenarnya utang seorang anak kepada orang tua tidak akan pernah lunas sepenuhnya.

Singkat cerita saya ngobrol dengan bapak tentang usaha sampingan yang sejak dulu saya impikan. Saya masih bingung untuk membuka usaha dalam bidang apa. Saya tidak pernah berbisnis dengan sesuatu yang tidak ada hubunganya dengan “teknik”. Hal ini merupakan sesuatu yang baru bagi saya. Saya tidak punya pengalaman dalam bidang ini. Saya sudah sering merencanakan usaha dengan Ms. Exel. Hitung hitungan dari mulai modal sampai keuntungan sudah saya hitung rinci sedemikian rupa.

Anggap saja saya punya modal yang cukup, tau lah bro kalo SK PNS bisa di tukar dengan segepok uang di bank alias utang. Tapi yang masih mengganjal dalam pemikiran saya adalah ketakutan untuk memulai, saya sangat takut bangkrut. Dalam hitung hitungan yang saya lakukan ternyata keuntunganya terlau sedikit, saya khawatir tidak bisa membalikkan modal. Dalam rencana yang lain tenaga ahlinya kurang banyak dan uang untuk membayar gajinya juga terlalu banyak. Ah, saya sangat bingung dengan semua angka di otak saya.

Kemudian bapak saya berkata “Kalo punya uang belilah sawah”. Otak saya langsung merespon dengan segala kemungkinan tentang sawah. Sawah tidak akan memberikan keuntungan besar, tenaga yang dihabiskan tidak sepadan dengan uang yang dihasilkan. “Bukan begitu cara berfikirnya”, bapak saya memulai ceritanya….

Ada seorang penjahit kecil, tidak mempunyai toko besar atau cabang, istrinya hanya ibu rumah tangga biasa. Dia mempunyai 5 orang anak dan seluruh anaknya bisa merasakan bangku kuliah. Kini anak anaknya telah menjadi orang sukses, membuat bapaknya sangat bangga akan anak anaknya. Jika dihitung dengan angka angka dan perhitungan matematis tentu mustahil seorang penjahit kecil bisa membiayai kuliah 5 orang anaknya. Tapi kenyataanya dia mampu ….

Ada seorang pedagang kecil di sebuah desa. Berjualan kebutuhan rumah tangga bagi orang orang desa. Tokonya tidak besar, layaknya pedagang kecil biasa. Tapi dia bisa naik haji. Mungkin kalkulator saya akan eror ketika diminta untuk menghitung kejadian ini. Mungkin Ms. Exel juga akan blank jika digunakan untuk menghitung kejadian ini. Bagaimana bisa keuntungan yang mungkin sangat kecil itu bisa terkumpul untuk naik haji. Entahlah, tapi begitu kenyataanya …..

Bukan berarti orang orang itu punya pesugihan atau memuja dukun tertentu, tapi karena orang orang tersebut mempunyai “usaha yang berkah”, yaitu usaha yang dijalankan dengan tulus dan sepenuh hati, mencari keuntungan dengan sebuah kerja keras, sebuah usaha yang di niati dengan kebaikan, sebuah usaha yang tidak merugikan orang lain.

Tentunya cerita tersebut bermaksud menegur pemikiran saya yang sangat rasional dengan angka dan perhitungan. Ternyata dalam membangun usaha,  modal dan pemikiran saja tidaklah cukup. Tentu harus diniati dengan kebaikan, kerja keras, pantang menyerah, tulus dan ikhlas. Intinya kisah kisah tersebut mengingatkan saya bahwa sekeras kerasnya saya berfikir tidak pernah akan terwujud tanpa persetujuan yang kuasa. Yang sering kita lupakan adalah ada kekuatan yang sangat besar yang sedang mengatur takdir untuk kita.

Ada orang yang mempunyai peghasilan besar, tapi karena hidupnya kurang berkah, tidak mau beramal, tidak mau bersyukur maka dikirimkanlah takdir untuk mengingatkan mereka. Misalnya mobilnya hilang, rumahnya terbakar dan lain sebagainya. Di lain sudut ada orang dengan peghasilan kecil tapi hidupnya berkah, mereka tidak pernah tersentuh musibah dan selalu dilimpahkan oleh keberuntungan keberuntungan.

Memang kita tidak bisa meramalkan takdir dengan ilmu matematika. Hidup itu tidak semudah satu ditambah satu sama dengan dua.

“Ketika Hidup Tak Bisa Dihitung”

Kisah Anak Yatim

"Fin" adalah nama seorang anak yatim yang akan menjadi tokoh utama dalam kisah ini. Fin adalah nama samaran yang akan saya pakai untuk menuliskan cerita nyata ini. Saya hanya tidak ingin suatu saat nanti ketika dia tumbuh besar, dia akan tahu tentang kisah kelam masa kecilnya. Biarlah masa lalunya yang terjal tertinggal pada tulisan ini dan menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua.

Fin lahir di luar negeri, tepatnya di sekitar timur tengah. Ibunya meninggal ketika melahirkanya. Ayahnya menghilang entah kemana. Ibunya adalah orang Indonesia yang bekerja di luar negeri, sedangkan Ayahnya adalah orang timur tengah asli. Sejak kecil dia dibesarkan oleh lingkungan panti asuhan. Dia bahkan tidak pernah merasakan ASI ibu kandungnya sendiri.

Ketika usianya menginjak 3 tahun dia dideportasi ke Indonesia menggunakan pesawat. Dia mendarat di Jakarta dan menetap disana selama beberapa minggu hingga akhirnya dipindahkan ke sebuah panti asuhan di salah satu propinsi di Indonesia. Sewajarnya anak kecil yang baru belajar bicara, dia pun masih bingung akan bicara menggunakan bahasa apa. Dia baru saja belajar bahasa inggris walaupun sedikit. Kini dia tiba di Indonesia, menghadapi bahasa yang sama sekali tidak dia pahami. Entah apa yang ada di pikiran anak sekecil itu. Mungkin dia juga tidak paham sama sekali pengertian “bahasa”.

Perlahan lahan dia belajar bahasa Indonesia dari pengurus panti asuhan. Sesekali dia menggunakan bahasa inggris ketika tidak tahu kata yang tepat dalam bahasa Indonesia. “Noodle”, “Pocket” adalah kata kata yang sering terlontar dalam dialognya yang masih kacau. Meskipun begitu dia adalah anak yang cerdas, saya yakin kecerdasanya di atas rata rata. Dalam 5 bulan dia sudah bisa menguasai bahasa Indonesia dengan baik, bahkan lebih baik dari anak berusia 3,5 tahun yang terlahir di Indonesia.

Fin adalah anak laki laki yang sangat tampan, rambutnya agak sedikit coklat. Tangan dan kakinya penuh luka, masa lalunya benar benar tragis. Fin hidup di panti asuhan dengan keseharianya. Dia makan sendiri, mandi sendiri, memakai baju sendiri dan melakukan apapun sendiri. Pengurus panti yang jumlahnya sedikit tidak mungkin bisa mengurus semua anak yatim yang berada disana.

Kadang 1 orang pengurus panti bisa mengawasi 15 orang anak kecil sekaligus. Ada yang masih berumur 2, 3 hingga 4 tahun. Mereka kadang berebut makanan, mainan, baju, bahkan kadang bisa sampai berkelahi satu sama lain. Anak anak ini dibesarkan oleh lingkungan yang keras, tidak seindah masa kecil anak anak seusianya.

Pada hari libur banyak orang yang datang ke panti asuhan untuk menjenguk anak anak yatim. Mereka berencana mengadopsi anak tersebut, tapi tentunya harus menunggu terlebih dahulu karena begitulah peraturanya. Dalam masa tunggu tersebut calon orang tua angkat sering pergi ke panti asuhan untuk menengok calon anaknya. Mereka sering membawa makanan, minuman hingga mainan. Mereka menghabiskan hari libur dengan bermain bersama anak anak tersebut.

Waktu yang ditunggu akhirny tiba, berselang 6 bulan sejak kedatanganya di Indonesia kini Fin mempunyai orang tua angkat. Pada hari itu banyak anak panti asuhan yang dilepas kepada masing masing calon orang tua angkat. Suasana haru menyelimuti panti asuhan, para pengurus panti seperti tidak tega melepas kepergian mereka. Saya bisa memaklumi hal itu karena para pengurus ini lah yang membesarkan mereka, satu satunya orang yang mereka miliki saat itu.

Mereka harus menahan rasa sedih melihat kondisi anak anak yatim yang datang ke tempat itu untuk pertama kali. Mereka mengobati setiap luka yang ada, mengobati setiap tetes air mata yang mengalir. Mereka menjadi ibu ketika anak anak tersebut membutuhkan Ibu. Mereka menjadi ayah ketika anak anak tersebut membutuhkan Ayah. Saya juga yakin anak anak tersebut juga tidak tahu apa itu “ibu” dan apa itu “ayah”.

Mereka bekerja dengan tulus merawat anak orang lain. Mereka merawat seorang anak yang akan meninggalkanya sebentar lagi, mungkin kelak ketika dewasa mereka juga tidak akan diingat oleh anak anak tersebut. Pekerjaan ini berat, dimana mereka bermain dengan seribu rasa yang harus mereka hadapi. Kadang ada rasa prihatin, kadang juga merasa jengkel atau lelah, kadang merasa terhibur dan bahagia, juga merasa sedih karena ditinggalkan.

Jika seorang engineering adalah mereka yang bekerja dengan otak,
Jika seorang Kuli Bangunan adalah mereka yang bekerja dengan Otot,
Maka para pengurus panti ini adalah mereka yang bekerja dengan Hati,

“Bersambung”