"Karena yang terpenting bukan apa yang kita dapat dari dunia, tapi apa yang bisa kita beri pada dunia"

Solusi terakhir untuk mengatasi sampah di gunung


Masalah sampah di gunung menjadi permasalahan klasik yang sangat sulit diatasi. Jumlah pendaki gunung yang terus meningkat justru semakin menambah jumlah sampah yang berada di gunung. Memang tidak semua pendaki gunung adalah pecinta alam, itulah yang menyebabkan banyak sampah yang berada di gunung. Jika semua orang yang mendaki gunung adalah seorang pecinta alam saya rasa tidak akan pernah ada sampah di gunung.

Beberapa solusi pernah diluncurkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Diantaranya adalah dengan mengecek perbekalan tim sebelum mendaki kemudian memeriksanya ketika turun. Sampah plastik yang mereka bawa ketika mendaki harus ada ketika mereka telah turun gunung. Jika sampah dari produk yang mereka laporkan ketika mendaki tidak ada maka mereka akan terkena hukuman. Tapi sepertinya peraturan tersebut tidak bertahan lama. Jumlah pendaki yang terlalu banyak tidak memungkinkan untuk mengimplementasikan peraturan tersebut.

Di gunung gunung tertentu terdapat sampah yang telah menumpuk. Para pendaki yang bodoh (nulisnya sambil emosi) malah mengira tumpukan sampah tersebut sebagai tempat pembuangan sampah. Mereka malah membuang sampah di tumpukan sampah tersebut sehingga menambah jumlah sampah yang ada di gunung. Mereka tidak mengurangi sampah yang berada di gunung tapi malah menciptakan sebuah gunung kecil yang terbuat dari tumpukan sampah.

Coba dipikirkan !

Jika anda membuang sampah disana , memangnya siapa yang akan membawa turun ?
Pihak pengelola ?

Mana mungkin, jumlah pihak pengelola dibandingkan dengan jumlah pendaki gunung yang membuang sampah adalah 1 : 1000, beberapa orang tidak akan pernah bisa membersihkan sampah sebanyak itu.

Apakah anda berfikir bahwa yang akan membawa semua sampah turun kembali adalah pihak pengelola ?

Memangnya berapa uang yang sudah anda bayarkan ?

Atau anda sudah merasa sok kaya ?

“Yang membawa semua sampah turun dari gunung adalah mereka yang membawanya naik”
Catat kalimat itu baik baik

Beberapa pecinta alam yang sangat kecewa terhadap kondisi ini biasanya mengadakan operasi bersih gunung. Mereka sengaja naik gunung hanya untuk membawa semua sampah yang berada di sana turun kembali. Mereka inginkan gunung bersih dari sampah. Meskipun usaha mereka pantas untuk diacungi jempol tapi saya rasa solusi tersebut kurang efektif. Beberapa menit setelah mereka membersihkanya sampah yang baru akan kembali berada di tempat yang sama.

Cara paling ampuh untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menumbuhkan kesadaran dalam diri masing masing. Jika semua orang yang mendaki gunung sadar akan pentingnya menjaga lingkungan maka tidak akan ada lagi sampah di gunung. Tapi melakukanya adalah hal yang sangat sulit. Pihak pengelola mestinya bisa menerapkan peraturan yang ketat terhadap para pendaki gunung. Mereka yang kedapatan melanggar peraturan tersebut harus diberi hukuman yang berat. Jumlah pihak pengelola sepertinya harus ditambah karena sangat tidak sebanding dengan jumlah para pembuang sampah di gunung. Bahkan jika hal itu tidak bisa membersihan sampah sampah dari gunung, tutup saja gunungnya

"Sebagai seorang pendaki gunung sekaligus seorang pecinta alam saya rela meninggalkan gunung untuk selama lamanya jika itu bisa membuatnya bersih" Catatan Pendaki Gunung

Saya rasa itu solusi terbaik jika kita tidak bisa menumbuhkan kesadaran dalam diri masing masing. Kami juga sudah mulai kehabisan cara untuk mengatasinya

SALAM LESTARI

2 komentar:

Prasetyo Ind mengatakan...

Sekedar ide sj gan,

Karna 50% sampah di gunung adalah bungkus mie instan, kopi, dan botol plastik.

Dan cara untuk mengurangi penumpukan sampah di gunung yaitu dengan menggabungkan makanan seperti mie instan, di gabung jadi satu pada wadah, begitu jg dngan kopi, campur semua kopi jadi satu wadah, dan bungkus mie instan serta kopi kita simpan/tinggalkan di basecamp.

Jadi nggak terlalu banyak sampah bungkus makanan yg kita bawa naik, dan mungkin ini lebih praktis....

Dan kita sosialisasikan pada teman yang lain...

Salam Lestari

syawaludin darmawan mengatakan...

usul sedikit gan. harus dijalan bersanaan antara, Gerakan penyadaran (esukasi) kepada semua pihak yg akan mendaki gunung pada saat mereka akan memasuki gerbang pendakian, dalam bentuk breafing yg sifatnya wajib bagi pendaki, ini harus masuk SOP pendakian dan gerakan sporadis untuk menyisir jalur pendakian dari sampah yg mungkin tersisa di gunung, ini harus dituangkan pertauran pendakian yg harus di patuhi oleh setiap orang yg mendaki, dengan demikian akan ada konsekwensi baik tindakan punishment bagi yg melanggar, sedangkan termait biaya harus masuk.dalam bagian retrebusi pendakian.
ini harus terus menerus dilakukan hingga ini menjadi kebiasaan dan budaya dlm setiap jalur pendakian.
biaya harus di pastikan dibiayai oleh aktivitas pendakian itu sendiri.
harus di publikasikan
gharus terus di suarakan
harus terus dilakukan
sampai ini menjadi kenyataan.
karena kita berbicara dgn manusia yg butuh dibiasakan melalui berbagai media.

moga ada yg bisa di pungut dari ide ini.
terinakasih

Posting Komentar