"Karena yang terpenting bukan apa yang kita dapat dari dunia, tapi apa yang bisa kita beri pada dunia"

Antara Sunrise dan Sunset



Sunrise adalah semangat
Sunrise adalah harapan
Sunrise adalah masa depan


Sunset adalah kenangan
Sunset adalah keindahan
Sunset adalah masa lalu

Mentari pagi memang identik dengan semangat yang membara. Cahaya mentari yang berwarna emas mengisyaratkan tentang harapan yang selalu ada. Sinarnya mampu mengusir setiap kabut yang menyelubungi pagi, sinarnya mampu menjatuhkan embun yang menghinggapi dedaunan. 

Para pendaki gunung selalu mencari sunrise di puncak gunung. Ada keindahan luar biasa ketika kita bisa menatapnya dari sebuah puncak. Bukan hanya tentang keindahan, tapi juga tentang perasaan yang ditimbukkan oleh sunrise. Perasaan semangat yang luar biasa, yang membuat kita semakin membara untuk meniti tiap langkah.

Aku tidak pernah mencari sunrise di puncak gunung. Bukanya aku tidak suka sunrise, tapi aku hanya lebih suka sunset. Entah mengapa sunset terlihat lebih indah dimataku. Langit jingga seakan mampu masuk ke dalam relung relung hatiku. Adanya membangkitkan sejuta kenangan tentang kehidupan. 

Aku pernah mencari sunset di puncak gunung. Tapi sepertinya puncak bukan tempat yang tepat untuk menemukan sunset. Kabut sering menyembunyikan sunset dari para pendaki yang coba menggapainya. Memang benar jika pantai adalah tempat terbaik untuk menemukan sunset, aku selalu bisa menemukanya disana. Tidak ada kabut yang menutupi dan tidak ada kegelisahan akan malam yang semakin dekat.

Aku selalu mencari jendela setiap sore, tapi tidak setiap jendela menghadap ke barat. Aku selalu berusaha keluar setiap sore, menunggu datangnya sunset. Entah mengapa aku selalu tersiksa setiap sore, ketika aku tidak bisa melihat sunset.

Ketika aku memandang sunset dari tepian laut. Aku berbicara banyak dalam diamku. Aku tiba untuk bercerita tentang perjalananku. Aku bercerita tentang harapan harapan yang semakin memudar.

Ketika aku mulai lelah untuk berjalan, 
Ketika aku mulai letih untuk berjuang,
Ketika tak ada lagi telinga yang bisa mendengar,
Aku akan pergi menemukanmu,


Jinggamu membuatku jatuh sangat jauh dalam setiap kenangan,
Aku merasa seperti berjalan diantara album kenangan,
Dari kenangan kenangan itulah aku kembali menemukan,
Sebuah alasan yang membuatku untuk kembali berjalan,

"Aku menemukan masa depan dalam setiap masa laluku"

"Kehilangan alasan untuk melaju lebih berbahaya daripada kehilangan cara untuk melaju" 
- Catatan Pendaki Gunung

Sunrise dan sunset memanglah sebuah pilihan yang sulit
Tentang mana yang lebih indah, tentang mana yang lebih berkesan

Entahlah, Tapi aku lebih suka sunset

Bagaimana denganmu ?


Terinspirasi dari sebuah sore tanpa sunset

SALAM LESTARI





3 komentar:

Andjasti Restuningtyas mengatakan...

yang terindah bagiku, tetap sunrise :) tapi tergantung, dengan siapa melihatnya,,,

Adriyano Louizzao mengatakan...

Ternyata aku tidak mampu membuatmu berubah pendapat, hahaha
:D

Andjasti Restuningtyas mengatakan...

hahahaaa... :D
karena masing2 dari kita punya latar belakang beda and,,,
but overall sunset juga indah kok ^_^
salam pena and! hahahaa :D

Posting Komentar