"Karena yang terpenting bukan apa yang kita dapat dari dunia, tapi apa yang bisa kita beri pada dunia"

Sarjana bermental uang

 
Di Indonesia banyak orang orang lulusan perguruan tinggi ternama. Banyak juga orang orang dengan gelar tinggi seperti S1, S2, S3 sampai profesor. Tapi hingga saat ini negara kita sama sekali tidak beranjak dari keterpurukanya. Yang menjadi pertanyaan terbesar saya adalah kemana perginya orang orang itu ?

Saya mengamati tradisi dan pola pikir orang indonesia di sekitar kita, dan saya menemukan alasan kenapa negara kita tidak bisa bangkit dari keterpurukanya. Kebanyakan orang indonesia hanya memikirkan urusan pribadinya. Asalkan bisa pulang ke rumah dengan membawa beras itu sudah cukup. Kalo semua orang hanya berfikir tentang cara mendapatkan beras lalu siapa yang akan memikirkan negara ini. 

Mereka yang telah lulus dari perguruan tinggi hanya berfikir tentang bagaimana cara mendapatkan pekerjaan. Setelah itu mereka akan segera berfikir bagaimana cara membuat rumah dan bagaimana cara menghidupi keluarganya. Yah begitulah kenyataanya saat ini sehingga banyak orang yang tidak pernah memikirkan negaranya sama sekali. 

Salah satu faktor terbesar yang menjadi penyebab lambatnya perkembangan negara kita adalah faktor mental. Ada pemikiran di otak warga bangsa ini yang harus dirubah. Harusnya banyak orang yang mulai berfikir tentang negara ini, tidak hanya berfikir tentang beras dan beras. Adakah orang orang yang rela menyisihkan waktu dan tenaganya untuk merubah sesuatu di negara ini ? tidak.

Kadang aku merasa jengkel dengan anak anak muda yang ada di sekitarku. Yang penting lulus kuliah, dapat pekerjaan, dapat uang dan selesailah sudah. Hidup bukan seperti itu bro. Sisakan sedikit waktu dan tenagamu untuk sebuah perubahan. Lakukan sesuatu untuk negaramu !

Saya merasa terpanggil untuk menciptakan sebuah perubahan kecil melalui tulisan. Saya tidak pernah dibayar untuk menulis. Saya hanya ingin merubah pemikiran anak anak muda jaman sekarang. Sebagai seorang manusia saya juga butuh beras untuk dimakan. Tapi tidak semua waktu saya habiskan untuk mencari beras. Kadang saya merasa sangat lelah. Saya harus bekerja untuk mencari beras dan lain sebagainya. Tapi hidup ini tidak hanya tentang beras .......

Harusnya kita malu pada titel kita, entah itu S1, S2, S3 dll jika kita tidak bisa memberikan sesuatu pada negara dan kehidupan. S1, S2, S3 itu bukan hanya untuk mencari beras bro, tapi bisa kita gunakan untuk melakukan sesuatu yang lebih besar. Jika hidup itu dinilai dari seberapa bermanfaatnya kita pada negara, maka pemilik titel tersebut bisa jadi manusia yang lebih rendah daripada mereka yang tidak bertitel.

Pola pikir anak anak muda harus dirubah .....

Entah pola pikir saya yang aneh atau pola pikir aneh orang orang yang lama kelamaan menjadi wajar

Salam Lestari


1 komentar:

jajang nurzaman mengatakan...

kalo cuma mental uang gak masalah kawan, yang paling parah itu mental status coz gak bisa mandiri..disekitarku sarjana cuma kejar status kerjaan priyayi/pegawai hidup di tombokin ortu, morotin mertua...jadi guru honor aja belagu gaji 500 ribu aja lagaknya selangit untung ortunya kaya.

Posting Komentar