26 Apr 2013

Laut Selatan Jember


Waktu itu saya sedang berada di kota jember untuk menyelesaikan proyek pemetaan. Tugas saya hanya sebagai koordinator dan pengawas proyek sehingga saya memiliki banyak waktu luang. Teman saya Andjasti Restuningtyas mengajak saya ke sebuah tempat di sekitar kawasan wisata pantai watu ulo untuk berlibur. Selain itu Asti juga ingin merayakan ulang tahun temanya yang bernama Riski, Riski adalah mahasiswa UNS (Universitas Negeris Surakarta). Riski datang jauh jauh dari kota solo untuk berlibur. Asti sendiri adalah Mahasiwa kedokteran UNEJ tingkat akhir

Malam itu sekitar jam 8 malam kami bertiga (Saya, Asti & Rizki ) berangkat menuju kawsan pantai watu ulo. Kami berencana akan camping di sebuah bukit tanpa nama. Bukit itu terletak di pinggir laut selatan jawa. Butuh waktu sekitar 1 jam dari kota jember untuk sampai di pantai watu ulo. Kami terlambat 1 jam karena banyak hal yang terjadi diperjalanan

Sesampainya di kawasan wisata pantai watu ulo Asti lupa jalan. Kami tidak bisa berbuat banyak karena diantara kami bertiga hanya asti yang pernah ke tempat itu. Asti sering terkena disorientasi, pada saat saat tertentu terkadang dia lupa terhadap hal hal yang harusnya dia ingat. 

Kami bertiga terdampar di pinggir jalan. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 sehingga jalanan tampak sangat sepi. Para penduduk lokal sudah mulai masuk ke rumah mereka masing masing. Lagipula di daerah ini jarang terdapat rumah penduduk.

Asti kemudian menghubungi temanya untuk bertanya jalan yang harus kami lewati. Setelah mendapat sedikit informasi akhirnya kami kembali bergerak. Sesekali kami bertanya pada penduduk lokal yang kami temui di jalan. Penduduk di sini kurang pandai berbicara menggunakan bahasa indonesia. Penduduk di sini biasanya berbicara menggunakan bahasa madura

Dengan susah payah akhirnya kami sampai di sebuah pantai di sekitar kawasan pantai watu ulo. Saya lupa nama pantai tersebut, tapi yang jelas kami menitipkan motor di penitipan yang ada di daerah tersebut. Kami segera berjalan ke arah bukit misterius tersebut.

Pertama tama kami berjalan di perkampungan di pinggir pantai. Perkampungan ini tampak seperti kota mati karena sudah tidak ada lagi penduduk yang berada di luar rumah. Jalan yang kami lewati adalah pasir pantai. Sekitar 5 menit kemudian kami sampai di pantai. Di sini sangat gelap, tapi untunglah masih ada beberapa orang yang memancing ikan. Di sini banyak terdapat kapal yang sedang bersandar.

Kami sampai di bukit tanpa nama tersebut. Tapi kami tidak tau bagaimana cara agar kami sampai di puncaknya. Asti yang sedang disorientasi tidak bisa mengingat sedikitpun jalan yang harus kami lalui. Kemudian saya mulai melakukan Navigasi di sekitar bukit tersebut. Bukit tersebut sangat terjal sehingga tidak bisa sembarangan didaki. Bukit tersebut juga jarang didatangi orang sehingga semak belukar tumbuh dengan sangat lebat.

Setelah sedikit berputar putar di sekitar bukit akhirnya kami menemukan jalan yang sepertinya menuju ke arah puncaknya. Kami segera berjalan menuju ke puncak bukit karena waktu sudah semakin larut. Jalan yang kami lewati sangat menanjak. Banyak jaring laba laba di jalan yang kami lewati, Jalur ini juga mulai tertutup oleh semak belukar. Tepat di sebelah kanan kami terdapat jurang yang berbatasan langsung dengan laut selatan

Kami terus melaju dengan keraguan hingga akhirnya kami sampai di puncak bukit. Asti kemudian mulai ingat sesuatu, disinilah tempat yang dia maksud, disinilah tempat dia dulu pernah camping. Ku berjalan ke semak semak untuk menyembunyikan kue Ultah yang terdapat di tas karierku. Kami bermaksud ingin memberi kejutan untuk Ulang Tahun Rizky. Ku keluarkan semua isi tas karierku lalu kami segera mendirikan tenda. Waktu itu jarum jam menunjukkan pukul 23.30 WIB.

Detik demi detik berlalu, hingga akhirnya saat yang dinanti tiba. Asti mengambil kue Ultah yang kusembunyikan di semak semak dan mempersembahkanya untuk Rizky. Benar benar sebuah hadiah yang indah di tempat yang indah pula dengan suasana yang indah tentunya.


 Tenda kami berdiri tegak di puncak bukit dengan pemandangan laut pantai selatan. Tenda kami berada di tempat terbuka di sekitar padang rumput. Kami segera membuat api unggun dengan ranting ranting pohon kering. Meskipun cuma bertiga tetapi suasana di sini sangat damai. Teh hangat menjadi teman setia ketika guitar kayu mulai dimainkan. Kami bercerita panjang lebar tentang kisah masing masing. 3 orang sahabat di ujung selatan kota jember.

Ketika hari mulai larut Asti dan Rizky mulai masuk ke tenda. Saya masih memegang gitar sambil beryanyi lirih di depan tenda. Udara di sini sangat panas meskipun saya hanya memakai kaos. Saya tertidur di depan tenda di samping guitar kayu.


Malam berganti pagi. Pemandangan laut selatan menjadi pemandangan terindah di pagi itu. Kami mulai memasak untuk mengisi perut yang mulai keroncongan. Ketika matahari mulai tinggi kami mulai turun bukit. Kami menikmati sejenak pemandangan pantai watu Ulo.

Perjalanan kami berlanjut ke wisata Tanjung papuma Jember. Tanjung papuma hanya berjarak sekitar 5 menit dari pantai watu Ulo. Pemandangan yang tersaji benar benar luar biasa, mirip tanah lot di Pulau Bali. Kami menikmati Es degan di pinggir pantai sambil menikmati detik detik terakhir di tempat ini.

Sungguh sebuah kenangan yang indah, kenangan yang tak bisa tertahan untuk ku tulis.

Di atas bukit di pinggir pantai Watu Ulo Jember,
angin berhembus meredupkan suara ombak,
Suara gitar mengiringi nyala api unggun,
Dan laut pantai selatan masih menyimpan misterinya,

Cerita tentang 3 orang mahasiswa UNDIP, UNEJ & UNS yg sedang merayakan Ulang Tahun, 
Beautiful memories
Read More..

1 Apr 2013

Aku dan Gunung





Dari aku yang tidak pernah mengenal gunung

Dari aku yang penasaran kenapa banyak orang mendaki gunung.

Dari aku yang ketakutan mendaki gunung

Dari aku yang berambisi berdiri di puncak

Dari aku yang mengibarkan bendera dengan tegak 

Dari aku yang terus mendaki dari puncak ke puncak

Dari aku yang berteriak sangat lantang

Dari aku yang membakar sampah sampah di gunung




Hingga menjadi aku yang memahami rasa kelaparan

Menjadi aku yang mengerti seperti apa hidup tanpa listrik

Menjadi aku yang mengerti seperti apa hidup tanpa air

Menjadi aku yang mengerti seperti apa hidup sendiri

Menjadi aku yang mengerti betapa berharganya hidup





Menjadi aku yang tak mempunyai bendera untuk di kibarkan

Menjadi aku yang tak punya foto untuk cetak

Menjadi aku yang tak punya stiker untuk di tempel

Menjadi aku yang diam




Menjadi aku yang selalu membawa semua sampah turun kembali

Menjadi aku yang mengerti arti solidaritas

Menjadi aku yang pantang menyerah

Menjadi aku yang mengerti apa yang aku cari

Menjadi aku yang memahami kenapa aku mendaki



Ini kisahku
Mana kisahmu ???


Di Tulis Oleh Adriyano Louizzao

Baca Juga !!!

- Teman Yang Tak Pernah Kenal
- Yang Terindah Bukan Dari Alam
- Hakekat Mendaki Gunung
- Perang
- Sombong Untuk Berhasil
- Hidup Bermagna
- Aku dan Gunung





Read More..

16 Mar 2013

Teman yang tak mengenal



Saya punya seorang teman
Kami bertemu di sebuah gunung di Sulawesi
Dan ini ceritaku tentangnya

Terkadang saya jengkel
Dia pilih pilih makanan walaupun sedang berada di gunung
Dia tidak suka sayuran
Walaupun kelaparan, Dia tidak akan mau makan sayuran
Dia keras kepala

Dia tidak punya rasa lelah
Dia mampu mendaki dengan cepat

Walaupun begitu dia tidak pernah mau membawa Karier
Apa lagi karier, tas kecil saja dia tidak mau bawa

Dia tidak membawa apapun saat mendaki gunung
Dia selalu minta makanan padaku

Saya selalu menuruti apa maunya
Saya tidak ingin dia pulang
Karena hanya dia yang tau jalan ke puncak

Dia sering saya foto
Tapi dia tidak pernah mau memotret saya

Dia tidak suka kopi
Juga tidak suka teh

Dan yang paling saya benci
Dia tidak pernah mengajak saya kenalan
Mungkin juga dia juga sudah lupa siapa saya

Tak ada yang tau apa yang dia pikirkan
Tapi yang pasti dia akan mengantarku sampai ke puncak
Walaupun dia tidak mengenalku

Dia pendiam
Maklum saja, karena dia tidak bisa bicara

Tapi bagiku " Walaupun dia tidak bisa bicara, apa yang dilakukanya menyampaikan makna lebih dari pada kebayakan orang bicara"

Dia melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh para manusia
Para manusia yang bahkan saling mengenal satu sama lain
Dia mengajariku tentang arti "Solidaritas"

Bagaimana kita memberi tanpa berharap kembali

Salam rindu untuk temanku,
Si Bolong

Anjing Hitam Bawakaraeng




Di Tulis Oleh Adriyano Louizzao

Baca Juga !!!

- Teman Yang Tak Pernah Kenal
- Yang Terindah Bukan Dari Alam
- Hakekat Mendaki Gunung
- Perang
- Sombong Untuk Berhasil
- Hidup Bermagna
- Aku dan Gunung





Read More..

11 Mar 2013

Pos Mawar

Pos mawar adalah nama pos pemberangkatan pendakian gunung Ungaran. Pos ini sering digunakan oleh para pendaki dari kota sekitar untuk camping. Akses menuju pos mawar terbilang mudah, motor maupun mobil bisa sampai ke sini setelah melewati jalan aspal dan beton

Di pos mawar kita harus melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum mendaki ke puncak maupun camping di sekitar pos mawar. Kita juga bisa menitipkan motor atau barang barang lain di pos perijinan. Fasilitas di pos mawar cukup lengkap. Di sini sumber air sangat melimpah,  terdapat 4 kamar mandi dan 1 buah mushola


Setiap akhir pekan pos mawar sangat ramai dikunjungi oleh para pendaki dari kota kota sekitar seperti Demak, Semarang, Kendal, Ungaran dan Salatiga. Banyak dari mereka yg datang ke sini bukan untuk mendaki gn. ungaran. Mereka hanya ingin menghabiskan akhir pekan di pos mawar. Di pos mawar terdapat 2 warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman. Gorengan yang masih hangat seringkali menjadi teman para pendaki yang mulai kedinginan.

Suhu udara di pos mawar cukup dingin dan seringkali angin gunung menyapa para pendaki yang berkemah. Di sini pengunjung bisa mnyaksikan pemandangan kerlap kerlip lampu kota yang sangat menawan. Salah satu pemandangan yang paling saya sukai, salah satu alasan yang membuat saya sering datang ke sini.


Menikmati teh hangat sambil berkumpul bersama teman, di iringi udara dingin pegunungan dan angin yang semilir berhembus. Memandangi bintang bintang yang begitu indah, yang melayang diantara kerlip lampu kota. Setelah pagi tiba pengunjung bisa melihat keindahan sunrise yang mempesona. 

Di sekitar pos mawar banyak tempat yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Kita tinggal memilih pemandangan seperti apa yang hendak kita nikmati.



Pos mawar adalah tujuan yang tepat untuk menghabiskan akhir pekan. Udara segar, pemandangan indah dan akses yang mudah menjadikan tempat ini begitu sempura. Pos mawar, salah satu tempat terindah yang pernah kutemui. Sebuah tempat yang selalu membuatku kembali ke sana. Sebuah tempat yang menyimpan banyak cerita tentang rasa. Tentang rasa yang tercipta diantara para manusia


Salam Lestari


Read More..

3 Mar 2013

Tips Mendirikan Tenda



Udara dingin adalah sesuatu yang harus dihadapi oleh setiap pendaki gunung. Suhu di gunung berbeda beda karena setiap gunung memiliki karakteristik masing masing. Jika anda berfikiran "Semakin tinggi sebuah gunung maka akan semakin dingin udara yang harus kita hadapi". Itu salah.

Gunung yang mempunyai hutan lebat tentu akan lebih dingin dari pada gunung gunung yang gundul. Panas matahari yang tidak pernah sampai ke tanah membuat tanah senantiasa lembab. Selain itu ada gunung dengan tipe pegunungan biasanya mampu menghasilkan angin lebih besar daripada gunung gunung biasa. 

Dalam sebuah pendakian tentu saja ada saat dimana kita harus berhenti. Biasanya para pendaki membuat tenda untuk berlindung dari dingin dan angin. Berikut adalah beberapa tips mendirikan tenda :

1. Buatlah tenda di tempat yang agak tertutup sehingga bisa terhindar oleh terpaan angin

2. Jangan membuat tenda di lembah karena biasanya lembah merupakan daerah aliran angin

3. Jangan membuat tenda di dekat perairan ( Danau, Sungai ) untuk menghindari melupanya air ketika hujan

4. Usahakan untuk mencari rumput rumput kering atau ranting ranting sebagai alas tenda sehingga bisa mengisolasi tenda dari dingin yang tersimpan di tanah

5. Usahakan buat saluran air sederhana di sekitar tenda untuk membelokkan aliran air saat hujan

6. Selalu menggunakan pasak untuk memperkuat tenda dari terpaan angin

Ketika cuaca berubah menjadi sangat extrem maka ada langkah langkah tambahan yang harus di ambil

7. Gunakan tali tali bantu dan di ikatkan pada pohon pohon terdekat

8. Bawalah pipa peralon kecil dan lakban untuk berjaga jaga ketika tenda patah. Masukkan frame yang patah ke peralon kecil, lalu di lakban. Cara ini adalah yang paling simpel untuk mengatasi frame patah

9. Ketika banyak frame yang patah dan jika anda kebetulan membawa 2 tenda. Alangkah baiknya mendirikan 1 tenda dengan menggunakan frame berlapis. Mungkin anda akan sedikit berdesak desakan  tapi setidaknya ada 1 tenda yang berdiri daripada roboh dua duanya

10. Kalau semua cara di atas belum mampu mengatasi lebih baik pindah ke tempat yang lebih aman atau lebih baik turun ke basecamp jika memungkinkan

Seekian tulisan saya kali ini semoga bisa bermanfaat bagi rekan rekan pendaki

Salam Lestari !!!

Read More..

20 Feb 2013

Yang Terindah Bukan Dari Alam



Ku beli DSLR paling mahal
Dengan lensa lensa super panjang
Namun semua itu tak cukup mampu merekam

Ku ambil sebuah gitar kayu
Ku tulis sebuah lagu rindu
Namun semua nada tak cukup indah berbunyi

Dan Ketika ku coba menyusun 26 huruf alphabet
Bersama ribuan kata dalam ratusan bahasa
Aku mulai tersadar

Indahnya tak mampu tergambarkan



..............................
...............................
..................................
.......................................
..........................................
................................................
...................................................

Ada yang lebih indah dari sunset dan sunrise
Ada yang lebih indah dari puncak manapun di dunia

Mungkin manusia tidak lebih indah dari alam
Saat kau tak pernah memahami cerita tentang manusia

Tak ada yang lebih indah dari pada sebuah cerita
Tentang rasa yang tercipta di antara mereka

Manusia ,,,,,



Di Tulis Oleh Adriyano Louizzao

Baca Juga !!!

- Teman Yang Tak Pernah Kenal
- Yang Terindah Bukan Dari Alam
- Hakekat Mendaki Gunung
- Perang
- Sombong Untuk Berhasil
- Hidup Bermagna
- Aku dan Gunung







Read More..

13 Jan 2013

Gunung Latimojong


Jalur Desa Karangan

 Desa Rantelemo

A. Transportasi
Makassar – Enrekang – Baraka – Rantelemo – Karangan. Dari kota Makassar ke kota Enrekang membutuhkan waktu sekitar 6 jam perjalanan dengan menggunakan mobil. Dari kota Enrekang kita perlu waktu sekitar 1 jam untuk  sampai di Kecamatan Baraka. Sesampai di Baraka biasanya pendaki ijin dulu di polres Baraka.

Setelah itu pendaki bisa menumpang truk angkutan ke Desa Rantelemo. Alternatif lain pendaki bisa menggunakan Jeep dengan biaya yang lebih mahal. Dari Baraka pendaki harus menempuh perjalanan sepanjang 20 KM untuk sampai di Desa Rantelemo. Perjalanan tersebut akan sangat berat karena jalan yang dilalui sangat rusak. Yang perlu duperhatikan adalah angkutan dari Baraka menuju Desa Rantelemo hanya ada waktu hari pasar yaitu hari Senin & Kamis. Dari desa Rantelemo pendaki harus berjalan kaki sekitar 1 jam untuk sampai di Desa Karangan. Dari Desa inilah perjalanan menuju puncak Latimojong dimulai.



B. Informasi

1. Basecamp
Sesampai di desa Karangan pendaki harus melapor terlebih dahulu ke rumah kepala Dusun. Para pendaki juga bisa menginap di rumah kepala dusun.

2. Registrasi
 -

3. Waktu Tempuh
10-12 Jam

4. Mata air
Pos 2, Pos 5, Pos 7

C. Pendakian

Basecamp – Pos 1 (90-120 Menit)
Perjalanan dari desa karangan menuju pos 1 cukup membingungkan. Banyak percabangan jalan di tengah tengah ladang penduduk. Perjalanan menuju ke pos 1 akan melewati perkebunan kopi dan jagung serta menyeberangi beberapa buah sungai kecil.





Pos 1 berupa tanah datar yang cukup sempit dan tidak terdapat mata air di sini. Dari sini terlihat penggundulan hutan secara besar besaran. Hutan yang di tebang akan berganti menjadi ladang penduduk.


Pos 1

Pos 1 – Pos 2 (30-45 Menit)
Perjalanan menuju pos 2 ditempuh melewati hutan yang cukup ribun. Jalur yang dilalui sangat berbahaya karena melipir di pinggir pinggir jurang. Tidak jarang pendaki harus berpegangan pada akar akar pohon untuk mengamankan diri. Jalanan yang harus dilalui cenderung menurun karena pos 2 berada di sebuah lembah. Sebelum sampai di pos 2 pendaki akan menyeberangi sungai yang cukup deras. Di pos 2 tidak banyak tempat yang bisa digunakan untuk membuat tenda. Pos 2 terletak di bawah batu yang sangat besar. Pos 2 berada di pinggir Sungai


Pos 2

Pos 2 -  Pos 3 (45-60 Menit)
Perjalanan Menuju pos 3 melewati jalur yang sangat terjal. Mungkin inilah jalur paling menanjak sepanjang perjalanan ke puncak Latimojong. Pos 3 berupa tanah datar yang tidak terlalu luas dan tidak terdapat sumber air

Pos 3

Pos 3 – pos 4 (45-60 Menit)
Menuju pos 4 jalan yang dilalui agak landai, tidak seterjal perjalanan menuju pos 3. Keadaan di pos 4 tidak jauh berbeda dengan pos 3.

Pos 4

Pos 4 – pos 5 (60-90 Menit)
Jalan yang dilalui untuk sampai di pos 5 tidak jauh berbeda dengan jalan menuju pos 4. Pos 5 cukup luas untuk mendirikan beberapa tenda. Di pos 5 juga terdapat sumber air sehingga biasanya pendaki sering bermalam di pos 5. Untuk mengambil air pendaki perlu sedikit turun ke sebelah kiri jalur pendakian.

Pos 5

Pos 5 – Pos 6 (45-60 Menit)

 Pos 6
Pos 6 – Pos 7 (60-90 Menit)


Selepas daripos 6 pendaki akan melewati hutan lumut yang sangat indah. Hutan lumut seperti ini sangat jarang kita temukan di pulau jawa. Di pos 7 ada sebuah sungai yang mengalir jernih. Pos ini juga cukup luas untuk mendirikan beberapa buah tenda. Pos 7 tidak lagi berada di dalam hutan lebat seperti pos pos sebelumnya. Dari pos 7 akan terdengar suara gemericik air. Untuk mengambil air pendaki perlu sedikit turun ke sebelah kiri jalur pendakian


Pos 7

Pos 7 - Puncak Latimojong (90-120 Menit)

Perjalanan menuju puncak terasa lebih landai dari sebelumnya. Perjalanan ini di tempuh melalui medan yang terbuka. Di sini banyak terdapat percabangan jalan sehingga pendaki harus berhati hati dalam membuat keputusan. 

Beberapa menit setelah berjalan dari pos 7 pendaki akan menemukan sebuah pertigaan. Untuk sampai di puncak Latimojong ambil jalan yang lurus agak ke kiri. Setelah itu pendaki akan sampai pada sebuah lapangan yang cukup luas.


Di sini sangat banyak persimpangan, pendaki harus berhati hati dalam memilih jalur. Di puncak latimojong terdapat sebuah Tugu yang menandakan puncak tertinggi Gunung Latimojong. Suhu di puncak Latimojong sangat dingin bahkan lebih dingin daripada puncak Semeru.

 Puncak Latimojong

Read More..

25 Nov 2012

Gunung Bawakaraeng

Jalur Lembana 


A. Transportasi
Makassar - Hutan Wisata Malino - Desa Lembana. Untuk sampai di Desa Lembana membutuhkan waktu 3-4 jam perjalanan dari Kota Makassar

B. Informasi

1. Basecamp
Di Desa ini terdapat basecamp yang bisa digunakan oleh para pendaki

2. Registrasi
Tidak ada registrasi

3. Waktu Tempuh
10-12 jam

4. Mata air
Pos 2, Pos 3, Pos 5, Pos 8

C. Pendakian

Basecamp – Pos 5 (3 jam)

Pertama tama pendaki harus menyusuri jalanan aspal di Desa Lembana. Setelah itu pendaki harus berbelok ke kanan sebelum jembatan kecil dan mulai menyusuri area persawahan penduduk. Setelah itu pendaki mulai masuk ke dalam hutan pinus. Beberapa menit kemudian pendaki akan keluar dari kawasan hutan pinus dan memasuki kawasan hutan yang lebih lebat. Untuk menuju ke pos 1 sangat sulit karena jalur pendakian membentang di area persawahan penduduk yang tentu saja akan membingungkan para pendaki. Untuk sampai di pos 1 pendaki membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan.

 Pos 1

Pos ini adalah pertigaan yang mana jalan lurus adalah menuju puncak Bawakaraeng dan jalan ke kanan adalah jalan menuju lembah Rama. Lembah ini terletak diantara gunung Bawakaraeng dan Lampobatang. Lembah ini sering digunakan untuk camping karena pemandanganya yang sangat indah. Untuk menuju ke pos 2 membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Di pos 2 terdapat sungai yang mengalir jernih.

Beberapa meter sebelum pos 3 pendaki harus menyeberangi sebuah sungai. Pos 3 berupa tanah datar yang cukup luas dan terdapat pohon putih di tengahnya. Pohon tersebut membuat para pendaki tidak pernah berlama lama berada di pos 3 apalagi bermalam di sini. Konon katanya dulu ada seorang perempuan yang bunuh diri di sini dan mayatnya ditemukan menggantung di pohon itu. Sampai sekarang pendaki sering mendapatkan gangguan dari makhluk halus ketika melewati pos itu, apalagi ketika malam hari. Perjalanan menuju ke pos 4 akan sama dengan perjalanan perjalanan sebelumnya


Selepas pos 4 kami melewati hutan yang begitu asri. Cahaya mentari pagi mencoba menerobos pepohonan hijau yang berdiri sangat rapat. Membiaskan sinarnya pada lumut lumut hijau yang eksotis. Di pos 5 terdapat sumber mata air. Untuk mengambilnya pendaki harus turun sejenak melalui jalanan kecil di kiri jalur pendakian.

Pos 5

Pos 5 – Pos 8 (4 Jam)
Perjalanan dari pos 5 ke pos 6 ditempuh melalui medan terbuka. Dari sini terlihat pemandangan yang luar biasa cantiknya. Dari sini tampak sungai yang berkelok kelok membelah bumi sulawesi, ciptakan keindahan tersendiri di pagi itu. 1 Jam berselang pendaki akan sampai di pos 6. 

 Selepas pos 6 pendaki harus melewati hutan lumut yang begitu sejuk. Lumut lumut hijau menempel erat pada pepohonan, berikan keindahan yang mungkin tak terdapat di tanah jawa. 1 jam kemudian pendaki akan sampai di pos 7. Pemandangan di pos ini sangat indah dan mungkin adalah yang terbaik diantara semua pos. 

 Pos 7

Perjalanan dari pos 7 menuju pos 8 adalah yang paling berat sepanjang lintasan Bawakaraeng. Jalan yang harus dilewati naik turun dan membentang di tengah hutan yang cukup lebat. Di sini banyak jalan yang telah longsor sehingga para pendaki harus lebih berhati hati. Pendaki harus menempuh 2 jam perjalanan untuk sampai di pos 8.

Pos 8- Puncak Bawakaraeng (2,5 jam)
Pos 8 cukup luas untuk mendirikan beberapa buah tenda. Di sini juga terdapat sungai yang mengalir cukup deras. Sekitar 45 menit kemudian pendaki akan sampai di pos 9. Pos 9 berupa tanah datar yang tidak terlalu luas. 45 menit kemudian pendaki akan sampai di pos 10. Pos 10 cukup luas untuk mendirikan beberapa buah tenda


.
Dari pos 10 pendaki bisa melihat puncak Bawakaraeng yang terlihat sangat dekat. Perlu waktu sekitar 30-45 menit untuk sampai di puncak. Perjalanan menuju puncak tidak lagi melewati kawasan hutan. Sepanjang perjalanan ke puncak pendaki akan melewati medan terbuka di antara bebatuan yang di tumbuhi rumput.
 Puncak Bawakaraeng

Di puncak bawakaraeng terdapat sebuah tugu yang menandakan bahwa tempat itu adalah puncak tertinggi Gunung Bawakaraeng






Read More..

23 Nov 2012

Kawah Ijen


   Objek wisata kawah ijen adalah salah satu objek wisata yang paling terkenal di Indonesia. Kawah ijen terletak di puncak gunung Ijen dengan ketinggian sekitar 2368 mdpl dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 Hektar. Gunung ijen sendiri termasuk dalam wilayah kabupaten Bondowoso

    Untuk menuju ke wisata kawah ijen pengunjung biasanya memulai perjalanan dari kota Bondowoso. Dari kota ini pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 60 KM untuk sampai di kawah ijen. Pengunjung harus melalui jalanan kecil yang membentang di tengah  hutan. Jalanan yang dilalui berliku liku dan naik turun. Terakhir kali saya ke sana (November 2012) akses jalan menuju kawah ijen sudah lumayan bagus, hanya ada beberapa bagian jalan yang rusak dan sedang di perbaiki.

    Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang maka pengunjung akan sampai di pos pemeriksaan (pos 1). Di sini pengunjung melakukan registrasi dengan membayar seiklasnya. Dari sini kawah ijen masih berjarak sekitar 17 KM. Jalan yang dilalui berupa jalanan aspal dengan kondisi yang cukup baik.

    Perjalanan selanjutnya pengunjung harus melewati perkebunan kopi yang cukup luas. Di tengah tengah perjalanan pengunjung akan melewati sebuah Desa yang mana menjadi desa terakhir sepanjang perjalanan ini. Perjalanan selanjutnya pengunjung akan sampai di pos pemeriksaan ke 2 (pos 2). Di sini pengunjung tidak lagi melakukan registrasi seperti di pos 1, Cukup laporan seperlunya maka pengunjung bisa melanjutkan perjalanan. Beberapa menit berikutnya pengunjung akan melewati pos pemeriksaan ke 3 (pos 3). Setelah itu barulah pengunjung sampai di Objek wisata Kawah ijen.

    Pertanyaan yang akan selalu ada dalam pemikiran pengunjung adalah kenapa harus ada 3 pos pemeriksaan sebelum sampai di basecamp kawah ijen. Hal ini di maksudkan untuk pengamanan para pengunjung yang melewati jalan tersebut. Konon katanya sepanjang perjalanan tersebut banyak “Bajing Loncat”. Pengunjung di harapkan berhati hati saat melewati jalan ini.

    Di kawasan wisata kawah ijen terdapat penginapan dan beberapa warung makan. Di sini pengunjung juga bisa camping dengan mendirikan tenda di tempat yang telah disediakan. Di sinilah pengunjung harus menitipkan motor atau mobil. Dari sini pengunjung harus mendaki gunung ijen sejauh 3 KM untuk sampai di kawah ijen yang terletak di puncak gunung ijen.

    Sepanjang perjalanan ke puncak ijen tidak terdapat sumber mata air sehingga pengunjung harus membawa persediaan air dari basecamp. Jalur yang dilalui untuk sampai di puncak cukup menanjak tapi sepadan dengan apa yang akan didapatkan para pengunjung. Sepanjang perjalanan menuju puncak pengunjung akan berpapasan dengan warga warga lokal yang sedang membawa turun belerang dari kawah ijen.

    Konon katanya jika pengunjung bisa sampai di puncak sekitar jam 3-5 pagi maka pengunjung bisa melihat api biru di kawah ijen. Selain itu sunrise di kawah ijen juga menjadi tujuan dari kebanyakan pengunjung terutama turis luar negeri. Jalur yang dilewati untuk sampai ke kawah ijen cukup licin karena terlapisi oleh pasir dan kerikil kecil. Jalur yang dilewati sangat lebar dan jelas sehingga pengunjung tidak perlu takut tersesat. Sepanjang perjalanan ke puncak terdapat petunjuk jalan yang akan membimbing para pengunjung.


    Setelah berjalan sekitar 1 jam maka pengunjung akan sampai pada sebuah warung kecil yang mana menjadi tempat peristirahatan para penambang belerang. Di sini biasanya banyak warga yang menjual patung patung kecil dengan bahan dasar belerang. Patung tersebut biasanya berbentuk hewan seperti kura kura, kepiting dll yang mana cocok untuk menghiasi rumah. Harga patung itu adalah 2 ribu/3 buah. Saya rasa harga itu terlalu murah dan tidak sepadan dengan cara memperoleh dan mengukir batu belerang tersebut. 


    Setengah jam kemudian pengunjung akan sampai di puncak gunung ijen. Di sini kawah ijen terlihat sangat besar dan megah. Di sela sela kemegahanya sesekali tercium aroma belerang. Kepulan asap belerang di pinggir kawah samar samar menutupi keindahan yang tersaji. Usahakan untuk berada di sini saat pagi karena kabut akan menutupi pemandangan saat siang hari. Air kawah ijen yang berwarna hijau akan menciptakan keindahan tersendiri saat berpadu dengan batu batuan kawah yang berwarna keputihan.


    Di puncak kawah ijen banyak terdapat tempat datar sehingga pengunjung bisa leluasa bergerak untuk mencari pemandangan terbaik. Pengunjung tidak disarankan turun ke kawah walaupun terdapat jalan untuk menuju ke sana. Jalan tersebut adalah jalan yang biasanya di gunakan warga untuk mengambil belerang di kawah.


    Jika pengunjung memaksa untuk turun ke kawah di khawatirkan pengunjung akan pingsan saat mencium aroma belerang yang sangat pekat. Untuk menghindarinya pengunjung bisa memakai masker atau slayer yang telah dipersiapkan sebelumnya.


    Kawah ijen adalah salah satu objek wisata internasional kebanggaan Indonesia. Keindahanya mengundang warga dari seluruh penjuru dunia untuk datang ke sini. Sebagai warga Indonesia kita wajib bangga dengan keindahan alam yang ada di tanah air. Semoga keindahan alam indonesia mampu menginspirasi setiap mata yang melihat untuk lebih mencintai alam.

Salam Lestari
   


Read More..

22 Nov 2012

Dampak Positif Dan Negatif Pendakian Massal



Pada era sekarang ini kegiatan mendaki gunung sudah sangat tenar di masyarakat. Hal ini terbukti dengan jumlah pendaki gunung yang terus meningkat setiap waktu. Para pendaki gunung juga terdiri dari bermacam macam kalangan, mulai dari mahasiswa, siswa SMA & SMP sampai organisasi karang taruna dan masih banyak lagi. Latar belakang itulah yang mendasari awal mulanya diadakan pendakian massal. Pendakian massal pada awalnya di dasari oleh keinginan mendaki bersama sama dengan para pendaki lain agar kita saling mengenal.

Tapi seiring perkembangan jaman banyak tujuan lain yang tidak seharusnya melekat pada pendakian massal. Pada era sekarang ini sangat banyak organisasi yang mengadakan pendakian massal dengan berbagai macam kepentingan. Pendakian massal dijadikan alat promosi produk outdoor agar bisa memperoleh lebih banyak peminat. Hal itu sebenarnya sah sah saja asal tidak melupakan tujuan utama dari pendakian massal. Di sisi lain bahkan ada yang mengadakan pendakian massal dengan tujuan utama mengeruk keuntungan berupa materi. Hal itu wajar saja karena memang kegiatan mendaki gunung pada era sekarang telah menjadi industri yang menguntungkan bagi pihak pihak tertentu.

Beberapa tahun silam saya pernah belajar pada seorang senior yang saya segani. Menurut saya dia lah pendaki gunung terhebat yang pernah terlahir di kota ini (Demak). Dia menggerakkan seluruh pecinta alam di kota ini dengan mengadakan pendakian massal. Peminatnya sangat banyak dan diadakan dengan rutin setiap beberapa bulan sekali. Pendakian massal yang diadakan hanya semata mata bertujuan untuk mempertemukan semua pendaki gunung di kota ini tanpa memperoleh keuntungan berupa materi apapun.

Beberapa tahun kemudian setelah saya terjun dalam lingkungan MAPALA. Di lingkungan ini banyak MAPALA yang mengadakan pendakian massal. Beberapa persamaan yang menjadi acuan dasar setiap MAPALA dalam menyelenggarakan Penmas adalah “Keuntungan materi menjadi tujuan yang paling tidak terfikirkan dalam pelaksanaanya”. Terlepas dari banyak tujuan yang mendasari pelaksanaan penmas, kegiatan ini tentu saja meninggalkan dampak positif dan negatif.

Mendaki gunung dengan jumlah personil yang sangat banyak dapat merusak jalur pendakian. Jalur pendakian adalah sesuatu yang dinamis. Saat beberapa orang mendaki melewati sebuah jalur pendakian tentu saja akan meninggalkan jejak. Jejak itu akan terhapus oleh hujan dan binatang binatang sehingga saat team lain kembali melewati jalur yang sama ke alamianya masih terjaga. Selain itu saat mendaki gunung tak jarang para pendaki gunung melakukan kontak dengan tumbuhan. Kadang ada tumbuhan yang di potong karena menghalangi jalan, ada juga tumbuhan yang mati karena terinjak injak atau di jadikan pegangan tangan oleh pendaki. Tapi semua itu akan kembali setelah beberapa hari karena jalur pendakian itu dinamis. Tumbuhan yang mati akan tumbuh lagi dan mulai menghiasi jalur pendakian. Tapi saat kita mendaki dengan jumlah personil yang sangat banyak tentu saja menimbulkan dampak yang lebih besar sehingga waktu pemulihanya juga lebih lama.

Saat mendaki gunung para pendaki biasanya di ajarkan untuk membawa pulang semua sampah yang berbentuk plastik. Okelah anggap saja dalam pendakian massal semua sampah plastik di bawa turun walau tidak demikian pada kenyataanya. Tapi mereka tidak akan membawa turun kotoran mereka sendiri. Jika jumlah kotoran manusia sedikit maka dengan cepat akan pulih. Selain itu juga tidak menimbulkan aroma yang terlalu menyengat. Bagimana jika jumlahnya banyak, saya rasa akan tampak seperti Penampungan kotoran manusia dalam volume besar.

Dampak positif yang paling nyata dalam pendakian massal adalah para pendaki bisa saling mengenal dengan pendaki gunung dari daerah lain. Hal ini membuat kita bisa mengenal lebih banyak orang dan mendapatkan teman teman baru. Penmas juga menjadi semacam fasilitas bagi para pendaki yang ingin mendaki gunung tapi tidak mempunyai teman mendaki dan tidak paham jalur pendakian yang akan dilewatinya.

Selain itu pendakian massal juga dapat menjadi pilihan yang tepat bagi orang orang yang masih awam dalam pendakian gunung. Mereka hanya tinggal mengikuti intruksi dari panitia penmas agar bisa sampai di puncak. Umumnya penmas telah memperhitungkan kemungkinan terburuk pada kegiatan ini sehingga mereka mempunyai kesiapan lebih dalam pelaksanaanya seperti persiapan Peralatan Cadangan, Tim Medis, P3K dll. Dengan adanya penmas setidaknya dapat menambah jumlah pendaki gunung.

Penmas juga memberikan keuntungan bagi warga di sekitar basecamp jalur pendakian. Dengan banyaknya jumlah pengunjung maka penghasilan warga di sekitar basecamp akan meningkat. Penmas memberikan keuntungan bagi para pedagang makanan dan souvenir, penyedia jasa transportasi, penyedia jasa penginapan dll. Penmas juga memberikan keuntungan bagi pihak sponsor (jika ada). Penmas akan membuat nama produk mereka lebih terkenal sehingga menambah jumlah peminatnya.

Bagaimanapun juga pendakian massal akan menimbulkan dampak positif dan negatif. Kita dapat mengambil dampak positifnya dan mencari solusi untuk dampak negatifnya. Pro kontra dalam pelaksanaan penmas pasti selalu ada. Tapi satu hal yang perlu di ingat adalah mendaki gunung dengan cara apapun kita tetaplah sama, seorang pendaki gunung dengan tujuan yang sama.
Read More..

20 Nov 2012

Hakekat Mendaki Gunung




Gunung adalah sebuah dataran yang lebih tinggi daripada dataran lainya. Dari ketinggian kita bisa melihat sebuah pemandangan yang sangat indah dan mengagumkan. Selain itu gunung itu sendiri juga menyimpan keindahan yang tak bisa kita temukan di bawah sana. Gunung menyajikan bentangan alam yang sangat beragam dan jarang kita temui. Di gunung kita bisa melihat Sabana yang luas, tebing tebing yang curam, jurang jurang yang dalam, hutan lumut dll. Keindahan itulah yang menjadi alasan pertama kenapa banyak orang yang mendaki gunung.

Alasan saya pertama kali mendaki gunung adalah saya ingin menemukan sesuatu yang baru, saya merasa gunung akan memberikan sesuatu yang akan membuat hidup saya berbeda, atau simpelnya saya tidak suka hidup monoton.

Setelah saya mulai mendaki gunung ternyata kegiatan ini menjadi semacam candu dalam jiwa dan Saya mulai ketagihan mendaki gunung. Satu persatu gunung mulai saya daki. Saya merasa bangga ketika berada di puncak puncak tertinggi itu. Kebanggaan itu membuat saya mendaki dan terus mendaki. Semakin tinggi gunung yang saya daki maka saya akan semakin bangga.

Pada saat itu saya terlihat seperti kolektor puncak gunung. Saya mendaki dari gunung ke gunung dengan tujuan utama berada di puncaknya. Saya merasa sangat bangga karena pernah berada di banyak puncak gunung

Saya melihat keadaan di sekitar. Kebanyakan teman teman saya tidak mau jika di ajak mendaki gunung yang sama untuk ke 2 kalinya. Saya paham betul alasanya karena mereka ingin mendaki gunung gunung lain yang belum mereka jamah. Tapi jika saya terus menjadi kolektor puncak gunung maka tidak ada lagi gunung yang akan saya daki di pulau ini.

Tujuan utama saya mendaki gunung adalah puncak. Tapi saya mulai menyadari bahwa alasan itu kurang tepat. Saya memutuskan untuk terus mendaki gunung tapi dengan alasan  lain. Kali ini saya mendaki gunung gunung yang sama untuk mencari alasan kenapa saya mendaki. Mulai saat itu saya menemukan banyak alasan kenapa saya masih mendaki gunung gunung yang sama hingga saat ini.

Alasanya sangat sederhana. Di sanalah kenangan kenangan indah saya tertinggal. Karena terlalu indah, saya tak pernah bosan untuk mengulanginya. Saya selalu rindu melakukan perjalanan dengan orang orang yang sama, di tempat yang sama.

Di atas sana saya bisa merasakan sebuah kedamaian yang tak pernah tersaji di tempat lain. Selain itu saya sering kembali ke sana karena saya ingin mengantarkan kawan kawan saya pada keindahan di atas sana. Ingat ! Mendaki gunung adalah sebuah tradisi, jangan sampai tradisi itu terhenti di tangan anda.

Di sisi lain saya sering melihat banyak orang berhenti mendaki gunung setelah gunung gunung yang mereka inginkan terdaki. Mereka menyimpan kebanggan itu, dan hanya kebanggan yang mereka dapat. Jika memang dalam hati mereka tersimpan sebuah kenangan indah tentang gunung maka seharusnya rasa rindu untuk mendaki gunung akan selalu ada. Memang kita tidak akan bisa selamanya mendaki gunung. Tapi setidaknya tinggalkan sesuatu sebelum kita berhenti. Coba lestarikan tradisi ini.

Pada era sekarang mendaki gunung sekan akan menjadi semacam lomba. Siapa yang paling banyak mendaki gunung tertinggi maka dia yang akan menang. Ya benar semakin tinggi gunung yang kita daki maka kita akan semakin bangga. Akibatnya orang orang hanya mendaki gunung yang tinggi seperti Kerinci, Semeru dan Rinjani. Gunung gunung pendek yang lain tidak akan pernah menjadi target mereka selanjutnya. Apa benar tujuan mendaki gunung adalah keindahan ?

Di sekitar saya banyak orang pergi ke tempat tempat yang jauh untuk mendaki gunung padahal ada gunung di dekat tempat mereka yang belum mereka daki. Apa alasanya ? Tentu saja mereka lebih bangga mendaki gunung gunung yang lebih tinggi dan tenar, Seperti yang pernah saya rasakan waktu dulu. Apa benar gunung yang lebih tinggi dan jauh pasti lebih indah ? , Atau keindahan hanya di jadikan alasan belaka.

Kebanggaan hanya secuil anugrah dari apa yang kita dapat dari mendaki gunung. Karena sebenarnya mendaki gunung adalah “menciptakan kehidupan”. Mendaki gunung akan membentuk seperti apa kita akan hidup.

Dalam mendaki gunung kita di ajarkan :

1.    Solidaritas
Bagaimana keadaan menggugah hati kita untuk saling tolong menolong
2.    Keberanian
Kita di tuntut untuk menghadapi banyak tanda tanya, termasuk kematian
3.    Kepemimpinan
Kita di tuntut untuk berfikir bagaimana cara agar semua teman bisa sampai di puncak
4.    Kecerdasan
Keadaan sering  menuntut kita untuk berfikir cerdas agar terhindar dari masalah
5.    Pantang menyerah
Jika ingin sampai di puncak kita tidak di perbolehkan untuk mundur

Selain itu kita akan memperoleh banyak kenangan indah dengan orang orang yang takkan terlupakan. Kita juga akan mendapatkan lebih banyak teman yang bisa mewarnai hidup kita. Mendaki gunung akan membentuk karakter kita. Mendaki gunung adalah pembelajaran seperti apa kita akan hidup. Mendaki gunung adalah “menciptakan kehidupan”.


Read More..

30 Jun 2012

Gunung di Pulau Jawa yang paling sulit didaki ?




Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di pulau Jawa. Tapi apakah kita semua setuju bahwa gunung ini merupakan gunung dengan jalur pendakian paling sulit di pulau jawa ?



Gunung Semeru mempunyai ketinggian 3676 mdpl dan awal jalur pendakian dimulai dari Desa Ranupane yang mempunyai ketinggian 2200 mdpl.

3672 mdpl – 2200 mdpl = 1472 m
Kita harus mendaki vertikal sejauh 1472 m untuk sampai di puncak semeru

Gunung Ciremay mempunyai ketinggian 3078 mdpl dan awal pendakian dimulai dari desa Linggarjati yang mempunyai ketinggian sekitar 700 mdpl

3078 mdpl – 700 mdpl = 2378 m
Kita harus mendaki vertikal sejauh 2378 m untuk sampai di puncak ciremay. Jauh lebih panjang daripada menuju puncak Semeru yang mana lebih tinggi dari ciremay

Gunung Semeru mempunyai ketinggian 3676 mdpl dan mempunyai panjang jalur pendakian (jalur waturejeg) sekitar 17,5 KM. Sedangkan gunung Arjuna mempunyai ketinggian 3339 dan mempunyai panjang jalur pendakian (jalur Tretes) sekitar 20 KM. Meskipun gunung Semeru lebih tinggi dari Arjuna tapi jalur yang dilewati untuk sampai di puncak lebih pendek di banding gunung Arjuna

Untuk mengetahui sulit atau tidaknya mendaki sebuah gunung kita harus menyatukan data perbedaan ketinggian dari basecamp ke puncak serta jarak jalur pendakian dari basecamp ke puncak. Lalu apakah semua itu cukup untuk menyimpulkan gunung mana yang paling sulit di daki ?

Tidak cukup

Kita juga harus mengamati seperti apa medan pendakian yang akan kita tempuh.


Bayangkan saja medan pendakian gunung Salak (jalur Cangkuang Cidahu) yang mengharuskan kita melewati lautan Lumpur untuk sampai ke puncak.











Medan pendakian gunung Argopura (jalur bremi) mengharuskan kita menerjang semak semak yang sangat lebat untuk sampai ke puncak.











Medan pendakian gunung Ciremay (Jalur Linggarjati) yang mengharuskan kita melewati tanjakan tanjakan tajam hingga memaksa kita untuk berpegangan pada akar akar pohon.


Medan pendakian gunung Merapi yang mengharuskan kita melewati lautan pasir miring untuk sampai ke puncak.



Lalu apakah semua itu cukup untuk menyimpulkan gunung mana yang paling sulit di daki ?

Masih tidak cukup

Kita juga harus mengamati seperti apa karakteristik cuaca gunung yang akan kita kunjungi


Misalnya saja gunung Welirang. Gunung welirang adalah salah satu gunung dengan cuaca yang tidak bisa di tebak. Di gunung ini cuaca bisa berubah secara cepat


Gunung merapi mempunyai suhu panas luar biasa ketika siang hari yang membuat para pendaki cepat kehabisan air












Lalu apakah semua itu cukup untuk menyimpulkan gunung mana yang paling sulit di daki ?

Masih tidak cukup

Kita juga harus mengamati hal hal khusus yang dimiliki setiap gunung

Misalnya saja gunung Argopura. Kita tidak diperbolehkan melakukan perjalanan malam karena ada sebuah mitos yang sangat keramat.

Gunung Semeru tidak memperbolehkan para pendaki berada di puncaknya lebih dari jam 9 karena adanya letupan beracun yang bertiup ke arah puncak. Tentu saja hal itu sangat mengganggu jadwal pendakian yang telah kita buat. Ingat semakin lama kita di gunung maka semakin banyak bekal yang harus kita bawa. Semakin banyak bekal yang harus kita bawa maka akan semakin berat perjalanan kita






Lalu apakah semua itu cukup untuk menyimpulkan gunung mana yang paling sulit di daki ?

Masih tidak cukup

Kita juga harus memperhitungkan persediaan air yang ada di gunung tersebut. Semakin banyak sumber air di gunung tersebut maka akan semakin menolong para pendaki

Yang dapat merasakan sulit atau tidaknya sebuah pendakian gunung adalah para pendaki. Sedangkan para pendaki itu sendiri terdiri dari berbagai macam manusia yang memiliki kemampuan yang berbeda beda. Ada pendaki gunung yang bisa berjalan cepat di lintasan menanjak. Ada yang bisa sangat irit dalam penggunaan logistik dan air. Ada pula yang mampu berjalan cepat dengan beban yang begitu berat

Untuk menentukan gunung mana yang paling sulit di daki kita harus menyatukan semua data tentang gunung, mulai dari tinggi gunung, panjang jalur pendakian, medan pendakian, cuaca, sumber air dan hal hal khusus lainya yang kemudian kita padukan dengan kemampuan fisik kita sendiri

Kita pasti mempunyai pendapat yang berbeda beda tentang gunung mana yang paling sulit didaki. Hal ini wajar karena kemampuan fisik setiap orang berbeda beda. Kalo menurut saya gunung yang paling berat di pulau jawa adalah Gunung Argopura. Karena tubuh saya yang kecil tidak terlalu kuat untuk membawa tas karier dalam waktu yang lama


Kalau anda ?



 Di tulis oleh Adriyano Louizzao

Baca Juga
- Tradisi Pendakian Gunung
- Gunung Tanah Jawa
- 5 Sabana Terindah di Gunung
- Perencanaan Pendakian
- Apa yang harus dilakukan jika tersesat di gunung ?
- Menentukan Koordinat Tanpa GPS
- Navigasi Darat
- Dampak Positif Dan Negatif Pendakian Massal





Read More..