"Karena yang terpenting bukan apa yang kita dapat dari dunia, tapi apa yang bisa kita beri pada dunia"

Roda Kehidupan


Hari ini terasa begitu cepat berlalu. Seperti layaknya roda yang berputar dengan cepat. Tapi setidaknya semua berlalu melewati lorong lorong yang penuh warna, penuh makna. Tidak semua orang bisa melihat warna yang terpancar, karena kita selalu memerlukan sudut pandang yang lain untuk menikmati keindahan warna tersebut.

Hari ini saya berada di lantai 28 Hotel Best Western Green Palace Kemayoran Jakart Pusat untuk menghadiri rapat penyelesaian sengketa batas antara Kab. Nunukan dan Kab. Tana tidung. Jarang jarang saya berada di tempat mewah seperti ini. Saya datang kesana sebagai perwakilan dari instansi Badan Informasi Geospasial atau yang dahulu dikenal dengan BAKOSURTANAL. Saya rapat dengan Kementrian dalam Negeri, Pemerintah Kab. Nunukan, Pemerintah Kab. Tana tidung, Pemprov Kalimantan Timur, Pemprov kalimantan utara dan direktorat topografi TNI AD.

Tidak banyak orang di ruangan ini, mungkin hanya sekitar 25 orang. Sebagai tamu dari instansi setingkat Kementrian tentu fasilitas yang disajikan sangat “wah”, tau sendiri lah fasilitas hotel bintang 5 di jakarta. Tapi kali ini saya tidak ingin pamer tentang apa yang saya makan disana, seperti apa ruanganya, pemandangan dari jendela dan lain sebagainya. Tapi saya ingin bercerita sebuah kisah tentang kehidupan.

Pada waktu makan malam saya melihat segerombolan anak muda kulit putih bermata sipit berambut hitam. Mereka merayakan hari valentine dengan berpasang pasangan. Mereka datang ke dalam hotel dan memesan makanan yang harganya super mahal. Sepertinya kegiatan seperti itu sudah sering mereka lakukan. Tidak seperti kebanyakan anak muda yang lain. Anak anak muda ini sepertinya sangat kaya. Mungkin mereka hanya ingin membuang uang receh di tempat ini.

Aku duduk di ruangan sebelah sambil mencermati sesuatu. Dari kecil mereka sudah mendapatkan fasilitas yang “wah”. Sedangkan saya harus belajar keras agar bisa bekerja di instansi pemerintah pusat dan kemudian bisa menjadi tamu untuk datang ke tempat ini. Sepertinya jalan yang kita tempuh sangat jauh berbeda. Hidup memang kadang tak adil. Tapi semua itu tidak pernah menjadi masalah. Saya yakin bahwa orang orang seperti kita harus terbiasa hidup di jalan yang terjal, karena kita memerlukan jalan yang terjal untuk sampai ke puncak yang lebih tinggi.

Setelah makan malam saya pun segera pulang ke Bogor. Dari depan hotel saya naik taksi bersama dengan beberapa teman dari instansi lain. Kami naik taksi ke stasiun Gandaria. Dari stasiun saya naik KRL dan turun di Stasiun Bojong gede Bogor. Dari stasiun tersebut saya naik ojek hingga ke pertigaan Cibinong City Mall. Dari sana sebenarnya saya ingin naik angkot tapi akhirnya saya memutuskan untuk berjalan kaki. Saya berjalan kaki sejauh 500 meter untuk bisa sampai ke rumah kontrakan.

Hidup memang begitu cepat berlalu, seperti layaknya roda yang berputar kencang. Dari hotel bintang 5 fasillitas “wah” hingga naik Taksi, naik KRL, naik ojek dan jalan kaki. Hidup memang seperti roda, kadang kita berada di atas, kadang kita berada di bawah. Kita hanya harus yakin bahwa suatu saat kita akan berada di sisi paling atas dari roda. Kita harus berjuang keras agar tidak tergelincir dikemudian hari.

Malam ini terasa sangat indah. Bukan tentang cahaya lampu, juga bukan tentang bintang apalagi tentang arsitektur. Tapi tentang kisah, tentang roda yang berputar dengan cepat, tentang perbedaan jalan yang harus kita tempuh.

Aku selalu melihat ke atas untuk menemukan batas yang harus kulewati dan aku tidak pernah melihat ke bawah karena merasa tidak pernah berada di atas – Catatan Pendaki Gunung

Roda Kehidupan ........

#OnFire
SALAM LESTARI




6 komentar:

dilis mengatakan...

itulah hidup mas...hrs berputar seperti roda krn hidup mempunyai arti melalui putarannya,tak ada yg tak adil krn semua mempunyai nilai he...xx nice posting

dilis mengatakan...

itulah hidup mas...hrs berputar seperti roda krn hidup mempunyai arti melalui putarannya,tak ada yg tak adil krn semua mempunyai nilai he...xx nice posting

Adriyano Louizzao mengatakan...

Terimakasih atas kunjunganya, roda harus selalu berputar agar bisa disebut hidup,

shampo noni bsy mengatakan...

itulah hidup..hidup itu seperti roda, ada saatnya di bawah..ada saatnya pula di atas..tetep syukuri nikmat yg Allah telah berikan

Nika Nurmayanti mengatakan...

itulah kehidupan..
kehidupan memang seperti roda yang berputar ;)

boleh di klik link nya http://mobildatsunbandung.com/

Vin Natha mengatakan...

postingan yang sangat bermanfaat..terimakasih ya ;)

silahkan mampir http://obatdiabetesalamijg.com/

Posting Komentar