"Karena yang terpenting bukan apa yang kita dapat dari dunia, tapi apa yang bisa kita beri pada dunia"

Penting ! Jangan Menyalakan Handphone ketika mendaki gunung


Pada era sekarang kegiatan mendaki gunung sangat populer di indonesia. Jumlah pendaki gunung terus meningkat dari waktu ke waktu. Meskipun begitu mendaki gunung tetaplah kegiatan yang berbahaya. Sebelum mendaki gunung kita harus mempersiapkan perlengkapan, mental dan fisik dengan sebaik mungkin. 

Meskipun kita telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, tapi alam bisa menjadi begitu liar sehingga kita tidak bisa memprediksikan segala sesuatunya dengan sangat tepat. Semakin banyak jumlah pendaki gunung maka akan semakin besar pula jumlah orang yang berisiko meninggal di gunung.

Pada kesempatan kali ini Catatan Pendaki Gunung akan berbagi tentang hal penting yang sering dilupakan oleh para pendaki, yaitu tentang handphone. Beberapa pendaki selalu menyalakan handphone ketika mendaki gunung, bahkan ada yang masih update status facebook, twitter atau menelepon ketika berada di gunung. Beberapa pendaki merasa bangga karena bisa update status di puncak  gunung. Padahal seharusnya mereka bisa melakukan itu ketika sudah turun gunung.

Untuk apa kita menyalakan handphone ketika mendaki gunung  ?

Update status facebook atau twitter di puncak gunung ?
Telepon atau sms pacar ketika berada di puncak ?

Sebenarnya kita boleh menyalakan handphone ketika mendaki gunung asalkan anda mempunyai pertimbangan dan alasan yang matang. Berdasarkan pengalaman, baterai handphone akan sangat berharga ketika kita tersesat di gunung. Handphone yang masih menyala bisa memperpanjang umur kita ketika tersesat di gunung. Jika saat itu anda bisa menjangkau seseorang lewat sms atau telepon maka kemungkinan anda selamat akan lebih besar.

Saat tersesat kita bisa bergerak ke puncak puncak bukit atau memanjat pohon untuk mencari signal handphone. Pada medan terbuka seperti puncak gunung, puncak bukit atau sabana kadang kandang kita bisa mendapatkan sigal handphone jika beruntung. Yang pasti kita akan kesulitan menemukan signal handphone di cekungan seperti lembah, danau atau hutan belantara.

Handphone bisa menjadi dewa penyelamat ketika tersesat. Saya sangat menyarankan untuk selalu menghemat penggunaan baterai handphone, kalo perlu bawalah kartu lebih dari satu. Anda bisa mencoba semua kartu untuk mencari signal ketika tersesat.

Jika anda pernah melihat Televisi, pendaki hilang yang berhasil ditemukan biasanya karena ada salah satunya anggota team yang mampu menjangkau seseorang di bawah lewat handphone. Kemudian seseorang tersebut melaporkanya pada regu penyelamat.

Meskipun persiapan kita sudah sangat matang dan pengalaman mendaki kita sudah sangat banyak. Bagaimanapun kita harus tetap memperhitungkan kemungkinan terburuk ketika mendaki gunung.

Berusahalah untuk tidak mati di gunung bro !
Jangan mati di rumah para pendaki ! 

Semoga para pendaki selalu diberi keselamatan ketika mendaki gunung. Semoga tidak ada lagi pendaki yang meninggal di gunung. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pendaki gunung.

Ada baiknya anda membaca ini sebelum mendaki gunung

SALAM LESTARI


2 komentar:

Veronika Kusumawati mengatakan...

Halo, salam kenal :)
Terima kasih, postingannya sangat bermanfaat sekali
Saya pribadi kalau naik gunung selalu menyalakan HP karena saya tidak punya camera lain selain camera di hand phone saya. Berhubung saya tidak mau melewatkan mengabadikan pemandangan indah di gunung jadi saya tidak mematikan HP untuk mengambil foto.

Tetapi walaupun HP tidak saya matikan saya tetap berusaha supaya HP saya tidak habis battery nya yaitu dengan mengubah mode ke Flight Mode, sehingga HP tidak mencari sinyal apapun dan battery tidak cepat habis..

Salam lestari...

Daniel Guguk mengatakan...

Petir tertarik kepada sinyal hp. Akan menjadi berbahaya ketika berada di tempat terbuka seperti sabana di gunung saat badai dengan hp yg menyala.

Posting Komentar