"Karena yang terpenting bukan apa yang kita dapat dari dunia, tapi apa yang bisa kita beri pada dunia"

Inspirasi untuk Menulis


Sebenarnya saya sudah memperhitungkan jauh jauh hari tentang tipe tulisan yang akan saya sajikan pada blog Catatan Pendaki Gunung. Jenis dari blog ini sendiri sangat spesifik yaitu tentang sesuatu yang berhubungan tentang kehidupan, alam, petualangan dan mendaki gunung. 

Saat itu saya ragu apakah saya bisa menghasilkan tulisan dalam jumlah banyak dengan tema yang sesuai dengan blog ini. Tapi seiring berlalunya waktu inspirasi untuk menulis pun terus mengalir sehingga tulisan demi tulisan baru selalu hadir. Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa banyak inspirasi yang saya miliki, sampai kapan saya bisa menghasilkan tulisan demi tulisan.

Suatu saat saya kehabisan inspirasi untuk menulis. Saya tidak mempunyai pandangan untuk menulis apapun. Saya mencoba mencari inspirasi dengan segala cara. Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan agar kita mendapatkan inspirasi diantaranya dengan mendengarkan lagu, menonton film atau membaca tulisan orang lain.

Malam itu saya memilih untuk berdiam diri, mencoba menyerap inspirasi dari sepi. Saya mencoba belajar untuk menggali inspirasi tanpa bergantung pada hal hal tersebut. Saya kembali menggali tulisan demi tulisan yang telah saya buat. Saya menelusuri sumber inspirasi dari tulisan tulisan saya sendiri. Berdasarkan pandangan saya, inspirasi untuk menulis berasal dari :

1. Pengalaman
Jika kita mempunyai banyak pengalaman maka kita akan kaya dengan pengetahuan. Jika kita mempunyai banyak pengetahuan maka hal itu akan menjadi modal berharga untuk menulis. Tulisakan saja apa yang anda ketahui, sesuatu yang belum diketahui orang lain. Menulis dengan dasar pengetahuan akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan inspirasi dari sumber lain. Kita tidak perlu berfikir tentang apa yang harus kita tulis, cukup tulisakan saja apa yang kita ketahui.


2. Kenangan
Sebuah kenangan indah dengan orang orang tertentu di sebuah tempat tertentu bisa membangkitkan sebuah rasa. Rasa itu akan menjadi modal berharga untuk menulis. Permasalahan yang muncul adalah tentang pemilihan kata dan kalimat yang tepat untuk menggambarkan rasa tersebut. Kata dan kalimat tersebut harus disusun sedemikian rupa agar mampu menyeret pembaca ke dalam kenangan tersebut. Puisi adalah salah satu contoh tulisan yang dibuat menggunakan rasa. Menulis dengan rasa adalah tentang bagaimana menggunakan hati kita sebagai pena.

3. Kisah
Menggunakan kisah kita untuk membuat tulisan merupakan sebuah inspirasi yang paling mudah untuk didapat. Kita tinggal menuliskan apa yang telah kita jalani secara lengkap agar bisa menggambarkan keadaan yang dimaksud. Kalimat dan paragraf harus disusun sedemikian rupa agar pembaca seolah olah ikut terlibat dalam cerita yang coba kita sampaikan. Tapi jika kita mengandalkan inspirasi dari kisah, pertanyaanya adalah seberapa banyak kita mempunyai kisah ?

4. Pemikiran
Setiap orang pasti mempunyai cara berfikir yang berbeda. Cara berfikir tersebut terus diperbaharui seiring berjalanya waktu. Terkadang beberapa orang yang mempunyai cara pikir berbeda dengan kebanyakan akan menjadi sebuah sumber inspirasi untuk menulis. Cara berfikir yang berbeda dengan kebanyakan orang tersebut harus ditulis untuk menyeret orang pada cara berfikir kita.
Contoh : Yang membuat kita berbeda dari monyet
 
Contoh seseorang yang mempunyai cara berfikir berbeda adalah Om Mario Teguh, beliau berfikir jauh lebih pandai dan jauh lebih bijak dari kebanyakan orang lainya. Pemikiranya menjadi bahan yang menarik untuk disampaikan pada manusia lainya.

Beberapa orang juga menulis tentang pandanganya terhadap sebuah kejadian. Mereka menulis tentang opini mereka terhadap kejadian tersebut. Tulisan tulisan ini banyak dijumpai ketika kita berkunjung ke Kompasiana. Misalnya saat terjadi kecelakaan Si Dul di jalan tol jagorawi, ratusan artikel tentang hal itu langsung membumbung. Pokok bahasan yang sama dipandang dari masing masing cara pikir yang berbeda


Ada beberapa orang yang menuangkan khayalan mereka dalam tulisan. Mereka menulis sesuatu yang mungkin belum pernah atau bahkan tidak akan pernah terjadi. Mereka adalah para penulis fiksi yang memang mempunyai karakter untuk menulis apapun yang mereka bayangkan, tidak peduli apakah sesuai dengan logika. Contohnya seperti penulis novel Harry Potter atau atau film film super lainya.

Pengalaman, kenangan, kisah dan cara berfikir menjadi sumber inspirasi saya untuk terus menulis. Saya adalah tipe penulis yang hanya menuliskan sesuatu yang pernah saya lihat, saya dengar dan saya rasakan. Karena dengan cara itulah saya bisa memahami sedikit demi sedikit tentang kehidupan.

Untuk mendapatkan pengalaman, kenangan, kisah dan pemikiran seseorang harus sering melakukan sebuah perjalanan dan memahami lebih banyak pengetahuan.

Apa yang kita ketahui tentang kehidupan adalah tentang kemampuan hati membaca isyarat alam dalam sebuah perjalanan, (Adriyano Louizzao)

SALAM PENA


1 komentar:

Adriyano Louizzao mengatakan...

Salam Lestari

Posting Komentar